GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Alex


__ADS_3

Malam itu , Alex di buat sangat sibuk , sejak pagi ia sudah harus ke sana kemari menyiapkan semua nya.


" Sempurna". Ucapnya sembari menepuk tangan seolah sedang membersihkan debu di telapak tangan nya.


Alex berjalan menuju luar area pasar malam sembari menunggu Daniel datang , ia mengistirahatkan tubuh lelahnya di dalam mobil yang sudah terparkir rapi di area khusus.


Klunting .


Ponselnya berbunyi menandakan pesan masuk. Dirogoh saku jasnya lalu melihat nama yang tertera di atasnya.


Daniel :{ Bagaimana }. Isi pesan Dagniel.


{ Aman}. Send.


Alex mendekat ke arah Daniel tanpa sepengetahuan Lala . Berjalan sembari memegangi earphone bluetooth kecil berwarna hitam.


" Apa ini yang dinamakan bermain bersama anak". Ucap Alex lirih sembari tersenyum , melihat bagaimana Lala merengek meminta Daniel ikut menaiki wahana yang begitu lucu untuk seorang CEO dengan sebutan pria dingin.


Alex menyusuri tempat dimana semua anggotanya akan membuat kejutan untuk kekasih tuannya.


Ya Alex hanya bisa menghela nafas panjang , saat dirinya akan menyaksikan ke uwuwan tuan muda yang pasti dia akan mendapat ejekan .


" Kau , carilah pasangan setelah ini". Ucap Alex menirukan gaya bicara tuan Daniel.


" Pak".


Teriak sedikit kecil dari arah belakang.


Alex menoleh , alisnya terangkat saat melihat siapa yang ada di belakangnya.


" Kau , kenapa ada di sini?". Tanya Alex pada pria di samping gadis yang ia hiraukan .


" Ehehee , anak muda Tuan ". Ucapnya sembari nyengir kuda .


Di tatapnya wajah sedikit bulat milik sahabat baik kekasih Tuannya.


" Kau , baru sampai". Ucap Alex datar .


" Iya pak, ini Nanda mau mengembalikan sapu tangan bapak tempo hari". Nanda mengangguk sembari menyodorkan sapu tangan pada Alex.

__ADS_1


Alex mengambilnya lalu masih menatap heran pada dua sejoli yang nampak malu-malu.


Ia tahu bagaimana sifat anak buahnya . Ya Irfan berjalan sembari menggandeng tangan kiri Nanda.


" perkenalkan pak , ini pacar Nanda yang baru". Ucap Nanda sembari tertunduk malu , pasalnya ia masih ingat bagaimana wajah mengenaskan saat ia menangis tanpa tahu malu.


" Apa secepat itu nona?" . Tanya Alex bingung .


" Ehehee, tawa canggung keduanya". Irfan dan Nanda saling bertatapan , dengan kepala sedikit menunduk.


Alex menggelengkan kepalanya . Bingung dengan kisar percintaan anak jaman sekarang , bisa-bisanya beberapa hari yang lalu menangis sesenggukan dalam hitungan detik sudah mendapat yang baru.


" Kau , kemana sikap profesional mu , kau terlihat cekatan dalam bekerja , kenapa sekarang terlihat seperti anak kucing". Ucap Alex menatap anak buah sekaligus tangan kanannya dengan sudut bibir yang sedikit terangkat .


" Baik tuan ". Ucap Irfan dengan tegas .


Alex berlalu meninggalkan mereka .


Di tempat lain , Lala Yanga sedang menikmati gula kapas di tangannya ,tersenyum manis , di ulurkannya gula kapas di tangannya.


" Aaa". Ucap Lala sembari menyodorkan secuil gula kapas .


" Ayolah sedikit saja ". Kekeh Lala . Dan terpaksa , Daniel membuka mulutnya lalu mengecap gula kapas yan lumer di lidahnya.


" Ini , tidak terlalu buruk". Ucapnya lagi begitu gula kapas sudah habis di mulutnya.


Senyum merekah di wajah keduanya, dan lagi Alex hanya menjadi penonton setia di balik kemesraan bos dan gadis kecil nya.


" Huff, Tuhann , kenapa tidak kau kirimkan aku jodoh dengan segera". Keluh Alex dengan kepala yang menatap ke atas langit yang dihiasi bintang.


Begitu semua permainan sudah mereka jajal kini Daniel dan juga Lala berjalan hendak menaiki satu wahana yang akan menjadi puncak acara mereka malam ini. Namun sayang wajah panik Alex terlihat di balik gelapnya malam.


" Sial, kemana jatuhnya benda itu". Ucap Alex sembari menunduk mencari earphone bluetooth yang terjatuh .


" Hai , kamu cari ini". Ucap wanita cantik di hadapannya sembari menyodorkan earphone yang dari 15 menit lalu ia cari .


" Terima kasih". Ucap Alex , tangannya terulur hendak menerima . Namun gadis itu menarik lagi tangannya.


Alex mengernyitkan dahinya , menatap bingung.

__ADS_1


" Aku sudah membantu mu menemukan arang berharga mu , dan sekarang kau yang membantu ku, bagaimana?". Tawar gadis cantik di depannya.


'' Aku sedang terburu-buru , tidak ada waktu untuk meladeni omong kosong mu nona , cepat kemarikan earphone nya ". Ucap Alex cepat sembari membuka tangan.


" Aku tidak sedang bercanda , kau harus menolong ku , jadi kita sama-sama aman . Bagaimana ".


" Tenang , kamu tidak perlu melakukan nya sekarang ". Ucap gadis itu cepat.


" Baik ". Jawab Alex dengan lantang.


" ga perlu di ladeni , yang penting gue selamat dulu Sekarang". Ucapnya dalam hati sembari melirik ke atas di mana Lala dan Daniel sudah mengudara di dalam jeruji berbentuk sangkar burung .


" Kemarikan ponsel mu?".


" Untuk apa?".


" Cepat , atau kau akan terkena masalah karena membuat kesalahan". Ucap gadis itu cepat lalu merebut ponsel di tangan Alex.


" Heii, ini sama saja pemaksaan". Ucap Alex hendak merebut kembali ponselnya.


" Ini , aku pegang janji mu tuan". Ucap gadis itu cepat menyodorkan ponsel milik Alex lalu pergi meninggalkan Alex yang sedikit kesal.


Raut bahagia tergambar di wajah cantik gadis itu , sembari berlari kecil menjauh dari Alex.


" Yess ,gue aman ". Ucapnya lalu menghilang dari pandangan.


" Gadis aneh ". Seru Alex lalu mengalihkan pandangannya di mana Lala dan Daniel.


" Bersiaplah ". Ucapnya sembari menekan tombol di earphone nya.


Di lihatnya Daniel dari bawah sana dengan kode di tangannya.


Lalu Alex memberi kode pada pasukannya berseragam hitam , membentuk kata demi kata.


Alex tersenyum membayangkan jika dirinya di posisi Daniel.


" Ah , apa yang gue pikirin ". Ucap Alex menepis senyum di bibirnya.


>>>>>>>

__ADS_1


Makasih semua 🤗


__ADS_2