GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Memenuhi undangan


__ADS_3

Alex sudah menunggu di depan pintu butik milik Ema , jam sudah menunjukkan pukul 7 malam nampak Daniel keluar bersama Lala dari dalam butik , dengan sedikit kesusahan dengan dres panjangnya Daniel berjalan sembari memegangi lengan Lala supaya tidak terjatuh .


Alex melihat dari kaca mobil dengan senyum yang mengembang .


" Akhirnya ada yang bisa mencairkan gunung es di kutub utara". Ucapnya sembari keluar membukakan pintu untuk mereka .


Daniel duduk di sisi sebelah kiri di sisi kanan nampak Lala duduk dengan memainkan jemarinya , tangannya tidak berhenti mengetuk-ngetuk paha, gugup , takut sudah pasti , jantung nya seolah terpacu ia hadir sebagai pasangan Daniel dan harus bersikap manis layaknya pasangan romantis pada umumnya , namun lain hal jika sedang di dalam kantor sudah seperti anak kucing yang tidak pernah akur jika harus satu ruangan dengan tikus.


Dan kebetulan acara keluarga Admaja di gelar di salah satu hotel milik Daniel . Daniel menempati apartemen di tower 1 dan acara di gelar di hotel tower 2. Pesta kali ini di gelar begitu meriah dari tahun sebelumnya , Daniel selalu menerima undang di acara Anniversary dari pernikahannya , dan tahun ini Daniel baru mau menampakkan diri di hadapan keluarga mantan tunangannya.


Tidak butuh waktu lama mereka sampai di tempat , karanagn bungun tampak memenuhi setiap sudut jalanan . Lobby utama sudah di penuhi para wartawan,berjejer kamera dari berbagai awak media sudah siap untuk memotret para tamu undangan yang berdatangan , mengingat acara ini di hadiri para petinggi dan jajaran pembisnis dari semua kalangan . Bahkan investor dari dalam dan luar negeri pun turut hadir di acara malam ini.


Daniel sedikit merasa was-was , bukan untuk dirinya melainkan lebih berhati-hati untuk Lala . Sudah tahu bagaimana watak Maura yang pasti sudah memiliki rencana licik di balik acara kedua orangtuanya.


_______


Jujur ini pengalaman pertama Lala membuat nya sedikit merasa ragu untuk turun . Daniel melihat kekhawatiran di wajah Lala , lalu menoleh dan sedikit memberi semangat.


" Tenanglah , kau menjadi pasangan saya malam ini berjalanlah senyaman mungkin , kau akan aman jika tetap di sisi saya". Ucap Daniel lalu keluar terlebih dahulu lalu memberikan uluran tangan dan memberi jalan untuk Lala. Lala menoleh ke arah Daniel ,sedikit kode darinya Lala pun mengerti lalu menggandeng lengan kekar Daniel.


Panggilan dari semua reporter semakin riuh , mengingat tidak pernah sekalipun Daniel menampakkan diri namun sekalinya ia datang dengan menggandeng wanita cantik .


" Tuan, bisa anda jelaskan siapa nona cantik yang tuan bawa malam ini ?". Tanya seorang reporter dengan tanda pengenal di saku bajunya.


" Tuan , bagaimana dengan Maura , apa tuan benar-benar sudah melupakannya ". Tanya reporter di sebelahnya.


" Tuann".


" Tuann"..


Berbagai pertanyaan saling bersahutan , Daniel tidak menjawab , lalu membawa Lala masuk ke dalam gedung takut membuatnya tidak nyaman. Kilat cahaya lampu kamera terus menyilaukan mata, langkah Daniel semakin cepat dan menghilang dari pintu.

__ADS_1


" Apa seperti ini kalau bapak bepergian". Tanya Lala dengan diam sembari terus berjalan menyesuaikan langkah kaki Daniel yang semakin melambat.


Begitu sampai di dalam , sambutan hangat langsung tertuju padanya . Alex yang berada di belakang hanya mengangguk dan saling berjabat tangan dengan para tamu yang menyapanya sesekali tersenyum ramah .


Alex bukan pria yang kaku seperti atasannya , sikap ramahnya mampu ia tunjukkan untuk umum namun ketegasan tetap selalu Alex utamakan.


