GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Ice capuccino untuk pria dingin


__ADS_3

Lex, apa ada perkembangan di proyek B kemarin" . Tanya Daniel dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celananya, tampak begitu elegan dan berwibawa .


Setelan jas berwarna navy , berpadu dengan celana hitam yang begitu pas di pinggang yang terlihat begitu kuat , tidak lupa dengan dasi bergaris hitam dan sepatu yang selalu terlihat bersih mengkilap .


Sempurna , itulah gambaran sosok Presdir DAM GROUP .


" Irfan semalam kasih info . Semua sudah di tangani masalah biaya dan upah karyawan, kemarin memang sempat mengajukan demo tapi untungnya tidak berlangsung lama, sebagai data juga udah gue cek kemarin, memang cukup banyak kerugiannya " . Ucap Alex dengan rinci memberikan penjelasan .


" Dan ini". Alex menyodorkan laporan dari dalam tab yang ia bawa kemana saja.


" Seperti nya memang ada unsur kesengajaan , ada yang memprovokasi di bagian keuangan di sana ". Ucap Alex.


" Ok, biarkan saja selagi masalah ini selesai dan dia tidak membuat ulah lagi, kita biarkan saja".


" Kita tidak boleh terpancing". Ucap Daniel .


" Iya , " . Alex membukakan pintu untuk Daniel, lalu menuju meja yang sudah tertata rapi berkas yang harus ia koreksi .


" Oh iya Nil , tadi Mommy telfon , mau ajak makan siang , Mommy bilang kita yang ke sana atau Mommy yang datang".


Sembari melepaskan jas nya Daniel menjawab.


" Kita saja yang ke sana , Apa jadwal hari ini? ".


" Ok . Ga ada hari ini kita kosong . Apa ada yang perlu di bantu lagi?". Tanya Alex.


Daniel hanya menggeleng kan kepalanya.


" Kalau gitu gue keluar dulu".


" Hemm" .


Alex menutup pintu dengan hati-hati.


_____


" La , apa kamu sibuk ?" . Tanya pak Heru sembari menenteng dua berkas di sisi kiri dan kanan tangannya.


" Engga kok pak, ada yang bisa Lala bantu pak". Lala bangkit dari kursinya.


" Ah iya, saya mau merepotkan mu ". Ucap pak Heru dengan nada yang sedikit ragu.


" Saya minta tolong antar kan berkas ini ke ruang Presdir , ruangan nya ada di lantai dua puluh delapan , apa kamu bisa". Sembari menunjukkan berkas yang ada di tangan kanannya.


" Saya sedikit ada urusan " . Imbuhnya.


" Presdir, berarti si Om stres itu". Batin Lala.


Lala menoleh ke kiri dan ke kanan , Ayu dan Doni masih sibuk dengan layar monitor nya. Tapi tidak dengan Sinta yang menunjukkan ketidak sukaan nya terhadap Lala.


" Emm , boleh pak, biar saya yang mengantarnya". Ucap Lala.


" Terima kasih Lala". Ucap pak Heru .


" Sama-sama pak , tidak perlu sungkan ". Seru Lala sembari menerima berkas dengan senyum manisnya.


" Cihh dasar anak baru , lihat saja bertahan sampai jauh mana dia ". Ucapnya lirih namun masih terdengar di telinga Lala.


Lala hanya menoleh sebentar lalu tidak menghiraukan lagi.


" Sabar la, dia benar kamu memang anak baru, pendidikan juga dia di atas rata-rata".

__ADS_1


" Huufff , semangat Lala". Ucap Lala lalu pergi dengan tangan yang memeluk berkas.


______


Masih sibuk dengan tumpukan dokumen yang berada di atas mejanya, dengan 1 tangan memegangi pena mahal berwarna hitam.


Daniel mengetuk-ngetuk mejanya sembari memutar-mutar kan kursi nya . Dengan pikiran yang menerawang jauh entah ke mana.


Tidak lama setelah itu.


Tok tok tokkk..


pintu ruangan Presdir di ketuk.


" Masuk" . Ucap sang empu.


Lala menghembuskan nafasnya sejenak sebelum membuka pintu.


" Hufff, semangat La " Ujarnya.


" Permisi pak maaf saya membawa laporan keuangan yang bapak minta pada pak Heru, kebetulan pak Heru sedang sibuk maka sayang mengantarnya". Ucap Lala sedikit takut.


