GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Kejutan 2


__ADS_3

Malam menyapa , Lala begitu antusias untuk pergi bersama Daniel . Pasar malam yang letaknya tidak begitu jauh dari apartemen mereka , tepatnya di tengah-tengah lapangan hijau yang tidak jauh dari taman kecil yang berada di kawasan padat penduduk.


Lala yang sejak 4 hari yang lalu merengek bak anak kecil , meminta Daniel menemaninya untuk berkencan dengan alasan .


" Kau belum membayar hutang mu ".


" Apa hutang ku?". Tanya Daniel sembari mengingat kapan ia meminjam uang , toh mana mungkin dia tidak punya uang sehingga meminjam pada karyawan nya sendiri.


Lala berdecak , mengingatkan nya kembali kejadian dimana mereka sedang menikmati makan siangnya di salah satu mini market tempo hari.


" Kan kamu yang berjanji akan mengganti semua makanan ku yang belum ku habiskan waktu itu ". Ucap Lala lalu menghentakkan kakinya dengan sedikit kuat .


" Bukannya itu semua aku yang membayarnya , jadi apa aku juga harus membayar hutang ku?". Tanya Daniel jahil.


" Kau ini , tidak tetap janji sekali".Sungut Lala sembari memonyongkan bibirnya dengan kedua tangan bersedekap di atas dada.


Daniel tertawa kecil mendengar penjelasannya gadis kecilnya . Tangannya mulai gatal jika tidak menjewer bibir mungil yang selalu nampak menggemaskan dengan ekspresi wajah yang cemberut.


Di tariknya bibir mungil Lala dengan gemas sembari mengikuti tingkah laku Lala yang memamerkan bibirnya.


" Jangan menggoda ku , lihat lah bagaimana bibir mu mengalah kan tinggi dari hidung mu". Ucapnya gemas lalu beralih pada hidung kecil Lala yang sedikit mancung .


" Emmmhhh, kenapa sih senang sekali menarik bibir Lala , kamu kira tidak sakit apa? ". Sungut Lala lalu menarik telinga Daniel dengan kencang.


" Aww".


Dani mengaduh sembari menahan tangan Lala yang menarik telinganya kebawah.


" Kau curang ". Ucap Lala.


" Kenapa?".Tanya Daniel dengan mengernyitkan dahinya sembari menahan kepalanya agar tidak terlalu menunduk.


" Baru satu kali aku menjewer , kamu sudah merasa sakit , bagaimana dengan ku , yang hampir tiap hari kamu tarik bibirnya ". Ucap Lala kesal lalu menghempaskan tangan nya.


Setelah puas saling menjewer ,akhir nya Daniel mengalah dan menyetujui nya, walau sebenarnya Daniel juga berniat ingin mengajaknya keluar tapi tidak untuk pasar malam , Daniel yang tidak pernah menginjakkan kaki nya di acara tersebut di buat sedikit ragu untuk mengenakan pakaian nya.

__ADS_1


Di pilihnya calana dasar dengan setelan kemeja berwarna navy di padukan dengan sepatu mengkilap tentunya .


" Ayo". Ucapnya dengan pede sembari menggandeng tangan Lala.


Lala mendongak lalu tawanya tidak bisa di sembunyikan .


Wuahahahahaahaaa.


Begitu terasa tanpa beban Lala menertawai gaya Daniel yang tidak cocok untuk malam ini.


" Apa yang kau tertawaan?". Tanya Daniel aneh, menurut nya penampilan malam ini tidak terlalu buruk.


" Bapak mau kondangan atau mau pacaran ala anak muda pak?". Ucap Lala masih dengan tawa yang sebisa mungkin ia hentikan.


" Kenapa?".


" Lihatlah , gaya mu ini sudah seperti mau pergi ke kondangan atau ke acara formal saja ". Ucap Lala lalu menggandeng Daniel masuk ke dalam kamar nya.


" Duduk lah, biar Lala yang mencarikan gaya yang cocok untuk anak muda". Ucapnya sembari membongkar isi lemari pakaian Daniel.


" Heii nona , apa menurut mu aku ini sudah tua?". Tidak terima ucapan Lala dengan kata anak muda yang seolah sedang mengatai nya orang tua.


Daniel tidak menjawab , hanya memperhatikan Lala yang sibuk membolak-balik baju yang tergantung di lemari pakaian yang terletak di walkin closet miliknya.


" Nahh, ini baru cocok". Ucap Lala dengan menyodorkan celana panjang putih yang tidak terlalu formal dengan setelan kaos hitam , senada dengan pakaian yang Lala kenakan.


Jins hitam dengan baju putih yang terlihat santai namun tidak terlalu berlebihan .


" Kamu pergilah berganti pakaian aku tunggu di ruang tamu , 5 menit cukup kan". Ucap Lala lalu di angguki Daniel.


_______


" Bagaimana, apa sudah semua?". Tanya Daniel antusias melalui sambungan telepon.


" Sudah , Lo tenang aja, semua keamanan juga udah gue kerahin". Ucap Alex dengan cepat.

__ADS_1


" Bagus , setelah ini , Lo juga harus menyusul". Ucap Daniel dengan tawa mengejek.


" Dasar , sekarang lo juga ngeledek gue". Ucap Alex sembari mengingat kejadian dimana ia di pojokan di kediaman Mahessa.


Daniel keluar menuju ruang tamu di mana gadis kecilnya menunggu. Pintu dibuka , di lihatnya Lala sedang mengutak-atik layar ponselnya , dengan senyum yang sesekali terlihat .


" Ayok". Ucap Daniel begitu di depan Lala.


Senyum Lala merekah , pandangan nya tidak lepas dari wajah Daniel , di lihatnya dari atas sampai bawah dengan gaya baru yang ia berikan . Celana putih dengan kaus hitam , kakinya di balut dengan sepatu sneaker berwarna putih .


Tubuh tinggi dengan badan yang ideal , nampak sangat berbeda dengan Daniel yang biasanya menggunakan setelan jas yang hampir tidak pernah lepas dari tubuhnya.


" Sempurna , kau sangat tampan Daniel". Ucap Lala tanpa berkedip.


" Kua baru menyadarinya jika kekasih mu itu sangatlah tampan". Ucap Daniel dengan gaya angkuhnya.


Lala tersadar dari lamunannya , cepat-cepat ia menetralkan raut wajahnya.


" Tidak , maksud ku . Kau lumayan tampan , tidak seperti om om yang akan membawa sugar baby nya pergi jalan-jalan ". Ucap Lala cekikikan.


Daniel tersenyum dengan manis , sikap Lala yang seperti ini lah yang membuat nya semakin nyaman , tidak memandang harta seperti kebanyakan gadis lain.


Cup.


Daniel mengunci bibir Lala dengan cepat , di lumatnya sedikit bibir mungil merah muda yang terasa begitu manis di lidahnya.


" Bonus untuk mu , karena sudah mengakui aku tampan". Ucap Daniel lalu meninggalkan Lala yang terkejut karena ulahnya , sembari memegangi bibirnya yang sedikit lembab .


>>>>>>


Salam sayang buat semua 🤍


Semoga harimu menyenangkan 🥰


Salam manis dari Mama kecil ❤️

__ADS_1


Muuuaahhhh 😘


Jangan lupa jejaknya ya.


__ADS_2