" Selamat datang Tuan Daniel , terima kasih sudah menghadiri acara kecil malam ini ,suatu kehormatan bagi keluarga besar Admaja ". Seru Mulyadi Admaja sembari mengukuhkan tangannya tidak lupa istrinya ikut menyimbrung.


" Senang bertemu dengan anda tuan Daniel". Ucapnya ramah.


Daniel hanya mengangguk lalu menyunggingkan senyum tipis dan menerima uluran tangan dari CEO bertubuh tinggi dengan rambut yang terlihat sedikit memutih secara bergantian.


Pandangan Mulyadi lalu tertuju pada gadis dengan dres panjang di samping Daniel, dengan ramah dan sedikit berbasa-basi .


" Siapa gadis cantik di sebelah anda Tuan?".


" Seperti yang tuan Mulyadi lihat , jika saya sudah membawanya berarti dia bagian dari saya ". Ucap Daniel sontak membuat pasangan suami istri di depannya terdiam lalu saling menatap.


" Tidak usah membicarakan yang sudah lalu , saya sudah mendapat penggantinya" .Ucap Daniel sembari merangkul mesra tubuh Lala.


" Bukan begitu sayang". Ucap Daniel dengan senyum lembut ke arah Lala.


Lala yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan berbincang ke tiga orang yang


sudah saling mengenal dulu pun hanya mengangguk dan sesekali tersenyum saat mata mereka beradu pandangan.


" Iiya ".Ucap Lala sembari menunjukkan ekspresi semanis mungkin.


Dari sudut ruangan terlihat wanita cantik mengenakan gaun hitam yang terbuka di bagian belahan dada nya sembari melihat ke arah Daniel dan juga Lala yang sedang berbincang , nampak juga Alex asisten sekaligus sahabat sang mantan tunangannya berdiri tidak jauh dari mereka.


Tersenyum penuh arti, entah apa yng sedang di rencanakan.

__ADS_1


______


Di sela-sela perbincangan mereka nampak Daniel sedikit menjauh dari keramaian dan .


" Lala, saya akan menjawab pertanyaan mu waktu itu". Ucapnya to the poin.


Lala yang mendengar pun sontak membuat sedikit terkejut, pasalnya tidak sedikitpun di dalam otaknya Daniel akan membahas pertanyaan konyol yang pernah iya lontarkan.


Ekhem sedikit Lala menetralkan suaranya.


" Soal itu , bapak tidak perlu khawatir , anggap saja Lala tidak pernah bertanya". Ucap Lala lalu memalingkan muka menahan senyum yang terkulum.


" Jadilah pendamping saya selamanya". Ucap Daniel cepat tetap di depan wajah Lala.


Lala tercengang atas pengakuan Daniel , bukan apa masalahnya Daniel menyatakan cintanya di dalam acara mantan calon mertuanya.


" Apa ini sama dengan bapak lagi nembak Lala?tapi kenapa bapak memilih menyatakan perasaan bapak di sini ? apa tidak ada tempat yang lebih romantis lagi ? di depan taman yang di penuhi bunga misal , seperti novel-novel yang pernah Lala baca , sang pria memberi sebuah kejutan untuk sang wanita , bukankan itu terlihat romantis atau seperti drama-drama yang sering Lala tonton ". Tanya Lala polos dengan mata tak beralih dari wajah tampan Daniel . Pasalnya angan Lala jauh jika ada yang menembaknya ala cerita di dalam novel atau seperti drama-drama Korea yang sering ia tonton di waktu senggang.


Daniel mengernyitkan dahinya , suasana yang susah payah Daniel bangun di buat kacau oleh gadis kecil di depannya.


Tidak jauh dari mereka nampak Alex mengulum senyum pasalnya obrolan mereka terdengar oleh telinga Alex , namun sebisa mungkin Alex menutupinya.


" Waw , gunung es telah mencair , sepertinya hari-hari saya pun akan semakin sibuk" . Ucapnya sembari bersedekap dengan tangan kanan memegangi dagu menahan tawa agar tidak terdengar.


Ya memang benar ucapan Lala ,apa tida ada tempat lain selain di sini , terkesan seperti pria tak berakal romantis.


" Anggap saja begitu , nanti bisa saya ulangi lagi setelah selesai acara ".


" Iya pak ". Ucap Lala malu-malu.


Nampak binar dari mata Daniel , terlihat raut bahagia yang belum pernah ia tunjukan setelah kejadian itu.

__ADS_1


__ADS_2