
Tiba di depan pintu lift khusus CEO , nampak karyawan memperhatikan sembari bertanya-tanya mengenai kedekatan mereka dan kebetulan melihat langsung dimana Maura dan juga Daniel berdebat.
" Sepertinya tadi baru saja ada perdebatan". Bisik pria pada rekannya dengan tangan yang memegang kertas.
" Ssttt , sudah tidak perlu ikut campur , yang ada nanti kamu di pecat". Jawab rekannya memperingati.
" Iya ". Ucapnya lalu tutup mulut seolah tidak terjadi apa-apa.
Pasalnya mereka tahu bagaimana tata tertib di kantor ini . Tidak ada kata ampun untuk mereka yang berbuat salah .
______
Daniel masuk masih dengan amarah yang tertahan , tidak sadar dengan cengkraman tangannya yang semakin kuat hingga Lala meringis sakit.
" Aduh , maaf pak tangan Lala sakit". Keluhnya sembari memegangi pergelangan tangan yang masih dalam cengkeraman Daniel.
Daniel tersadar lalu mengendurkan pegangannya.
" Maaf saya tidak sengaja , apa masih sakit?" Tanya Daniel penuh perhatian.
Lala menggeleng , tidak berani banyak bertanya , cukup tahu diri bagaimana kondisi Daniel saat ini . Tidak mudah menjadi Daniel harus merelakan sebagian perasaannya hancur. Bisa dilihat bagaimana tatap matanya saat berbicara pandangan Maura . Penuh luka yang tersembunyi di balik sikap tegasnya.
Ting
Pintu terbuka , mereka berjalan beriringan sudah tidak menggenggam tangan Lala lagu , Daniel jalan dengan sedikit pelan menyesuaikan langkah kaki kecil Lala.
Pintu di buka Lala masuk terlebih dahulu .
__ADS_1
" Tangan mu masih sakit jadi jangan terlalu banyak gerak " . Ujar Daniel sembari membuka pintu.
Lala hanya menurut saja memang masih sedikit terasa ngilu namun sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya . Salep yang di belikan Alex cukup ampuh , entah karena mereknya yang bagus atau karena urutan tangan Daniel yang profesional sehingga kini tangannya sudah tidak begitu nyeri.
________
Alex memarkirkan mobilnya di basemen , sebelumnya dia sudah melihat Maura datang dari arah jalan raya , mungkin ia baru saja turun dari taksi. Tidak ingin ikut campur mengenai mantan tunangannya dengan atasannya , di lajukan kendaraannya menuju basemen lalu melangkah menuju lift khusus CEO.
Namun sayang saat kakinya hendak melangkah tidak sengaja Alex mendengar desas-desus mengenai Daniel dan Lala. Alex menghentikan langkahnya lalu berputar mendekat ke arah sumber suara.
" Apa kalian tidak ada pekerjaan lain selain membicarakan atasan sendiri ". Ucap Alex namun matanya tertuju tepat pada kedua wanita di belakangnya.
Mayang dan Lidya yang tida menyadari Alex yang berada di depannya dibuat panik , tangannya saling mendorong satu sama lain. Di tundukkan kepala mereka dalam-dalam seolah meminta ampun.
" Mm ,, maaf pak , bukan maksud kita seperti itu". Ucap Mayang dengan suara terbata .
Tangannya terasa begitu dingin saat matanya tak sengaja melihat ke arah Alex.
" Jjj jangan pak , saya mohon jangan pak , jika saya di pecat bagaimana saya harus membiayai anak saya pak ,anak saya masih kecil". Lidya menjawab sembari kedua tangannya di tangkupkan , memohon untuk di maafkan.
Alex menatap satu per satu wanita di depannya , raut wajah yang berbeda .
Lidya yang terlihat panik kerena memang kebetulan dia singel mom yang harus membiayai anak kembarnya yang masih balita .
Berbeda dengan Mayang yang terlihat lebih santai karena memang dia dari keluarga yang cukup dan pekerjaan sampingannya mampu untuk membiayai kehidupan yang mewah , tas yang selalu bergonta-ganti , baju yang terlihat sangat ketat begitu juga sepatu, hils tinggi menjulang bak tower dan make up yang mencolok dengan warna lipstik merah menyala .
" Lebih baik saya memperkerjakan orang yang niat bekerja dari pada kalian yang menjadikan kantor sebagai sarana untuk mencari gosip yang tidak memberi untung . Kemasi barang kalian , antar surat pengunduran diri pada pihak HRD , masih banyak orang di luar sana yang mencari pekerjaan, bukan hanya untuk membuang-buang waktu seperti kalian ".
__ADS_1
Duarr .
Kata-kata dari mulut Alex mampu membuat mereka mati kutu . Tidak ada yang berani membantah pasalnya sudah beberapa kali mereka ketahuan sedang bergosip ria mengenai kedekatan Presdir dan juga asisten pribadi.
Ketegasan Alex kali ini benar-benar di uji agar tidak menimbulkan masalah baru yang lebih serius . Satu dua kali mungkin masih bisa ia kasihani namun semakin di beri kesempatan , bukannya jera malah seolah mereka merasa semakin bebas .
Tidak perduli dengan raut wajah yang memelas Alex memutuskan untuk memecat mereka yang membangkang.
Setelah mengatakan hal itu , Alex bergegas menuju lantai atas . Pekerjaan yang menumpuk semakin membuat Alex untuk cepat sampai menuju ruangannya.
" Huaa , ini gara-gara elo". Tuding Lidya pada Mayang. Tangannya menunjuk-nunjuk wajah yang seperti tak bersalah.
" Apa , Lo mau nyalahin gue". Ucap Mayang tidak terima .
Semenjak Sinta di pecat memang Mayang yang menjadi dalang untuk mencari kesalahan antara Daniel dan juga Lala .
Berbicara mengenai Sinta , dia kini bekerja di butik yang berada di kawasan yang sama dengan gaji yang pas pasan, sangat jauh dari sebelum dia pecat , keteledorannya sendiri la yang membuatnya menjadi sekarang.
_____
Di kontrakan kumuh mau tidak mau Sinta harus menempatinya , mengingat dia sekarang menjadi pengangguran , tabungan yang ia miliki pun tidak cukup banyak , dengan modal yang sedikit Sinta harus menghemat , jauh dari kebiasaannya dulu , kini dia harus mencari lowongan pekerjaan untuk menyambung hidupnya.
" Gara-gara lo La , gue jadi menderita , awas aja kalau ketemu , gue gak biarin Lo lolos dari gue". Ucap Sinta .
Beberapa bulan berlalu akhirnya ia mendapat pekerjaan sebagai penjaga toko baju di salah satu butik di mall XxX. Tidak jauh dari tempatnya bekerja dulu. Setelah itu Sinta benar-benar bertekad untuk menghabisi Lala.
________
__ADS_1
Bisa di lanjut ??
Salam manis Mama kecil ❤️