" Hemm, letakkan di sana" Ucap Daniel menunjuk ke arah mejanya.


Mata yang masih memandang tajam ke arah Lala .


" Hey kamu". Ucap nya.


" Lala pak ". Jawab Lala sembari mengangguk.


" Hemm , apa kamu bisa membuat kopi?". Tanya Daniel.


" Hemm, jangan terlalu manis ".


" Baik pak". Lala berlalu meninggal kan ruangan .


Lala berjalan menyusuri ruang demi ruang, tapi nihil dia tidak menemukan di mana pantry untuk membuat kopi.


Setelah cukup lama Lala mencari alhasil sama saja .


" Hufff , ini kantor segede ini ga ada orang yang bisa di tanya apa ". Dengkus kesal Lala.


" Ya udah deh gue keluar aj , beliin kopi di luar aj kali ya". Ucap Lala memberi ide .


Sesampainya di depan toko , Lala kembali berfikir .


" Dingin atau panas ya , sudahlah yang mana saja, dingin juga bagus lumayan buat naikin mood biar ga terlalu stres tu orang.


" Tidak terlalu manis kan , Nahh ini baru cocok.


" Lala , kenapa di sini bukannya kamu bekerja" . Ucap Gio yang melayani.


Kebetulan ia bekerja di cafeyangvtidak terlalu jauh dari gedung bertingkat itu .


" Lho bang Gio, ngapain di sini". tanya Lala balik.


" Iya Abang di pindah ke sini baru tadi pagi Abang di sini''.


" Ooo'' . jawab Lala dengan ber oh ria.


" Mau pesan apa? ".

__ADS_1


" Ic capuccino satu kak oles Boba yang banyak". Ucapnya.


" Tumben biasanya juga rasa coklat". Tanya Gio bingung.


Pasalnya Lala memang pecinta manis dan pedas , untuk minuman ia sangat menggemari rasa coklat.


" Hehehee, iya bang , ini bukan buat Lala tapi buat bos Lala.


" Jangan terlalu manis ya bang " . ucapnya lagi.


" Ok , tunggu sebentar ya".


Lala memesan satu cup Ice capuccino dengan gula sedikit di tambah toping boba di dalamnya.


"Tara , sudah selesai". Ucap nya dengan semangat.


" Ice capuccino boba untuk pria dingin ". hihihii


" Biarin aja , biar dia ngerasain di kerjain tu ga enak". Ucapnya lagi.


" Sudah nabrak dua kali tapi tidak sekalipun minta maaf ".


_____


Tok tok tokk....


Kembali di ketuk pintu ruang sang Presdir.


" Apa kamu membuat kopi di negara tetangga, kenapa lama sekali".


" Mana kopinya". Ucap Daniel dengan ketus.


Lala menyodorkan kantong plastik lengkap dengan sedotan.


" Maaf pak , tadi saya sudah mencari di mana Pantry tempat membuat kopinya , tapi tidak ketemu, saya cari orang yang bisa di tanya juga tidak ada , ya udah pak jadi saya berinisiatif membeli ini di luar". Ucap Lala dengan polos.


" Astaga kau ini". Ucap Daniel dengan geram.


Alex tidak sengaja mendengar teriakkan Daniel dari luar , karena pintu yang tidak di tutup rapat jadi suara dari dalam bisa terdengar.


" Maaf , ada apa ya". Tanya Alex.


" Maaf pak , ini saya tadi di suruh bikin kopi , tapi saya ga tahu dimana tempatnya, jadi saya belikan ini dari luar". Ucap Lala dengan menunduk.


" Saya mintanya kopi La , kopi , K O P I " . Daniel berbicara sembari mengeja.


" Maaf pak , setahu saya ice boba bisa ngembaliin semangat, saya liat tadi bapak seperti sedang pusing , jadi saya berinisiatif membelinya untuk bapak". Ucap Lala dengan tubuh yang bergetar.


Alex menahan tawanya agar tidak terdengar . Baru pertama kalinya seorang Tuan Presdir habis dijahili anak 18 tahun .


" Sudah sana". Ucap Daniel dengan ketus .


Lala pun berlalu dari hadapan Daniel.


________


Happy reading teman Mama kecil ❤️


Semoga suka ya .


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰

__ADS_1


__ADS_2