GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Kau hanya masa lalu ku


__ADS_3

Ahahahaa...


Tawa kedua gadis cantik dengan lantang sembari berjalan menuju lantai dua puluh.


" Gila, jantung gue berasa mau copot tau ga sih lu?". Lala bicara cepat sembari tangannya mengusap dada.


" Ahahaaa, iya gue juga untung bisa lolos". Allena mengimbuhi.


" Dah , ga lagi-lagi deh , kapok gue kenyang engg cpek iya".


Ahahaaa.


Lagi mereka tertawa merutuki kebodohan nya.


" Ya udah kita g usah masak deh , delivery aja". Usul Allena yang di setujui Lala.


______


Nampak Alex dan Daniel sedang menikmati makan siangnya , duduk di bangku yang sedikit belakang , sembari berbincang mengenai pekerjaan yang tidak ada habisnya.


Suapan terakhir Daniel terhenti saat matanya melihat sosok yang tak asing dari penglihatannya.


" Sudah selesai". Ucap Daniel lalu beranjak bangkit.


" Daniel".


Panggilan dengan suara familiar terdengar dari arah yang tidak cukup jauh.


" Daniel".


Panggil nya lagi dengan suara yang semakin dekat . Daniel tidak menghiraukan panggilan kedua itu, Alex sedikit terkejut saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya.


" Maura". Ucap Alex sedikit berbisik dengan perlahan Alex menoleh ke sumber suara . Dan benar saja Maura datang menghampiri.


Masih dengan sikap tenang Daniel , seperti sedang menutup telinga, Daniel berusaha tidak goyah dengan keputusannya.


Grepp .


Pelukan Maura dari belakang sedikit erat dengan suara yang di buat manja .


" Aku merindukan mu Daniel ku". Ucapnya sembari menggesekkan wajahnya di belakang punggung Daniel.


Faham dengan situasi , Alex berusaha menjauh dari hadapan Daniel , dengan sedikit kode Daniel mengangguk kecil namun ekspresi wajah nya tidak berubah .


" Lepaskan saya". Ucap Daniel dengan suara yang sangat dingin.


" Jangan pergi dari ku Daniel". Maura memohon sembari bercucuran air mata.


" Kau yang pergi dan kau juga yang meminta saya kembali".

__ADS_1


" Dimana letak wajah mu hah". Tegas Daniel.


" Pergi , kita sudah tidak memiliki hubungan, aku sudah mendapat pengganti mu". Ucap Daniel lalu menepis pelukan dari Maura.


Deg .


" Tidak , tidak mungkin".


" Tidak ada yang bisa menggantikan ku Daniel". Maura berteriak sehingga membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian.


" Terserah pada mu, yang jelas saya sudah memberi tahu". Daniel sedikit menekan kata-katanya.


Tidak percaya dengan semua kata-kata yang Daniel ucapkan Maura sedikit tersenyum sinis. Kembali berucap dengan wajah yang semakin di dekatkan ke arah Daniel.


" Buktikan ucapan mu ! " Ucap Maura sembari menunjuk wajah Daniel.


" Kau masih mencintai ku kan".


Tuduh Maura pada Daniel.


" Terserah apa kata mu , yang jelas kau hanyalah masa lalu ku". Daniel berbicara tepat di depan wajah cantik Maura , di suguhkan nya senyuman mematikan Daniel ,dengan tatapan yang sangat menusuk .


Daniel berlalu meninggalkan Maura , tidak perduli dengan teriakan Maura yang belum bisa menerima.


_________


Daniel membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi , lagi-lagi Alex memperingati agar kejadian dimana Daniel hampir menabrak Lala. Namun ucapan Alex tak di gubris sama sekali, di injaknya pedal gas dengan kaki panjangnya . Daniel mengemudi dengan brutal namun tetap dengan profesional , umpatan-umpatan dari mulut para pengendara lain mungkin sudah tidak bisa di tolak hingga.


Decitan suara ban mobil yang di paksa berhenti saat masih dengan laju membawa Daniel dan Alex.


Alex sedikit panik , bukan karena takut dengan kecepatannya namun takut jika terjadi hal yang tidak di inginkan.


Daniel memarkirkan mobil sport nya dengan melintang .


" Bereskan". Ucap Daniel lalu berlalu.


