
Selamat hari raya idul Fitri buat yang merayakan .
Mohon maaf lahir dan batin 🙏.
Atas nama pribadi Mama kecil mohon maaf sebesar-besarnya kalau selama penulisan atau alur banyak kesalahan sekali lagi Mohon maaf lahir dan batin 🙏 🙏.
Happy reading semua 🤗 semoga suka sama ceritanya 🤗🤗
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰.
___________
Lala terbangun dari tidurnya , senyumnya seketika merekah saat ingat bagaimana hari kemarin ia lalui dengan begitu lancar.
Mata cantiknya masih terpejam, bulu mata lentik masih menempel pada kantung mata seolah tertutup rapat dengan senyuman .
Kicauan burung terdengar merdu sinar matahari pagi menerobos masuk melalui fentilasi jendela di lantai 2 .
Di singkapnya gorden berwarna krem , ya ranjangnya memang tidak begitu jauh dari jendela tidak perlu menurunkan kakinya hanya dengan sedikit menggeser tubuh mungilnya sudah mampu menggapai ujung goreng tinggi yang menutupi kaca besar yang hampir menjadi bagia dari dinding kamarnya.
" Selamat pagi dunia". Ucap Lala sembari melengkuh mengumpulkan nyawa yang masih tercecer di atas ranjang.
Tangannya meraba meja kecil lalu mematikan lampu tidur berbentuk lucu yang menemaninya terlelap lalu membawa ia ke dalam mimpi yang indah.
Duduk ia di bibir ranjang dengan nuansa biru putih , khas kamar wanita dengan semangat tinggi , bingkai foto yang terpajang di atas meja juga dengan banyak piala yang tersusun rapih di dalam lemari kaca tak jauh dari meja rias miliknya.
Lala mengambil ponsel pintar yang tergeletak semalaman seolah menggoda untuk di sentuh.
Ia menekan tombol di dalamnya nampak notifikasi masuk 30 menit sebelumnya.
" Selamat pagi gadis kecil, bagaimana tidurnya ?".
Ya Daniel mengirim pasal saat ia masih terhanyut dalam mimpinya.
Lala membalas dengan tergesa-gesa.
" Maaf , aku baru saja terbangun , aku sangat nyenyak semalam , bagaimana dengan mu?" .
Daniel belum membalas mungkin ia sedang mandi , mengingat hari ini masih hari kerja , Lala sengaja mengambil cuti untuk melepas rindu juga sedikit membicarakan niat awalnya.
Daniel berjalan menuju walkin closet miliknya , di pakaiannya kemeja marun berlapis jas hitam dengan dasi bermotif garis kecil serta celana panjang dengan warna senada menutup sempurna bagian bawah tubuhnya, jam tangan yang selalu melekat di pergelangan tangan.
__ADS_1
Ikat pinggang dengan kulit asli sebagai pembatas antara pinggang juga perut rata yang tercetak sempurna di balik kemeja yang melekat pas di tubuhnya.
Sepatu coklat mengkilap menghiasi kaki panjangnya .
Sempurna ya satu kata yang menggambarkan bagaimana bentuk dari pewaris tunggal keluarga Mahessa.
Di ambilnya ponsel yang tergeletak di atas ranjang , pesan masuk dari gadis kecil yang membuatnya semakin bersemangat sepagi ini.
" Aku baik, tunggulah aku sebentar lagi , aku akan datang membawa mu lagi kemari".
Pesan singkat namun terasa begitu manis , kini ia merasa sedang menjadi pangeran yang sedang berjuang di Medan perang demi mempertahankan kerajaannya lalu akan menjemput permaisuri nya yang sedang ia lindungi di persembunyian nya.
Dia begitu gagah juga berani.
Daniel memutar gagang pintu , duduk ia di meja makan nampak Alex sudah lebih dulu sampai di kediaman nya.
" Cepet juga".
Alex tersenyum melihat Daniel seolah raut bahagianya masih menempel di wajah tampan Daniel.
" Hemm, belum lama kok ya 20 menitan lah , oh iya gimana kemerin , apa lancar?". Tanya Alex dengan tawa kecil sembari membuka kota makanan di dalamnya.
" Jangan Lo panggil gue Daniel kalau ga bisa dapetin wanitanya". Ucap nya bangga.
