
Lala bangkit dari kursi di depan meja rias , wajahnya telah di poles oleh MUA profesional panggilan Daniel . Matanya berbinar memandang takjub dengan wajahnya seolah itu bukan dirinya.
Tubuhnya kini terbalut gaun cantik dengan mahkota di atas kepala nya , berbeda dengan acara akad nikah nya yang nampak lebih sederhana , kini ia di sulap menjadi sosok Cinderella .
____________
Di depan lobby hotel , karangan bunga dari berbagai bentuk dari orang-orang penting atau kerabat telah memenuhi hampir seluruh pinggiran jalanan.
Tepat di pintu masuk nampak beberapa pajangan bingkai foto besar memamerkan keromantisan Daniel juga Lala .
Foto prewedding yang di lakukan secara out door memberi kesan romantis dengan senyum kebahagiaan di dalamnya.
" Sayang". Ucap Daniel dari arah belakang melihat gadis cantik yang kini telah resmi menjadi istri kecilnya.
Lala tersenyum manis bertatapan degan pria tinggi dengan sorot mata biru , Daniel mendekat ke arahnya sembari membenarkan texodo yang ia kenakan.
Cup .
Daniel mengecup ringan bibir manis Lala yang kini menjadi candunya.
Lala melingkarkan tangannya di leher Daniel seolah menyambut kedatangan nya.
" Sudah, kau bisa merusak riasan ku". Ucap Lala memperingati Daniel lalu mendorong tubuh Daniel sedikit menjauh.
" Iya aku tau , tapi biarkan aku memeluk mu sebentar saja ". Ucap Daniel sembari memeluk erat tubuh istri nya .
Daniel berjalan beriringan menuju lantai bawah di mana acara di gelar dibantu oleh Allena juga Alex , sedangkan Ema mengekor di belalang mereka sesekali memprotes.
" Hey you , angkat gaunnya jangan begindang , adidaww ".
" Iihh, kenapa berisik sekali sih , gue tau kok gimana caranya ". Ucap Allena.
" Ihh , you di bilangin juga , beb you pegang bagus-bagus tangan bocil you , dia susah jalannya".
" Hemm ". Daniel hanya berdehem menanggapi.
__ADS_1
"You juga gandeteng , itu ekor gaun sebelah sana menjuntai di lantai entar bocil bisa keslimpet ". Ucap Ema lagi mengomentari.
Allena menghentakkan kakinya lalu menjatuhkan ekor gaun Lala.
" Nih Lo Awa sendiri aja , ini itu salah". Ucapnya lalu bersedekap membelakangi.
Lala yang menjadi pusat masalah hanya diam menanggapi , kepalanya menggeleng lalu tersenyum geli dengan tingkah Ema.
Dia perhatian namun gayanya saja yang sedikit gemulai.
" Kamu dapet orang kaya gini dari mana". Bisik Lala pada Daniel.
" Mommy yang nemuin , kita cuma ngikutin aja , walaupun begitu kerjaan dia oke".Ucap Daniel berbisik juga .
Lala mengangguk menyetujui .
_________
Para tamu sudah berada datangan kini Lala dan Daniel berdiri di atas podium yang menjadi pusat perhatian , sebagian menikmati hidangan dan sebagian bersalaman memberi selamat dan berfoto , di sudut lain ada pula yang berusaha mendekatkan diri antar sesama pengusaha . Ya selain menyelenggarakan resepsi mereka para petinggi tidak menyia-nyiakan untuk mencari investor untuk berinvestasi.
" Thank you Mr Jack". Ucapnya membalas jabatan tangan Mr Jack lalu beralih pada Lala.
" Congratulation Mrs Claudia". Ucap Mr Jack dengan senyum manisnya.
" Silahkan nikmati pestanya Mr". Daniel menyudahi , bukan tidak tahu hanya saja Daniel sedikit was-was dengan tingkat pria di hadapannya.
Daniel menggandeng turun istrinya menyapa sejumlah teman-teman di dunia bisnisnya , di rangkulannya sedikit posesif pinggang Lala seolah sedang menunjukkan pada dunia dia punya ku dan tidak ada yang bisa mengambilnya.
Langkahnya terhenti di depan Alex , berbalut jas hitam lengan kiri Alex mengandeng wanita cantik berbalut dres berwarna putih.
" Selamat ya". Ucapnya lagi lalu berjabat tangan .
Daniel dan Lala mengangguk namun matanya menatap lekat pada wanita di samping nya.
" Selamat ya gadis berkulit kuda". Ucapnya sengaja a menekan kata di belakangnya.
Lala melotot dengan panggilan yang ia rasa tak asing di telinganya.
__ADS_1
" Gadis belia kuncir kuda?". Ucap Lala lagi mengulang sembari mencerna.
'' Hmmm , mau ku bantu kau menghajar seseorang?". Ucapnya lagi ,
" Hah , kak Dini". Ucap Lala antusias lalu memeluk erat wanita yang sedari tadi menggandeng lengan Alex.
" Kau mengenalnya sayang?" Ucap Daniel yang sedikit keheranan.
" Ya , dia penyelamat ku Daniel , dia yang membantu ku menghajar preman saat pulang sekolah , dia juga sering membantuku memanjat pagar sekolah saat jam pelajaran matematika dulu". Ucap Lala tanpa malu .
" Hah , kau sering membolos ".
" Bukan hanya aku , tapi d Ngan kak Dini juga , benar begitu kan kak". Ucap Lala .
" Eheheee". Andini hanya mampu tersenyum kaku.
" Astaga ". Ucap Daniel dan Alex berbarengan.
" Kau tau Lala , Alex semalam bilang kalau ia akan mengajakku makan malam , tapi dia membawa ku kemari ". Ucap Andini.
" Tunggu , apa maksud kakak kak Alex membawa mu kesini sebagai makan malam?". Andini mengangguk.
" Wahh , kau tidak punya uang untuk membawa gadis mu berkencan?" . Ucap Daniel sedikit sombong .
" Dia memang pelit". Andini memberi kesimpulan.
" Benar , pelit". Kini Lala ikut bersekongkol.
" Kau jangan salah , dulu malah ada pria yang menyatakan cinta pada seorang gadis di acara seperti ini , apa kau kira dia juga tidak punya uang?". Ucap Alex menyunggingkan senyumnya.
Daniel melotot menatap tajam ke arah Alex , tau betul siapa yang sedang ia singgung . Namun sayang justru Alex tersenyum menang saat mampu membalas ucapan Daniel.
Lalu merangkul mesra Andini lalu membawa pergi sedikit menjauh .
Lala terdiam malu lalu menunduk sembari mengulum senyum di bawah cahaya lampu yang menghiasi ruangan penuh bunga.
>>>>>>
__ADS_1