
Hari terus berganti kini waktu akhir pekan tiba, waktunya untuk bersantai memanjakan mata yang ingin terus terpejam akibat terlalu lelah bergelut dengan pekerjaan.
Matahari nampak enggan untuk menampakkan diri , cuaca di luar terlihat sedikit mendung menambah rasa malas pada Lala. Menggeliat kecil tubuh kaki dan tangannya untuk menghilangkan rasa lelah akibat tidur semalaman dengan mata yang masih terpejam Lala menendang selimut berbulu yang mengganggu gerakannya.
Hooammmm.
Lala menguap lebar sembari tangannya menutup mulutnya.
" Malas sekali hari ini ". Ujarnya sembari membolak-balik tubuhnya. Ditariknya boneka besar kesayangan .
" Good morning Teddy". Ucap Lala sembari memeluk erat boneka beruang berwarna coklat.
" Ok , cukup kita bermalas-malasan, waktunya untuk memanjakan diri di kafe Abang". Seru Lala lalu beranjak menuju kamar mandi.
Lama Lala tidak berkunjung menemui kakak sahabatnya , kebetulan akhir pekan, di luangkannya waktu untuk bertemu sahabat baiknya . Perbincangan lewat ponsel masih kurang bagi mereka sebelum bertemu secara langsung .
_________
Di pesannya taksi online dari ponselnya Lala bergegas menuju lift apartemen miliknya , ralat ( Apartemen khusus karyawan).
Sedikit terburu-buru kerena sang driver sudah menghubungi bahwa sudah sampai lokasi .
Tidak lupa Lala menyapa scurity apartemen yang menjadi langganannya menitipkan pesan jika tiba-tiba atasannya menanyakan keberadaannya.
Bukan tidak memiliki nomor ponsel Lala , Daniel lebih suka mengerjai scurity apartemen hanya untuk memastikan keberadaan Lala.
Begitulah tuan Daniel, senang membuat orang repot , terutama dirinya.
Untuk kejadian beberapa hari yang lalu , masih menjadi pertanyaan sendiri untuk Lala , belum berani menanyakan lagi takut Daniel masih terbebani setelah perdebatan dengan mantan tunangannya di lobby kantor.
" Pak , Lala mau nongki dulu ya". Seru Lala sembari melambaikan tangannya.
" Ok neng , hati-hati ". Ucap scurity sembari mengacungkan jempol tangan nya.
Tidak lupa Lala menghubungi Allena teman barunya untuk dikenalkan dengan Nanda sahabatnya.
" OTW ". Pesan Lala untuk Allena.
" Berangkat". Balas singkat Allena yang sudah tahu kemana mereka akan pergi.
Minggu , bukan berarti perkantoran tutup , ada beberapa yang masih sibuk bekerja sekedar untuk meringankan tugas hari Senin yang sudah pasti lebih padat dari biasanya.
Terletak di tengah-tengah jantung ibu kota , Lala menikmati perjalanannya sembari menikmati cuaca yang masih terasa dingin.
Pukul 10 AM namun cuaca masih terasa sejuk , kabut hitam di atas langit sudah sedikit menghilang di ganti dengan cahaya kuning yang nampak menerobos awan gelap.
__ADS_1
" Terima kasih pa". Ucap Lala sembari menyodorkan uang kertas berwarna merah dan biru. Bergegas Lala melangkah menuju pintu masuk love cafe.
Nampak Nanda sudah terlebih dulu datang .
" Udah dateng lo". Serunya lalu menarik kursi tinggi di depan meja berwarna hitam.
Nanda mengangguk sembari mulutnya mengunyah makanan ringan yang sudah di pesan.
" Di mana dia?". Tanya Nanda tidak sabar .
Dilihatnya jam dari ponselnya sembari mengecek notifikasi dari Allena.
" Bentar lagi nyampe kok". Ucap Lala sembari menunjukkan pesan masuk pada Nanda.
Sembari menunggu Allena mereka tampak bercanda , tawa mereka terdengar renyah , membahas entah apa saja yang ingin mereka ceritakan , dari pertemuan pertama antara Nanda dan pujaan hatinya sampai cinta monyet Lala yang bertahan sampai tiga hari.
