
Tinggi ,semakin tinggi , mereka di bawa menuju puncak , lalu turun dengan perlahan . Putaran pertama , kedua hingga saat diputaran ketiga tiba-tiba lampu padam .
Klekk.
Suara besi yang berhenti mendadak.
Semua menjadi gelap , Lala panik bukan kepalang , wajahnya pucat pasi .
Bagaimana tidak , kini hanya ada dia dan Daniel yang berada di dalam sana , menggantung di atas tiang besi berbentuk bulat .
Aaaaaa,,
Teriak Lala lalu terduduk di lantai jeruji , dengan memeluk erat ke dua lututnya.
" Sstttt , sudah tidak apa-apa , ada aku di sini , tenanglah". Daniel merengkuh tubuh kecil Lala yang mengigil takut ,di usapnya lembut punggung gadis kecilnya .
Lala terisak , lampu padam , dia kini terjebak di sangkar yang entah siapa yang bisa menolongnya , pikir Lala , dengan wajah panik Daniel terus memeluk erat.
" Aku takut Nil". Ucapnya sembari tergetar .
Lala memeluk erat tubuh kekar Daniel , duduk ia di kursi dalam kepanikan .
Ralat , hanya Lala yang merasa begitu.
Tangannya menyapu pipi yang sudah basah akibat lelehan kristal bening di pelupuk matanya. Matanya terpejam erat namun , air mata seolah tidak bisa di bendung lagi.
Meleleh dengan sendirinya , tidak bisa di tahan.
Daniel menenangkan dengan sangat hati-hati , suaranya begitu lembut terdengar di telinga Lala bersama dengan desiran angin malam yang menemani mereka.
" Sudah jauh lebih baik? hmmm ". Taya Daniel masih dengan posisi yang sama.
Bajunya basah oleh air mata Lala, tapi tidak sedikitpun membuatnya merasa dingin.
" Iya". Ucap Lala mengangguk.
Daniel tersenyum hangat , di angkatnya dagu runcing Lala , di usapnya perlahan wajah juga matanya yang sudah sembab karena menangis.
" Tenang saja , aku akan mencari bantuan untuk kita ". Ucap Daniel lalu merogoh saku celananya dan memamerkan ponselnya pada Lala.
Lala tersenyum kecil , Marasa Daniel akan menjaganya dengan baik.
"Sembari menunggu , kita nikmati saja malam ini". Ucap Daniel lalu menunjuk ke atas langit hitam yang membentang luas .
__ADS_1
Taburan bintang-bintang kecil dengan bulan yang menggantung di atasnya seolah sedang menemani mereka di kegelapan malam.
Senyum itu muncul dengan sendirinya, menikmati keindahan malam yang belum pernah ia rasakan, seolah rasa takut nya menghilang sedikit demi sedikit.
Daniel bangkit dari duduknya berdiri tepat di belakang Lala , seolah memberi perlindungan untuk gadis kecil nya.
" Kau suka ". Ucap Daniel lembut sembari memeluk erat tubuh kekasihnya.
Lala mengangguk dengan senyum yang masih mengembang.
" Ini sangat indah , aku belum pernah melihatnya , sekarang aku seolah sedang terbang mendekat ke arah mereka". Ucap Lala dengan mata yang terus memandang ke atas lalu merentangkan kedua tangannya seolah dia benar-benar sedang terbang .
Daniel tersenyum lalu mengecup sayang pucuk kepala Lala.
" Bersiaplah". Suara seseorang di sebrang sana menggunakan earphone kecil yang terselip di telinga Daniel tanpa sepengetahuan Lala tentunya.
Daniel melirik ke bawah lalu memberi kode .
" Sayang , coba lihat ke bawah". Ucap Daniel dengan lembut.
Lala mendengar lalu melihat ke arah bawah sesuai instruksi Daniel.
Matanya membulat sempurna , seolah tidak percaya dengan malam ini.
Nampak cahaya lilin yang berjalan , ada banyak orang berbaju hitam membentuk formasi yang nampak kecil dari atas sana , namun cahaya lilin sangat terlihat begitu jelas , lalu terlihat lah deretan tulisan HAPPY BIRTHDAY.
