
Anna menunggu dengan gelisah , kabar dari Alex cukup membuatnya berdebar .
" Sayang , duduk lah , apa kaki ku tidak lelah ?". Seru David pada istrinya. Kepalanya sedikit pusing melihat bagaimana Anna terus mondar mandir bak setrikaan.
" Cekk, kemana mereka berdua kenapa lama sekali?''. Keluh nya . David hanya menggelengkan kepalanya pelan , pandangannya kembali fokus pada layar monitor di ponselnya.
Lala sedang berbaring di atas ranjang empuk miliknya , tangannya nampak lihai mengetik setiap angka di dalamnya . Berbalas pesan dengan sahabatnya cukup membuat nya terhibur, membicarakan tentang kegiatan masing-masing , tawanya terdengar renyah dengan pertanyaan - pertanyaan yang sedikit nyeleneh.
Ting.
Pesan masuk kembali kini pertanyaan dari Allena , gadis periang dengan tubuh yang sempura.
" Terus , entar mau honey moon di mana?".
" Heh , honey moon honey moon , sah aja belom ".
" Ahahaa , kan nyari tempat dulu boleh lah la". Kini Nanda yang membalas.
" Ihh , kalian ini seneng banget godain gue". Lala menjawab dengan tersipu .
" Ciiee, ada yang malu-malu meong ni Nda".
" Uhuyy , deg degan nya nyampe sini Len ". Sahut Nanda lagi.
" Udah sih , gue malu beneran tau".
" Ahahahaa ". Kini mereka berdua kompak tertawa .
" Guys , sambung besok lagi ya , gue harus berangkat pagi soalnya ". Ucap Nanda menyudahi obrolan mereka.
" Kuy lah ". Allena membalas.
" Ok , bye sayang akoh". Lala mengakhiri obrolan.
Lala berpindah posisi duduk dengan tubuh setengah berbaring bersandar pada sandaran ranjang, tangannya mengutak atik nomor yang sedari tadi menjadi obrolan mereka.
_______
Daniel duduk di kursi belakang sebelah kiri nampak Alex sedang fokus mengamati jalanan yang cukup ramai , matanya sesekali menatap ke atas belakang lewat kaca yang berada di atasnya.
Dering ponsel Daniel terdengar sering , sedangkan wajahnya nampak gembira . Ya sudah di pastikan ia sedang berbalas pesan dengan gadis kecilnya , tidak mungkin jika ia berbalas pesan dengan rekan bisnisnya di selipkan senyum di bibirnya ya itu terdengar mustahil jika Daniel bisa tersenyum pada lawan bicaranya . Wajah tegas dengan raut dingin sudah menjadi kebiasaan nya selama ini.
Sampai mereka di depan gerbang tinggi dengan tembok kokoh , mobil sport hitam milik Daniel masuk kedalam pekarangan Mension utama .
Brak.
Pintu mobil di tutup dengan pelan , Daniel melangkah lebar di susul dengan Alex yang selalu mengekor di sisinya.
Anna bangkit dari duduknya begitu mendengar suara mobil yang berhenti tak jauh dari pintu.
" Kalian sudah datang". Seru Anna dengan senyum mengembang.
" Hai Mom". Seru Daniel lalu memeluk ibunya.
" Mom". Ucap Alex iga memeluk Anna.
" Kenapa kalian lama sekali?". Ucap Anna tak sabar.
" Kura-kura yang membawanya mom, jadi wajarlah jika lama". Ucap Daniel sembari melirik ke arah Alex.
" Enak aja Lo , tadi sedikit macet mom jadi kita sedikit lama di jalan". Ucap Alex memberi penjelasan.
" Cek , kalian ini selalu saja begini , apa di kantor juga sama?".
__ADS_1
" Tidak , apa kata orang kalau Daniel berdebat dengan Alex " . Ucap Daniel sembari melangkah ke dalam.
Alex tak menjawab Anna pun hanya menggelengkan kepalanya pelan.
Mereka berjalan beriringan menuju meja makan , nampak David sudah duduk dengan tenang , semua hidangan sudah tertata di atas meja.
" Dad". Seru Daniel juga Alex.
" Hmm , duduk lah kita makan dulu sudah mulai dingin makanannya ". David memberi saran.
Denting sendok juga garpu saling bersahutan makan malam berjalan dengan tenang.
Makanan di atas meja sudah habis tinggal menyisakan piring juga gelas yang kotor .
Daniel duduk bersebrangan dengan Ayah nya Anna duduk tepat di sebelah David di sofa yang memanjang di sebelah Alex.
Pembicaraan serius yang sejak tadi di tunda pun akhirnya di utarakan.
" Jadi , bagaimana?". Tanya David memastikan.
" Daniel mau melamar Lala secara langsung". Daniel bicara dengan mantab.
David mengangguk mengerti lalu menatap ke arah istrinya , Anna pun tersenyum senang dengan ucapan Daniel.
" Baik , tapi bagaimana dengan keluarganya , apa orang tua nya setuju?''.
" Sudahlah dad , bukan Daniel tidak tahu . Dan kenapa Daddy juga Mommy tidak bilang jika Daniel ingin di jodohkan dengan Lala".
