GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Kepanikan Daniel


__ADS_3

Senyum licik tersungging di bibir merah Maura , tatapan tajam di berikan pada Lala yang berani-beraninya menggambil alih posisinya di hati Daniel.


" Kakak". Seru laki-laki di belakang Maura tiba-tiba.


" Kakak mengenal dia ?". Tanyanya lagi penasaran , pasalnya gadis incaran kini berada di dekat laki-laki bertubuh tegap dengan setelan jas navy yang nampak serasi dengan pakaian yang dikenakan Lala.


" Dia Daniel , kau mengenal gadis kecil itu? ".


" Daniel , mantan tunangan kakak , tidak pernah Andre lihat sebelumnya".


" Sejak kapan kamu perduli dengan kakak mu". Ucap Maura sembari melirik ke arah adiknya.


Ya , Andreas putra Admaja adalah adik dari Maura , tidak banyak yang tahu tentang ini , pasalnya sikap Andre sangat tidak mencerminkan sikap dari seorang putra pewaris . Gaya yang berantakan dengan masalah yang selalu di buat , bermain wanita adalah hobinya.


Senyum penuh arti dari bibir keduanya , seolah memiliki maksud tersembunyi.


_______


Di dalam ruangan megah dengan hiasan bunga di hampir seluruh ruangan . Meja besar berjejer di kiri dan kanan berbagai macam dengan berbagai minuman dan makan mewah di atasnya .


Lala berjalan mengelilingi dimana letak makanan yang nampak menggiurkan , sedari tadi Daniel mulai asik berbicara dengan rekan bisnisnya . Ya , tidak di pungkiri tempat dan acara seperti ini sangat tidak jarang untuk semua pengusaha untuk menarik simpati agar menjadi investor di perusahaan masing-masing . Begitulah bagaimana para petinggi. dan pengusaha dalam menjalankan bisnis , persaingan yang ketat harus pandai merayu dan berbicara.


Daniel sebagai pengusaha muda yang sukses sudah pasti banyak yang meliriknya untuk menjalin kerja sama , namun sayang tidak sembarang semua bisa menjalin kerja sama , banyak yang hanya ingin memanfaatkan ketenaran untuk mengangkat nama perusahaan dan menyeleweng kan tanggung jawab . Tidak jarang juga cara licik untuk saling menjatuhkan.


" Lala ". Seru gadis cantik dengan rambut di ikat ke atas di bagian bawahnya sedikit di keriting.


" Allena , Lo disini juga ". Ucap Lala tidak percaya.


" Iya , gue nemenin papa , tapi malah gue di tinggalin , untung gue liat Elo ". Ucap Allena sembari cekikikan.

__ADS_1


" Iya , gue juga , tu kakak Lo mau nyapa rekan bisnisnya katanya ". Ucap Lala Sembari menunjuk ke arah Daniel.


Dari sudut lain Alex yang sedang berbincang dengan sesama rekan asisten sesekali mengawasi gerak-gerik kedua gadis di sudut ruangan , tidak ingin mengganggu obrolan yang terlihat sangat asik . Bukankah Alex sosok kakak yang manis ?.


Mereka asik mengobrol di sisi sudut yang berdekatan dengan meja bersusun gelas-gelas tinggi yang terisi berbagai warna minuman jadi jus bahkan alkohol yang bernilai tinggi berjejer rapi siap di minum.


Pelayan datang dan menawarkan minuman berwarna kuning .


" Silahkan Nona". Ucapnya manis memberikan gelas pada Lala dan Allena.


Tanpa menaruh curiga kedua gadis itu menerima dengan senang hati , dan kebetulan mereka memang sedikit merasa haus . Diteguk nya minuman rasa jerus milik Lala hingga tandas begitu juga dengan Allena.


Begitu juga dengan Daniel yang sudah selesai berbincang , sedikit berbasa-basi untuk mengakhiri percakapan. Berjalan ia mencari gadis kecilnya yang sempai ia lihat sedang menikmati pesta dengan adiknya.


" Tuan , silahkan minuman nya" Ucap sang pelayan , Daniel pun menerima uluran gelas tinggi dari pelayanan laki-laki yang menggunakan seragam kemeja putih berlapis rompi hitam.