Daniel tidak marah justru ia ikut tertawa dengan kejadian kemarin , perjuangannya tidak sia-sia , tapi sedikit kesal , kenapa Mommy juga Daddy nya tidak memberi tahu dulu jika ia akan di jodohkan dengan Lala mereka hanya mengatakan akan menjodohkan dengan anak teman dekat mereka dulu , jika ia tahu tidak mungkin ia menolak karena calonnya kali ini wanita yang sama dengan pilihannya mereka .
Sampai mereka di depan Lobby , langka kaki lebar dengan suara sepatu yang menggema , tatapan penuh hormat .
" Pagi pak". Sapa karyawan laki-laki dengan sedikit membungkuk.
Daniel berjalan tanpa menjawab , Alex yang berjalan di sebelahnya pun hanya mengangguk menjawab sapaan karyawan nya.
Ting.
Pintu lift khusus terbuka mereka keluar dengan langkah lebar , di buka pintu ruangan CEO miliknya meja luas dengan kursi putar bewarna hitam tertata rapi , 1 meja di sudut ruangan nya pun tidak luput dari pandangannya , seketika senyum kecil muncul di bibir Daniel.
" Siapkan semuanya , aku ingin segera melamar Lala secara resmi". Daniel berucap begitu tegas.
Alex mengangguk mengerti , tangannya merogoh saku celana di genggamannya benda pipih berwarna hitam miliknya.
Entah siapa yang ia hubungin Namum raut wajahnya menampakkan hasil yang memuaskan.
__ADS_1
" Baik , nanti malam kita datang ke sana". Ucap Alex lalu mengakhirinya panggilannya.
Alex menatap Daniel , manik matanya mengarah tajam .
" Kau selalu bisa di andalkan". Ucap Daniel menuju Alex .
" Ya , kau baru tau itu?". Alex menjawab dengan sombong.
" Cihh, dasar". Daniel berdecih dengan tawa kecil hampir tidak terdengar.
Alex menyampaikan semua agendanya hari ini , Lala izin cuti untuk beberapa hari jadi tugasnya Alex yang mengerjakan.
Daniel mendengarkan semua jadwal yang sudah di siapkan sembari tangannya mengetuk-ngetuk kan di atas meja seolah ia sedang menyusun ulang di memory otaknya.
Lalu ia menganggukkan kepalanya pelan , mengerti serta sudah tersusun rapih di luar kepalanya.
Sepeninggal Alex Daniel sibuk mengoreksi berkas yang harus ia tanda tangani, tumpukan Map berwarna hitam nampak tersusun menjulang , berderet di atas mejanya, biasanya ia akan di bantu oleh Lala berhubung Lala sedang cuti dan atas persetujuan nya pula , kini ia harus mengerjakan sendiri dan ini terasa begitu membosankan pikir nya sembari menatap nanar arah meja kosong milik Lala yan terlihat bersih , susunan map terbagi beberapa warna begitu telaten ia menyusun tugas yang ia kerjakan.
Daniel menekan tombol menu di layar ponselnya. Di bukanya galeri foto , ia menggeser 1 per satu foto gadis cantik tanpa sepengetahuan nya.
Senyumnya tersungging lalu di tutup kembali ponselnya , ya begitulah kini ia melepas rindunya, sekedar memandang foto gadis kecil nya .
Daniel menekan kontak telepon di ponselnya , tangannya tidak tahan jika tidak menghubungi gadis nya .
" Haii". Sapa ceria dari sebrang sana dengan senyum yang melengkung.
" Hai ". Daniel membalas senyuman Lala , layar monitornya kini menampakkan gadis kecil dengan rambut yang di gulung handuk kecil , nampak ia begitu segar sudah di pastikan jika Lala baru saja mandi .
" Kau baru saja mandi?".
" Ya , maaf hari ini aku bermalas-malasan". Ucap Lala tersenyum malu .
" Tidak apa , apa kau menggunakan shampo?".
" Tentu saja, kenapa?".
" Harum strawbery nya sampai sini". Daniel berucap sembari mengedipkan sebelah matanya.
" Kau sudah pandai menggombal rupanya". Ucap Lala menggoda namum wajahnya menyemburkan rona merah di pipi cabi nya.
Begitu selesai mereka melepas rindu Daniel pun melanjutkan kembali pekerjaan nya yang harus segera ia selesaikan.
__ADS_1
>>>>>>>>>>
Next?