
Cekk.
" Kemana pak Daniel pergi, gak biasanya jam segini belum pulang ". Ucap Lala sembari melihat jam yang tertera di layar ponselnya.
" Di tinggal tidur takut engga denger suara bel".
" Di suruh melek , ni mata udah ga punya tenang". Keluh Lala sembari berjalan mondar-mandir.
" Apa gue ngedrakor aja ya , lumayan kan ada WiFi gratis". Ujar Lala lalu membuka aplikasi untuk menonton Drakor kesayangannya.
Ddrrrttt dddrrrrtttt.
Getar ponsel Lala mengganggu aktifitas nya. Melihat nama yang tertera dalam layar bergegas Lala menggeser paga gambar hijau.
" Nandut". Ucap Lala lalu membenarkan posisi duduknya .
" Nduttt". Seru Lala pada layar ponsel yang memperlihatkan wajah gembul sahabatnya.
" Halo anak nakal". Ucap Nanda sembari melambai ke arah kamera.
" Kenapa baru telfon sekarang". Tanya Lala sedikit di buat merajuk.
" Uluh uluhh , acian embeb akoh kesepian ya ".
" Sorry deh , tadi lagi di jalan , abis makan malam ama embeb akoh". Ucapnya sembari menutup mulutnya.
" Kann, giliran lagi di sini ga inget aku". Ucap Lala memanyunkan bibirnya.
" Cup cup cuppp , gue masih beberapa hari di sini , kebetulan pak Irfan lagi kasih kerjaan jadi bisa sekalian liburan ''. Ucap Nanda semangat.
" Aaaaa , yang bener Lo? ".
Nanda mengangguk cepat sebagai jawaban.
" Ya udah La , gue mau istirahat dlu ya, bsok gue kabarin lagi kalau udah agak senggang ".
" Ehh lo masih nungguin tu orang tua?". Tanya Nanda .
__ADS_1
" Iya , y udah gi sana tidur , gue lanjutin dulu ngedrakor nya . Kapan-kapan kita ngedrakor bareng ya , sekalian gue mau kenalin seseorang ". Ucap Lala.
" Wokee , ya udah , bye bye anak nakal". Ucap Nanda melambai.
Saat obrolan mereka selesai , Lala melanjutkan lagi drama yang sedang di tonton dan sesekali melihat jam pada layar ponselnya.
" Masih belum datang juga". Keluh Lala sembari menghela nafas kesal .
Cukup Lala menonton di layar ponselnya , dengan televisi yang menyala namun volume yang di kecilkan.
Nampak Lala sudah sangat mengantuk, di rebahkan nya tubuh mungil di atas sofa di ruang tamu, sembari terus menghubungi Daniel yang tak kunjung menjawab telfonnya.
Masih teringat dengan ucapan Allena siang tadi , semakin Lala penasaran .
Hoammm...
Lagi , Lala menguap entah sudah berapa kali . Tubuhnya sedikit meringkuk bak anak kucing yang sedang kedinginan , Lala tertidur sembari memainkan ponselnya dengan televisi yang masih menyala.
__________
Di tempat lain nampak Alex dengan susah payah memapah tubuh Daniel menuju parkiran lalu mendudukkan nya di belakang kursi kemudi, berbalik Alex lalu melajukan kendaraannya secara perlahan . Melihat dirinya juga sedikit mabuk , untungnya kondisi jalanan sudah sepi , mengingat sekarang sudah hampir jam dua belas , mungkin jika jalanan masih terlihat ramai Alex lebih memilih untuk tidur di dalam mobil .
Ting .
Lift terbuka lalu Alex merogoh saku celana Daniel mengambil kartu akses yang di simpan di dalam dompet.
Pintu terbuka , di letakkan tubuh Daniel di sebelah sofa tak jauh dari Lala tertidur .
" Sudahlah , gue tinggal aja ". Ucap Alex lalu berlalu dari apartemen Daniel.
Satu jam berlalu , nampak Daniel terjaga saat merasakan posisi tidurnya tak nyaman.
" Ah , udah di rumah rupanya ". Ucap Daniel lalu duduk sembari memijit pangkal hidungnya.
Senyumnya terukir saat melihat gadis kecil yang tertidur di atas sofa ,di depan televisi yang masih menyala.
" Kau pasti menunggu ku gadis kecil ku " . Ucap Daniel lalu mendekat ke arah Lala.
__ADS_1
Sedikit menundukkan kepalanya lalu di sibak kan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Lala , di elus pelan pipi putih mulus milik Lala .
Di matikan nya televisi yang sedang menonton Lala tidur , begitu juga ponsel yang masih memutar drama Korea .
" Kau suka menonton pria yang matang rupanya ". Ucap Daniel saat melihat adegan di mana sang pria bertubuh tinggi sedang ".
* Silahkan di lanjutkan sendiri ya adegan apa yang sedang di mainkan * 😁😁
Daniel mengecek ponselnya yang ia letakkan di saku jas yang tergeletak di atas sofa depan .
Nampak berpuluh-puluh panggilan tak terjawab dari Lala.
" Maaf membuat mu menunggu". Ucap Daniel lalu mengangkat tubuh kecil Lala menuju tempat tidur.
Di letakkan tubuh Lala dengan sangat hati-hati di atas ranjang besar milik Daniel , di tutupinya tubuh Lala dengan selimut tebal berwarna putih bersih . Daniel lalu melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti bajunya di walkin closet di sebelahnya.
Sedikit Daniel meneguk air dingin dari galas yang sudah tersedia di dalam kamarnya. Di matikan nya lampu yang menggantung di atas langit-langit rantang yang begitu mewah lalu di nyatakan lampu berwarna kuning redup untuk pengganti .
Begitu selesai Daniel merangkak naik ke atas ranjang kosong sebelah Lala . Nampak begitu pulang sehingga pergerakan Daniel tidak mengganggu tidurnya sedikitpun.
Di lihatnya dengan jarak yang sangat dekat , gadis kecil di hadapannya dengan mata terpejam, kulit putih mulus , rambut hitam dan panjang , mulut yang sedikit terbuka dengan bibir merah muda yang terlihat sangat menggiurkan.
Daniel tersenyum memandang gadis kecil bak putri tidur di hadapannya. Tangannya terulur berhenti di atas bibir mungil milik Lala , di usapnya sangat hati-hati, sedikit mencuri kecupan di sana , nampak pemilik tubuh tidak merespon Daniel sedikit menekan dan ********* pelan selama beberapa detik.
" Tidurlah yang nyenyak gadis ku". Ucap Daniel menyudahi aktifitas nya , takut mengganggu dan katahuan. Mau di taruh mana wajah tampan Daniel nanti .
Daniel masuk kedalam selimut tebal berbagi dengan Lala. Di rentangkan sebelah tangannya untuk menjadi bantal Lala dan satu tangannya lagi di letakkan di atas kepalanya.
Tidak berselang lama Daniel pun ikut terhanyut dalam buaian mimpi indah menyusul Lala yang sudah dahulu .
____
Hai teman Mama kecil ❤️
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰.
__ADS_1
Semangat buat semua.
Salam manis dari Mama kecil, mmmuuuaahhh😘