Club malam yang menjadi langganan Daniel menjadi tujuannya.


Suara dentuman musik dengan lampu kelap-kelip dan bau alkohol menyeruak saat langkah kaki pertama di injakan di atas lantai berwarna putih.


Daniel masuk dengan elegan , tatapannya lurus pada satu ruangan yang sudah menjadi tempatnya untuk melampiaskan perasaannya.


Dua pria bertubuh tinggi dengan badan kekar , di bungkus dengan setelan jas senada dengan celana hitam panjang khas ala bodyguard dan kaca mata hitam yang terpajang di wajah tanpa senyum , membuka pintu untuk Daniel dengan sedikit membungkuk.


" Tuan". Ucapnya.


Daniel duduk di salah satu sofa dengan dua wanita panggilan yang sudah di siapkan. Botol minuman beralkohol berjejer rapih di atas meja, bersanding dengan gelas kaca bertangkai tinggi.


Dituangkan nya air berwarna bening ke dalam gelas yang berada di dalam genggaman wanita bertubuh seksi.

__ADS_1


Daniel menyeruput sedikit demi sedikit menikmati rasa manis bercampur pahit dari air dalam gelasnya.


" Tuan". Ucap salah satu wanita berambut panjang dengan gaun malam berwarna hitam.


Daniel menoleh lalu tersenyum nakal.


Dari arah kanan satu tangan wanita dengan bibir tebal membuka kancing baju kemeja milik Daniel . Dari arah kiri nampak satu wanita dengan jari lentiknya mengusap rahang Daniel , tangan Daniel bermain nakal pada wanita yang menjadi pelampiasan nafsu Daniel. Dengan terus meneguk minuman dala gelasnya hingga tidak terasa botol-botol yang di hadapannya kosong tak tersisa.


Di sentuhannya bagian yang begitu menggiurkan , gundukan yang begitu terlihat besar dan berisi, sedikit bermain menggunakan mulutnya lalu di ***** **** wanita yang sengaja memancing ***** Daniel . Walaupun hanya sekedar bermain dengan jarinya namun Daniel nampak begitu handal memainkan setiap inci pada ***** para wanita panggilannya.


Begitu puas dengan permainan jarinya , Daniel mendorong lalu mengusir saat di rasa cukup membuatnya puas.


Jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam , semakin bertambah kencang musik yang di mainkan . Lenggokkan tubuh para wanita malam semakin membuat riuh di atas dance floor berpadu dengan lampu kelap-kelip di bagian atas.


Layar ponsel Daniel terus berkedip di dalam saku jas yang ia gantungkan di atas sofa , suara dering kalah dengan suara musik yang berbunyi memenuhi semua ruangan .


" 1 botol lagi". Ucap Daniel pada salah satu waiters , dengan satu jari ia angkat ke depan.


" Mm maaf tuan , anda sudah mabuk , sa saya tidak bisa memberikan lagi". Ucap pria dengan kemeja putih berlapis rompi hitam .


Alex melihat dengan sedikit menyipitkan matanya , mengingat Alex yang tidak terbiasa menenggak minuman keras maka , sedikit membuatnya pusing.


Bergegas Alex mendekat ke arah Daniel yang sedikit berdebat dengan salah satu waiters .


" Maaf , kamu bisa pergi". Ucap Alex yang melihat raut takut di wajah laki-laki bertubuh kurus .


Alex lalu memapah tubuh Daniel dengan sedikit limbung .


" Kita pulang , Lo udah mabuk ". Ucap Alex sembari memapah Daniel.


Daniel sedikit memberontak namun masih bisa Alex tahan.


________


Lala nampak sudah sangat mengantuk , di rebahkan tubuhnya di atas sofa empuk sembari mengutak-atik layar ponselnya.


" Kemana dia ". Ucap Lala khawatir.


Sudah berpuluh-puluh kali Lala menekan tombol panggilan namun tidak ada satupun yang terjawab.


Bangkit Lala dari posisinya ,, sembari mengecek ke arah luar pintu. Masih belum ada tanda-tanda seseorang datang dari arah lift.


_____


Hai teman Mama kecil ❤️. Bagiamana kabar hari ini ?


🥰 Jangan lupa dukung Mama kecil ya.


satu like sangat berarti buat author 🤗.

__ADS_1


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰.


__ADS_2