Di angkat nya gelas hampir menyentuh bibir namun.


Pelayan yang memberikan pada Daniel pun bergegas melarikan diri. Dilihatnya dalam gelas nampak sedikit bubuk putih yang masih tersisa di dasar gelas. Sontak Daniel menajamkan pandangan nya.


" Dari mana Lo tau?". Tanya Daniel.


" Gue ga sengaja liar pelayan tadi menaruh sesuatu ke dalam gelas Lo di belakang , di balik pintu ruangan khusus pas gue dari toilet". Ucap Alex cepat.


Pikiran Daniel melayang cepat , sontak matanya mencari gadis kecil yang baru saja menjadi kekasihnya. Matanya mencari-cari di mana terakhir posisi Lala bersama Allena .


" Dimana Lala?". Tanya Daniel sedikit panik.


Belum Alex menjawab getar ponsel di saku celananya bergetar menandakan panggilan masuk . Bergegas Daniel merogoh saku celana dilihatnya nama yang tertera di layar ponsel milik Daniel.

__ADS_1


" Allena". Ucapnya lalu menggeser paga gambar hijau.


" Halo , kak , cepat tolong Lala , sepertinya ada yang sengaja menaruh obat di dalam minuman nya ". Ucap Allena panik lewat sambungan telepon.


" Di mana kalian". Ucap Daniel cepat lalu berlari menuju Allena .


Alex tak kalah panik , pasalnya dia tau bagaimana polos dari keduanya , tidak sulit untuk mereka ingin berbuat jahat.


Daniel berlari sedikit limbung hampir menabrak para tamu undangan . Ya , di tengah-tengah meriahnya pesta menjadi kekacauan di pikiran Daniel. Panik ? jangan ditanya bagaimana wajah Daniel mengkhawatirkan gadis nya . Di lihatnya ke arah atas , nampak ruang bertuliskan Toilet wanita berwarna pink terpampang jelas di atas ambang pintu.


Tidak ada siapa-siapa , mungkin memang sengaja Allena mengunci dari dalam .


Dor dor dor..


" Lala , Allena ". Seru Daniel dengan gedoran pintu yang terdengar nyaring.


Mendengar panggilan sang kakak , Allena bergegas membuka pintu , dengan wajah penuh kecemasan.


" Di mana Lala?". Tanya Daniel tidak sabar .


" Maaf kak , Allen menguncinya di dalam toilet paling ujung , tolong Lala kak , dia bilang tubuhnya terasa panas". Ucap Allena dengan wajah memohon . Mata Daniel nampak merah padam , tangannya terkepal kuat hingga terlihat kukunya memutih , mulutnya tertutup rapat rahang yang mengeras seketika , nafasnya begitu memburu terlihat sangat menahan emosi aura di gin langsung begitu terasa lewat sorot iris biru mata Daniel . Lalu bergegas Daniel menuju bilik paling ujung seperti yang Allena tunjukkan.


" Bisa kamu ceritakan pada kakak?". Tanya Alex lembut sembari mengusap kepala Allena, lalu membawa sedikit menjauh dari sana. Allena mengangguk namun matanya masih menaruh khawatir terhadap Lala.


" Tapi , bagaimana dengan Lala kak, dia meraung sejak tadi ". Tangisnya pecah di peluknya Alex.


" Sudah , kak Daniel pasti menolong sahabat mu , bukan kah kamu tahu dia gadis milik kakak mu , jadi tidak mungkin jika kak Daniel tidak menolongnya". Ucap Alex menenangkan.


" Tapi kak ". Ucap Allena menggantung , entah kata-kata mana yang harus ia keluarkan.

__ADS_1


Alenna memang anak yang manja , namun untuk mengenai obat yang di berikan pada Lala dia sudah tahu obat Janis apa yang masuk ke tubuh Lala . Berbaur dengan anak para pengusaha , tidak jarang mereka juga menggunakan cara curang untuk mendapatkan apa yang mereka mau saat mereka mendapat penolakan.


Next >>>>>>>


__ADS_2