
Daniel duduk dengan tenang , matanya nampak menatap lurus jalanan yang ramai , ia duduk dengan bersandar seolah tatapan lurusnya menyiratkan sedikit kekhawatiran .
Alex membuka pembicaraan . " Tarik nafas lalu hembuskan , nanti kau akan tenang ". Ucapnya dengan hati-hati.
Daniel Batak menjawab namun ia mengikuti instruksi dari Alex.
Anna juga David yang duduk di kursi belakang tersenyum geli , saling bertatapan lalu berusaha menaha tawa.
" Sstttt". Ucap Anna pada suaminya sembari meletakkan jari telunjuknya di depan bibir yang berwarna merah.
David mengangguk lalu menatap sebentar pada putranya.
Daniel sedikit bingung lalu ia memberi kode pada Alex seolah sedang bertanya dengan keadaan di kursi belakang.
" Dad , Mom . Are you ok?". Ucap Daniel denga Waja bingung.
" Ya kita baik , kau lah yang sedang tidak baik". Ucap Anna masih menaha tawa.
" Memangnya ada apa dengan Daniel Mom?". Kini Alex yang bertanya.
Anna menyenggol lengan suaminya .
" Kau tidak bisa melihat bagaimana raut wajah pria di samping mu ". David menjawab tak mampu menahan tawa.
" Jadi , sedari tadi Mommy dan Daddy menertawai Daniel ? Orang tua macam apa kalian ini". Ucap Daniel tidak terima menjadi bahan tawaran.
" Hei hei heii , bisa kau pelan kan suara mu?". Anna membela.
" Daddy mu benar , mana sikap dingin dan berkuasa CEO DAM GROUP yang membuat semua bergidik melihat nya . Lihatlah sekarang kau nampak begitu gelisah ". Ucap Anna lagi , dalam hatinya ia pun mendo'akan untuk hari ini , sedikit menggoda tidak masalah pikirnya agar perasaannya tidak begitu tegang.
Alex juga David tertata lirih sembari m nutup bibirnya rapat-rapat. Daniel melirik tajam ke atas Alex lalu kembali menatap lurus ke arah jalanan .
" Lalu bagaimana dulu saat Daddy dan Mommy akan menikah , coba Daddy berbagi dengan Daniel agar Daniel juga Alex tau". Ucap Daniel sontak membuat semua terdiam . David melirik sejenak ke arah Anna lalu beralih ke arah Daniel.
__ADS_1
" Emm, itu Daddy biasa saja tidak takut sedikitpun , tidak ada perasaan aneh ya biasa saja ". Ucap David menutupin kemungkinan.
Anna berubah ekspresi mendengar penuturan David , matanya membulat seolah mengingat sesuatu.
" Apa , jadi kemarin Mas tidak merasakan apa-apa , apa dulu Mas juga tidak mencintai ku". Anna berucap sembari menahan air di pelupuk mata.
" Buuuu bukan seperti itu sayang , bukan seperti itu maksud ku".
" Terus apa maksud mas ". Anna memukul lengan David dengan keras .
" Iya iya , mas jujur".
" Mas juga sama seperti Daniel , hanya saja ". David menjeda ucapannya.
Anna menoleh ke arah suami nya menatap tajam pupil mata David.
" Hanya saja kau mampu membuat ku tenang". Ucap David mantab dengan senyum manis di bibir nya .
Blusss
" Cihh , dasar tidak tau umur". Daniel berdecih pelan.
Alex hanya menggelengkan kepalanya Anna dan David sudah tak merespon ucapan putranya , ia bergelayut Manda di lengan pria yang berstatus suaminya .
Alex memegang setir kemudiannya erat , berbarengan dengan earphone bluetooth yang ia selipkan di telinga kanannya.
'' kak , bersiaplah , sembari menunggu Lala selesai kita sedikit bermain dengan nya ".
" Hemm , jangan berlebihan tapi". Ucap Alex lirih setengah berbisik agar tak terdengar oleh Daniel juga Mommy Daddy nya .
" Ok ".
" Lo ngomong sesuatu ?". Ucap Daniel.
__ADS_1
" Engga ". Alex menjawab singkat.
Daniel mengangguk .
Alex merasakan mobil yang ia bawa sedikit oleng.
" Astaga , ada apa ini?". Ucap Anna panik.
" Tidak tau Mom , biar Alex cek dulu". Ucapnya lalu keluar memutari mobilnya.
Alex berjongkok lalu menggelengkan kepalanya.
" Ada masalah?". Tanya Daniel .
" Hemm , bannya bocor mungkin tadi kita injek paku". Ucap Alex mendongak ke arah Daniel.
Dan benar saja saat Daniel cek ada lubang cukup besar sehingga menghabiskan angin di dalamnya.
" Siall". Ucap Daniel memukul kencang ban mobil yang sudah kempes.
" Jangan sampai ketahuan Allen , kita bisa celaka". Ucap Alex dalam hati.
" Kenapa lama sekali? Ada masalah?". Tanya Anna melongok dari dalam mobil.
" Ban kita bocor Mom , seperti nya kita sedikit terlambat". Alex sedikit berteriak .
"Hufff". Anna menghela nafas lalu keluar bersama David.
Alex mengeluarkan ponselnya lalu menekan tombol angka di dalam layar ponselnya.
" Kau , bawakan mobil kemari , gue kirim lokasinya".
Alex mematikan sambungan telfonnya lalu bersandar di pintu mobil sembari menghela nafasnya.
__ADS_1
>>>>>>>