" Selamat ulang tahun gadis kecil ku". Ucap Daniel dengan memeluk erat dari belakang.
" Bagaimana kau tau?". Tanya Lala dengan wajah penuh kejutan.
" Itu mudah bagiku". Ucapnya cepat dengan ekspresi angkuh tentunya.
Belum sempat Lala menjawab lagi , ia di buat terkejut lagi dengan lilin yang sudah berganti "CLAUDIA AYUNDA ". lagi tulisan itu berganti dengan cepat , seolah mereka yang membawa lilin sudah terlatih " WILL YOU MARRY ME ". Matanya membulat , senyum nya mengembang , ia menoleh ke arah belakang di mana Daniel berdiri.
Lagi Lala hanya mampu terdiam dengan ekspresi yang sudah entah bagaimana , jika ini siang hari atau lampu yang menyala, mungkin sudah jelas terlihat rona wajah Lala yang sudah memerah . Sembari menutup mulutnya yang terbuka dengan kejutan berikutnya.
Kini giliran Daniel yang sudah berjongkok sembari memamerkan kotak dengan cincin cantik di dalamnya . Matanya memanas , cairan bening tumpah dengan sendirinya.
" Will you marry me Claudia Ayunda". Ucap Daniel dengan menatap lekat wajah cantik Lala .
" Ini terlalu cepat Daniel". Ucap Lala tidak percaya.
" Aku sudah cukup dewasa , aku juga sudah berjanji akan menjadikan mu satu-satunya wanita di hidupku , jadi. Maukah kamu menikah dengan ku ?". Ucap Daniel lagi dengan senyum terukir di wajahnya.
__ADS_1
" Yes i Will". Ucapnya lalu mengulurkan tangannya pada Daniel.
Di selipkannya cincin cantik dengan hiasan berlian di atasnya , pas di jari manis Lala seolah Daniel benar-benar tahu ukuran untuk jari kecil kekasihnya.
Daniel bangkit lalu memeluk erat tubuh kecil Lala dengan sayang.
" Terima kasih". Ucapnya lagi sembari mengecup puncak kepala Lala dengan sayang.
Di putarnya tubuh Lala menghadap ke arah depan , tangannya menutup kedua telinga Lala , seolah akan ada ledakan yang dahsyat.
Di angkat dengan hati-hati kepala Lala dengan kedua tangan di telinga Lala.
Duuuaarrrr.
Dan benar saja suara ledakan itu terdengar sangat mengejutkan , lalu memancarkan cahaya ke atas langit dengan membentuk kata
I LOVE YOU.
Lala berbalik , lalu memeluk erat tubuh kekar Daniel , air matanya lagi-lagi menerobos keluar .
"Kenapa menangis?". Ucap Daniel sembari mengusap kepala Lala.
" Aku bahagia , terima kasih Daniel . Berjanjilah untuk selalu bersama ku". Ucap Lala liris di sela isak nya.
Daniel tersenyum bahagia mendengar permintaan yang jelas memang ini keinginan nya .
" Aku berjanji , nyawa ku taruhannya". Ucap Daniel dengan yakin.
Begitu selesai dengan kembang api yang menyala di atas langit , kini lampu menyala dengan terang , semua seolah berjalan dengan biasanya , keranjang besar yang membawa mereka kini berputar pelan membawanya turun mendekat ke atas tanah.
" Ini semua ulah mu?". Tanya Lala sembari menatap ke arah mata biru milik Daniel.
" yes, this is all for you". Ucap Daniel dengan sombong.
Lala tersenyum lalu memeluk erat tubuh kekar dengan aroma maskulin yang menyeruak di Indra penciuman Lala. Terasa begitu menenangkan.
________
Haiiii , bagaimana kabar hari ini?
Semoga sehat selalu buat kita semua. Jangan lupa beri jejak ya 🤗.
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰.
__ADS_1
Tertanda: Mama kecil ❤️
Mmmuuuaahhh 😘