" Bukannya kau yang selalu menolaknya ". Kini Anna menjawab.
" Cek , tapi kan Mommy tidak bilang siapa mama gadis itu".
Alex yang hanya menjadi pendengar pun hanya terdiam , sesekali ia tersenyum alu kembali lagi menatap ke arah layar ponselnya.
" Kau tidurlah dulu, aku sedikit terlambat ". Send.
Alex mengirimkan pesan singkat .
" Sudahlah yang penting kau sudah bersamanya bukan".
" Dan kau Alex".
Merasa namanya di sebut Alex mendongak bingung ke arah Mommy nya.
" Ya ".
" Kau , kapan kau akan mengenalkan calon menantu untuk Mommy , Daniel sudah mendapatkan nya , dan sekarang giliran kamu". Ucap Anna.
" Tenang Mom Alex sudah punya calonnya".Alex menjawab dengan senyum penuh arti .
Sontak kini Daniel juga David beralih menatap tajam ke arah Alex.
" Lo ga pernah cerita".
" Lo ga pernah tanya, lagian siapa yang bisa menolak pesona seorang Alex". Alex berucap dengan penuh kemenangan.
" Cih , kata-kata itu kau mengulang nya". Daniel berdecih dengan senyum sinis.
" Sudah , bagus la lalu kau juga sudah punya calon lex , maka cepatlah kau bawa kemari" . David menengahi sebelum mereka kembali saling mengejek.
" Nanti dad , kalau Daniel sudah menikah nanti Alex akan kenalkan ". Alex bicara dengan cepet.
" Baik , Daddy juga Mommy mau kabar baik secepatnya . Dan untuk mu Daniel kau tau kan siapa gadis yang kau pulih?". Daniel mengangguk.
__ADS_1
" Tidak mudah mereka mendapatkan nya , maka kau harus menjaga dan bertanggung jawab atas apa yang kau pulih , jangan sesekali kau membuatnya menangis , Daddy tau betul bagaimana Ayah nya". David sedikit memberi wejangan untuk ke dua anaknya terutama Daniel yang nampak sudah matang dalam keputusan nya.
" Baik dad , Daniel mengerti ".
Pembicaraan perihal lamaran sudah di tentukan .
Makanan di atas meja sudah habis tinggal menyisakan piring juga gelas yang kotor .
Daniel duduk bersebrangan dengan Ayah nya Anna duduk tepat di sebelah David di sofa yang memanjang di sebelah Alex.
Pembicaraan serius yang sejak tadi di tunda pun akhirnya di utarakan.
" Jadi , bagaimana?". Tanya David memastikan.
" Daniel mau melamar Lala secara langsung". Daniel bicara dengan mantab.
David mengangguk mengerti lalu menatap ke arah istrinya , Anna pun tersenyum senang dengan ucapan Daniel.
" Baik , tapi bagaimana dengan keluarganya , apa orang tua nya setuju?''.
" Sudahlah dad , bukan Daniel tidak tahu . Dan kenapa Daddy juga Mommy tidak bilang jika Daniel ingin di jodohkan dengan Lala".
" Bukannya kau yang selalu menolaknya ". Kini Anna menjawab.
" Cek , tapi kan Mommy tidak bilang siapa mama gadis itu".
Alex yang hanya menjadi pendengar pun hanya terdiam , sesekali ia tersenyum alu kembali lagi menatap ke arah layar ponselnya.
" Kau tidurlah dulu, aku sedikit terlambat ". Send.
Alex mengirimkan pesan singkat .
" Sudahlah yang penting kau sudah bersamanya bukan".
" Dan kau Alex".
Merasa namanya di sebut Alex mendongak bingung ke arah Mommy nya.
" Ya ".
" Kau , kapan kau akan mengenalkan calon menantu untuk Mommy , Daniel sudah mendapatkan nya , dan sekarang giliran kamu". Ucap Anna.
" Tenang Mom Alex sudah punya calonnya".Alex menjawab dengan senyum penuh arti .
Sontak kini Daniel juga David beralih menatap tajam ke arah Alex.
" Lo ga pernah cerita".
" Lo ga pernah tanya, lagian siapa yang bisa menolak pesona seorang Alex". Alex berucap dengan penuh kemenangan.
" Cih , kata-kata itu kau mengulang nya". Daniel berdecih dengan senyum sinis.
" Sudah , bagus la lalu kau juga sudah punya calon lex , maka cepatlah kau bawa kemari" . David menengahi sebelum mereka kembali saling mengejek.
" Nanti dad , kalau Daniel sudah menikah nanti Alex akan kenalkan ". Alex bicara dengan cepet.
" Baik , Daddy juga Mommy mau kabar baik secepatnya . Dan untuk mu Daniel kau tau kan siapa gadis yang kau pulih?". Daniel mengangguk.
" Tidak mudah mereka mendapatkan nya , maka kau harus menjaga dan bertanggung jawab atas apa yang kau pulih , jangan sesekali kau membuatnya menangis , Daddy tau betul bagaimana Ayah nya". David sedikit memberi wejangan untuk ke dua anaknya terutama Daniel yang nampak sudah matang dalam keputusan nya.
" Baik dad , Daniel mengerti ". Ucapnya mantab.
>>>>>>>
__ADS_1