
Berjalan mereka menuju kursi khusus yang sudah di siapkan , tangannya menggenggam erat tubuh Lala, sesekali ia mengangguk senyum menanggapi sapaan para tamu undangan.
Surya beserta istri dan besannya sudah sedari tadi menghilang di balik acara , entahlah mungkin sedang berbincang dengan teman lama yang sengaja mereka undang di acara malam ini .
Bima jangan tanya , ia sibuk menggoda para gadis yang di kira hanya berdiri sendiri .
" Duduklah , tunggu di sini aku pergi sebentar". Ucap Daniel sembari tersenyum manis.
" Iya ". Lala mengangguk lalu duduk di antara tamu undangan di temani Allena dan Nanda.
" Len , Lo liat jauh berbeda sama Lala waktu kemarin menghajar Sinta". Ucap Nanda .
" Iya , gue ga nyangka banget kalau Lala bisa kaya gitu ". Ucap Allena sembari mengunyah makanan di tangannya.
" Daniel".
Tiba-tiba suara tak asing terdengar di telinganya.
Lala menoleh namun jauh berbeda dengan reaksi Daniel , ia hanya diam di tempat seolah tidak mendengar namun tangannya mengisyaratkan pada Alex .
" Mba Maura". Ucap Lala tak percaya tangannya menggenggam erat seolah sedang dalam bahaya .
" Tidak perlu khawatir , kau tidak lihat dia tersenyum ke arah kita , dia tidak mungkin berani berbuat macam-macam . Hmmm". Ucap Daniel sembari mengangkat dagu runcing Lala lalu tersenyum manis. Tidak berdusta ia pun sedikit menyimpan rasa cemas , walupun Maura sudah berjanji tidak membuat ulah .
Semakin dekat Maura melangkah dengan anggun dengan senyum di bibirnya.
" Selamat ya". Ucapnya mengulurkan tangan.
" Hmm". Daniel hanya berdehem menyambut uluran tangan Maura.
" Selamat". Ucap Maura lagi kini tepat di depan Lala.
Lala tersenyum kikuk , tangannya seolah ragu untuk menerima uluran tangan mantan tunangan yang kini sudah menjadi suaminya.
" Kau tidak perlu takut , aku sudah mengikhlaskan nya , jika memang bukan jodoh ku , aku bisa apa". Ucap Maura cepat lalu menarik tubuh Lala .
Lala tersenyum manis lalu membalas pelukan hangat dari Maura . " Terima kasih , emm".
" Kakak , kau boleh memanggil ku kakak ". Ucapnya penuh keyakinan.
" Ya ka kak". Lalu mereka tersenyum dan berpelukan erat.
" Bisa kau lepaskan istri ku". Ucap Daniel menyela .
Maura tersenyum menggoda . " Kau lihat , Daniel begitu posesif bahkan lebih dari dulu , kau harus lebih bersabar menghadapinya". Ucap Maura mundur selangkah.
" Oh iya , aku kesini sekalian memberi kalian ini". Ucap nya sembari merogoh tas kecil yang ia teteng.
" Apa ini kak?". Tanya Lala penasaran.
" Paket bulan madu di negara B ".
__ADS_1
Bluusss
Lala tertunduk wajah nya seketika merona mendengar ucapan Maura.
" kebetulan aku juga ada pemotretan sekaligus untuk prewedding , dan 2 bulan setelahnya , aku akan menyusul kalian untuk menikah". Ucap Maura dengan senyum manis di bibir berwarna merah.
Pesta berlanjut malam pun semakin larut , alunan musik klasik mengisi ruangan , lampu menyala terang suara tepuk tangan terdengar meriah.
" Silahkan untuk pengantin ". Ucap MC menunjuk pada lantai dansa .
" Aku tidak bisa". Bisa Lala pada Daniel.
" Kau hanya mengikuti gerakan ku saja , selebihnya biar aku saja". Daniel berjongkok lalu menarik tangan Lala dengan lembut.
Gemuruh tepuk tangan terdengar menggema.
Di letakkan kedua tangan Lala pada lehernya , Daniel sedikit menunduk menyamakan tinggi wajah mereka lalu merangkul mesra pinggang Lala, di putarnya pelan menikmati alunan musik . Matanya terus memandang lekat mata gadisnya.
