GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Pertolongan untuk Lala


__ADS_3

Dor dor dorr ,,


Gedoran bilik pintu toilet terdengar menggema di dalam toilet khusus wanita , rintihan Lala terdengar menyiksa.


" Tolong , panas sekali disini , Allen". Teriak Lala berusaha mencari bantuan.


" Kita pergi dulu Nil , sorry gue kecolongan". Ucap Alex tidak enak , dia merasa gagal menjadi kakak sekaligus sahabatnya.


Daniel mengangguk lalu berlari menuju pintu ujung di mana Lala Allena sembunyikan.


Alex membawa Allena pergi sembari bertanya bagaimana kejadian bermula. Dengan raut masih khawatir Allena menjelaskan dengan rinci, tidak ada curiga sedikitpun . Namun sebelum kejadian memang ada yang membuat Allena risih pasalnya sepasang mati selalu mengamati pergerakan mereka , namun segera di tepis pikiran buruk Allena dan tidak menghiraukan tatapan mata yang seolah sedang mengawasi.


_______


" Lala ". Ucap Daniel dari luar pintu.


" Pak , pak Daniel itu benar pak Daniel , tolong pak Lala panas sekali , seperti terbakar ". Ucap Lala sembari menggedor pintu.


Tidak ada siapa-siapa di sini , sepertinya memang sudah di rencanakan seseorang , buru-buru Daniel membuka kunci lalu dilihatnya wajah Lala dengan mata yang sedikit memerah.


Di bawa nya Lala keluar menuju kamar hotel yang memang kebetulan milik Daniel pribadi.


Pintu terbuka , tubuh Lala yang semula di tutup dengan jas navy milik Daniel di lempar secepat kilat oleh Lala.


" Pak , tolong Lala". Ucapnya sembari mendekat ke arah Daniel.


" Tidak La , saya tidak bisa menolongnya". Ucap Daniel sembari memegang tangan Lala erat .


Entah keberanian dari mana , tangan Lala menggenggam kedua tangan Daniel lalu di letakkan ya di pipinya.

__ADS_1


" Ini , seperti ini". Ucapnya sembari terus menempel pada Daniel.


Cukup membantu pikir Lala , sen tu han tangan Daniel terasa begitu dingin saat ber te mu dengan kulit putih Lala.


Namun di rasa masih kurang Lala mencoba terus me nem pel pada Daniel .


Di kalungkan nya kedua tangan Lala di leher Daniel . Aneh benar-benar aneh seperti ada de si ran yang berbeda di tu buh nya seperti menginginkan sesuatu yang lebih dari Daniel.


" Kenapa gue jadi gini, perasaan apa ini ? Aaa kenapa gue ? apa gara-gara minuman sialan itu ! Tapi gue cuma minum jus doang". Ucap Lala dengan mulut yang tertutup sembari otaknya mencerna ,namun tidak degan tubuhnya yang semakin mengi Ngin*an sesuatu lebih .


Daniel terdiam saat bibirnya di lu**t habis oleh Lala. Mungkin efek dari obat yang masuk ke tubuh Lala , ia menjadi gelap mata.


Tangannya terus menelu***i setiap inci di tu**uh Daniel , seolah Daniel sedang di le*** kan seorang gadis.


" La ,sadar kau tidak boleh seperti ini". Ucap Daniel sembari menepuk-nepuk pipi cabi Lala.


" Tolong Lala pak , bukanya bapak kekasih Lala , tega bapak melihat Lala tanpa memberi pertolongan". Ucap Lala begitu melepaskan *****nya..


Namun suhu tubuhnya semakin terasa Panas , tidak tahan , akhirnya Lala menarik p***a kancing kemeja putih milik Daniel , hingga tiga kancing terlempar berserakan di atas lantai .