Dari arah pintu nampak gadis cantik dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi di , berpadu dengan gaun cantik yang ia kenakan , kepalanya menoleh ke kiri kanan mencari teman janjiannya.
" Allen". Teriak Lala sembari melambai ke arah luar.
" Hei ". Seru nya sembari mengangkat tangannya.
" Sorry gue telat ya ''. Ucap Allena sembari menarik kursi tepat di sebelah Nanda.
Selesai dengar acara perkenalan mereka bercanda sembari menikmati makanan dan minuman yang mereka pesan.
Gio datang sembari meletakkan makanan terakhir pesanan mereka , dengan senyuman yang selalu terlihat di wajah tampannya Gie menyela di sela-sela perbincangan trio kucing .
" Ekhemm , Abang engga di kenalin nih sama personil barunya". Ucap Gio bercanda.
" Abang mah ga bisa liat yang bening-bening". Ucap Nanda sembari menyenggol lengan Allena.
Allena yang jadi bahan pembicaraan pun merona malu-malu meong , terlihat sanga kalem padahal tidak jauh berbeda dengan Lala dan Nanda.
" Kenalin Lin , ini Abang Gio , Abang kita". Ucap Nanda.
" Allena . Bang ". Ucap Allena sembari menahan senyum malu .
Gio menerima uluran tangan Allena dengan senang hati .
" Gio ". Ucapnya lalu ikut bergabung di antara tiga wanita cantik.
" Adek abang nambah satu ni , assiikk banyak cewek cantik". Ucap Gio dengan alis yang naik turun. Tawa mereka dengan ucapan Gio yang merasa bagaikan raja dengan tiga wanita cantik sebagai selirnya.
Tidak terasa waktu sudah menunju ke angka tiga , obrolan seru mereka harus terhenti saat pesan masuk dari Daniel untuk mengingatkan Lala pada undangan pesta dari keluarga Admaja . Bukan tidak ada maksud Daniel membawa ikut serta Lala dalam pesta malam ini namun yang menjadi permasalahan Maura anak sulung dari keluarga Admaja pasti akan terus mendekat mencari kesempatan.
__ADS_1
Klunting .
Suara notifikasi masuk dari ponsel Lala.
{ " Jangan lupa untuk pesta malam ini"} - Pria Dingin.
Isi pesan Daniel yang Lala beri nama Pria Dingin.
{" Iya pak , sebentar lagi saya ke sana "} _ send Pria Dingin.
Tidak ada balasan masuk , Lala pun mengakhiri pertemuannya dengan sahabatnya.
" Sorry gue ada janji sama pak Daniel, gue duluan ya". Ucap Lala sembari memasukkan ponsel ke dalam tas kecil miliknya.
" Ciiee , yang udah mulai janji-janjian". Goda Nanda sembari senyum mengejek.
" Apaan sih Lo , ini kerjaan ya". Ucap Lala sedikit tersipu.
Allena dan Nanda tertawa saat melihat bagaimana Lala menahan malu .
" Ya udah bareng gue juga , gue mau pulang sekalian soalnya". Usul Allena.
" Yahh, kok pada pergi sih". Protes Nanda para kedua sahabatnya.
" Lain kali kita bisa ngumpul lagi ". Ucap Allena sembari mengusap lengan Nanda.
" Yaudah yok , buru dapet siraman rohani ini gue". Ucap Lala sembari beranjak dari kursinya.
Siapa yang tidak tahu bagaimana jika membuat Presdir DAM GROUP menunggu terlalu lama . Allena yang sudah tahu watak kakaknya pun segera menelfon sopir pribadinya.
" Ya udah kita jalan dulu ya , bang kita pamit dulu , besok-besok kita kesini lagi ". Seru Lala lalu lambaikan tangan ke arah Gio.
" Bye , bye". Ucap mereka lalu meninggalkan Nanda sendiri .
Raut tidak rela Nanda tunjukkan pasalnya obrolan mereka baru setengah jalan.
_________
Haiiii
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰
Tertanda : Mama kecil ❤️
Gimana ya kalau mereka bertiga ngumpul jadi satu ??
__ADS_1