" Kau ingin mencoba". Ucap Alex memberi tawaran.
" Jika kau tidak keberatan". Ucapnya sembari melangkah mendekat .
Kini lantai dansa terlihat sangat hangat.
" Berdansa?". Ucap David pada istrinya . Anna mengangguk menyusul anak-anaknya.
Indah melirik sekolah pada Surya , nampak senyum penuh harap pun tak luput darinya.
" Baiklah ". Ucap indah ramah ikut bergabung bersama dengan yang lain .
Begitu acara dansa selesai semua membubarkan diri menikmati kembali sisa acara , sebagian sudah ada yang berpamitan.
" Mom ". Panggil Alex .
Anna Tersenyum ramah lalu matanya menatap penuh tanya siapa gadis di samping putranya.
" Tante , Om". Ucap Andini dengan taman lalu mencium punggung tangan kedua orang tua Alex berganti.
" Hai cantik , Nak siapa dia?". Ucap Anna penasaran.
" Ini calon menantu untuk kalian". Ucap Alex dengan bangga.
" Wah wah , lihatnya Dad kita akan memiliki menantu lagi ". Ucap Anna dengan gembira .
" Tunggu , seperti nya Mommy pernah melihat , atau ". Anna menggantung ucapnya.
" Dia mirip seperti Julia ". David menanggapi.
" Ah iya , nak kau mirip sekali dengan almarhum teman Tante , namanya Julia ". Ucap Anna .
" Maaf Tante apa maksud Tante Julia Roberts dan suaminya Prayogo?". Tanya Andini hati-hati.
__ADS_1
" Ya ,kau mengenalnya?".
" Dia , ibu dan ayah ku ". Ucap Andini dengan wajah di buat senyum.
" Astaga , maafkan Tante sayang, Tante tidak tau ". Ucap Anna penuh sesal lalu memeluk erat tubuh Andini.
Andini menceritakan bagaimana ia hidup setelah kepergian ibunya. Ayah yang menikah lagi dan ibu tiri yang hanya menghambur kan uang , bahkan niat Prayogo menjodohkan dengan pria berhidung belang pun tak luput ia ceritakan.
" Sudah sayang , dunia memang sempit tapi lihatlah kau sudah bersama Alex , dan kau juga akan menjadi bagian dari kita". Ucap Anna menghibur .
" Lex , kau jaga dia cepat luangkan waktu untuk melamar gadis ini". David memberi arahan .
" Baik dad , secepatnya akan Alex jalankan".
Alex berucap dengan mantab.
Semua berkumpul bahagia malam ini , Allena yang sejak tadi merajuk karena merasa kini hanya dia yang sendiri . Nanda memamerkan kemesraan nya bersama Irfan , sedangkan kakinya Alex sudah sibuk membicarakan urusan lamaran . Bima??
Ya dia sudah kabur bersama gadis cantik berambut pirang yang luluh dengan kata-kata buayanya .
Monic juga Albert hanya menggeleng menanggapi putrinya yang kini sudah tumbuh menjadi gadis cantik .
" Ya , sepertinya kita memang harus mencari calon menantu ". Ucap Albert mengalah .
" Sayang , kau selesai kan dulu kuliah mu , papa mu akan mencari pria tampan untuk mu". Monic berbisik tepat di belakang telinga Allena yang membuatnya berhenti merajuk .
" Baik ma". Ucapnya memeluk ibunya.
" Ya Tuhan , apa aku akan menjadi Oma di usia muda". Ucap Monica dalam hati sembari mengusap kepala Allena dengan sayang.
Claudia Ayunda
DANIEL ADIPATI MAHESSA
Terserah para reader ya bagaimana wajah nya foto hanya pemanis🤭🤭🤭🤭
...*TAMAT...
Terima kasih buat semua reader yang udah support Mama Kecil dari awal nympe sekarang.
Karya pertama sudah selesai . Mungkin ada salah-salah kata atau alur juga penulisan nya , mohon di maafkan .
Terima kasih yang udah kasih masukan semoga Mama Kecil bisa mengembangkan lagi , entah bahasa atau tata letaknya.
Sekali lagi terima kasih Mama Kecil ucap kan.
SALAM SAYANG 💌 SEMOGA HARIMU MENYENANGKAN 🥰
__ADS_1
Tertanda : MAMA KECIL ❤️*