Di robeknya sedikit dres cantik biru muda miliknya , dengan rasa panas dan entah rasa apa itu , Lala pun tidak pernah merasakan sebelumnya , namun kali ini tubuhnya teras terbakar dan terasa semakin ada sesuatu yang sudah menjalar keseluruhan tubuhnya dan ingin segera di selesaikan.


Entah kekuatan dari mana Lala mendorong tubuh kekar Daniel , hingga terjatuh di atas ranjang empuk bernuansa putih, ruangan megah nomor satu , lebih tepatnya , kamar hotel milik Daniel pribadi yang di tempati nya saat merasa ada pengganggu di dalam Apartemen nya.


Dengan cekatan Lala naik tepat di atas tubuh Daniel. Dengan kedua kaki Daniel di apit menggunakan kedua ***** **** Lala yang semakin tak berjarak. Dengan senyum yang tersungging mata Lala memancarkan kilatan penuh na*su. Di lu mat nya lagi bibir tebal milik Daniel seperti tak punya malu , Lala men***** rahang Daniel lalu turun semakin bawah sampai leher.


Tidak di pungkiri , kini Daniel merasa hawa panas di tubuhnya juga karena terpancing ****** Lala .


" La" Lala ". Teriak Daniel sembari mencari solusi , tidak mungkin dirinya membantu Lala menuntaskan rasa dahaga di tubuh gadis kecil nya.

__ADS_1


Nafas keduanya memburu , tersengal di sela ucapan Daniel sembari menahan sesuatu yang sudah mulai mengeras di bawah sana .


Lala terus me****** bagian dada yang sudah terbuka kancing nya . bukan ralat " Lala yang membuka paksa".


Susah payah Daniel menahan tubuhnya hanya agar tidak terpancing s******n jemari gadis kecil nya.


Daniel yang nampak sudah sedikit gelap mata karena Lala tidak berhenti mengge******* t***h yang tak tertutup.


" Shitt " Ucapnya mengumpati diri sendiri.


Tidak ada pilihan lain , Daniel segera bangkit lalu membopong tubuh kecil Lala menuju kamar mandi.


Di nyalakan nya shower di atas kepala nampak air dingin membasahi tubuh besarnya.Tangannya masih memegang erat tubuh Lala agar tidak memberontak. Lalu diisi air dalam bathtub hingga terisi penuh.


" Diam di sini". Ucap Daniel sedikit berteriak lalu memasukkan tubuh Lala kedalam bathtub agar tubuh Lala terendam dinginnya air yang mengalir , alih-alih untuk meredamkan rasa panas di sekujur tubuh Lala.


Bergegas Daniel keluar dan menutup pintu lalu di kuncinya dari luar.


Dengan tubuh yang sudah basah kuyup Daniel menyandarkan tubuhnya di balik pintu kamar mandi yang tertutup.


Daniel terduduk dengan kedua tangannya bertumpu di pahanya , di pijitnya pangkal hidung Daniel yang tiba-tiba terasa berdenyut.


Dan hampir saja Daniel tergoda, namun segera di tepis pikiran kotor di otaknya yang sudah mulai terpenuhi gambaran lekuk tubuh Lala yang terkena siraman air.


Daniel laki-laki dewasa normal , yang pasti akan ter******* jika di sentuh bagian-bagian sensitif nya . Takut dia juga hilang kendali dan malah membuatnya menyesal lebih baik dia mengurung kekasih nya di dalam kamar mandi .


" Pakk , buka pintunya". Teriak Lala lagi di sela gedoran pintu kamar mandi namun sayang tidak di gubris Daniel.


Daniel beranjak dari posisinya menuju ruang ranjang dan mengganti pakaiannya yang sudah basah dengan yang baru yang sudah tersedia di dalam lemari tinggi yang tidak terlalu besar itu . Duduk dia di tepi ranjang sembari menunggu Lala menenangkan tubuhnya.

__ADS_1


Daniel diam sembari berfikir siapa yang berani bermain - mau. dengan nya.


>>>>>>>>> Lanjut ?


__ADS_2