GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Pesona Lala


__ADS_3

Ting tong ting tong.


Bel apartemen Daniel terdengar , bergegas Daniel membuka pintu , sudah tahu pasti Lala yang berkunjung .


" Lama sekali kamu". Protes Daniel mengigat hari sudah semakin sore .


Tidak ada jawaban dari Lala lalu mengekor di belakang tubuh Daniel. Di ambilnya kunci mobil yang tergeletak di atas meja depan sofa, Daniel sudah bersiap sedari tadi , mengingat dirinya harus merubah tampilan Lala malam ini buru-buru mereka berlalu dari apartemen.


" Kita jalan sekarang". Ucap Daniel lalu melangkah keluar .


Daniel melaju dengan santai menuju butik langganan Mommy Anna , tidak jarang pula Daniel ikut serta masuk kedalam butik untuk mengukur baju untuk acara-acara resmi atau hanya sekedar menemani Mommy Anna berbelanja.


" Pak , kenapa kita kesini?". Tanya Lala sembari melihat kagum dari bangunan yang ada di depannya.


Terlihat dari pintu luar saja sudah tahu bagaimana isi di dalamnya. Pajangan gaun-gaun indah berjejer rapi di dalam lemari kaca yang terlihat dari kaca jendela berukuran besar di sisi pintu.


" Kita harus memperbaiki penampilan mu , tidak mungkin saya membawa mu ke acara resmi dengan celana panjang mu bukan !". Ujar Daniel sembari memperhatikan gaya berpakaian Lala hari ini.


Benar saja hari ini mengenakan baju santai , dengan celana jins hitam panjang , sepatu kets putih kesayangannya dengan rambut yang di ikat sedikit bagian atasnya dengan hiasan pita cantik berwarna biru pink senada dengan tas kecil berwarna biru yang menggantung di bahunya.


Lala tidak menjawab hanya mengangguk membenarkan tanggapan Daniel tidak mungkin seorang presdir membawa wanita ke acara resmi hanya menggunakan setelan baju ala anak SMA.


Di buka pintu besar di depannya yang langsung di sambut oleh Ema pemilik butik. Perawakan yang tinggi besar namun tidak serasi dengan gaya lemah gemulai dengan jari kuku yang berwarna merah menyala.


" Haii sayang , uuuu ada apose tiba-tiba datang di mari ". Ucap Ema dengan kaya lemah gemulai sembari tangannya menyentuh pundak Daniel .


" Adudaii , siapa ini cinn, ulalaa bocil sapose yang you bawa nih". Ucapnya lagi sembari mengibaskan poni pendek di kepalanya.


" Singkirkan tangan menjijikkan mu , perbaiki dia dengan cepat , berikan dia baju yang terbaik dari mu ". Ucap Daniel dingin lalu berjalan menuju sofa empuk yang tersedia di sana .

__ADS_1


" Jangan galak-galak begindang dong sayang kohh, nanti you cepet tuwir alias tuak lho". Ucap Ema lalu berjalan mendekat ke arah Lala dengan langkah yang melenggak-lenggok.


Lala menatap dengan sedikit aneh , tidak kaget dengan perilaku Daniel namun dengan pria setengah wanita di sebelahnya . Tidak merasa sakit hati dengan ucapan Daniel , seperti sudah sering kata-kata pedas yang ia dengar dari mulut di pria dingin yang tidak lain adalah adalah atasannya.


" Cus cil , ikut eyke ". Ucap Ema yang berjalan lebih dulu sembari tangan kirinya mengibaskan poni dan tangan kanannya di angkat di sebelah bahu dengan jemari yang melengkung . Lala mengikuti kemana perginya Ema .


" Duduk cil". Ucap Ema sembari menarik kursi rias yang didepannya terdapat kaca besar . Didudukkan pantat Lala di atas kursi empuk dengan nuansa dinding berwarna putih , dengan lukisan-lukisan yang menampakkan wajah dengan make up yang memukau menambah kesan sangat berkelas . Ya , memang hanya kalangan kelas atas yang mampu berkunjung di butik ini . Gaun-gaun cantik berbagai model dengan hiasan manik-manik berlian asli dengan bandrol harga yang fantastik.


" You udah cantik sebenarnya cil , eyke poles-poles dikit aja pasti you udah jadi princess pakai sepatu kecong yang ada di buku dongeng ponakan eyke .


Ema terus berbicara dan memuji kecantikan alami milik Lala.


" You bisa naklukin babby Daniel tu gimana caranya cil ". Tanya Ema penasaran , pasalnya tidka pernah ada wanita yang di bawa kemari olehnya.


" Saya bukan kekasihnya , saya hanya asisten pribadi pak Daniel saja mas , eh mbak ". Ucap Lala bingung harus memanggil apa pada pria setengah wanita di belakangnya.


" Ihh, dasar bocil ya , menggemaskan pantas saja babby Daniel klepek-klepek ama you , selain cantik you juga sangat lucu". Ucap Ema yang terus saja memanggil Lala dengan sebutan bocil.


" Ii iya miss Ema , saya hanya asisten pribadi nya saja , mana mungkin tuan Daniel menyukai saya ". Ucap Lala sembari menutup matanya menikmati setiap sentuhan tangan Ema.


Ema tidak menjawab ucapan Lala , terlihat dirinya sedang fokus pada bibir mungil berwarna merah muda milik Lala , di aplikasikan nya lipstik berwarna soft agar terlihat lebih seksi namun masih terlihat natural. Rambutnya dibiarkan tergerai , sedikit di beri sentuhan agar terlihat bergelombang .


Dan tahap terakhir , di pilihkan gaun yang sesuai dengan tubuh Lala.


" Taraa , udah selesai cinn ". Ucap Ema sembari menepuk kedua telapak tangannya.


Di putarnya Lala pada kaca besar full body .


" Ini benar gue". Ucap Lala sembari memutar-mutar kan tubuhnya tidak percaya.

__ADS_1


" Ya , itu you , cantik kan , you emng udah cantik tapi you aja yang ga mau dandan , eyke yakin babby Daniel pasti terpesona". Ucap Ema lalu menggandeng tangan Lala .


Daniel menunggu sembari membuka buku fashion week yang tersusun rapi di atas rak buku kecil di sudut dinding. Daniel sudah berganti pakaian , jas berwarna navy yang memang sudah ia siapkan di dalam mobil sudah melekat di tubuhnya.


Dibukanya tirai pembatas di mana Daniel sedang menikmati secangkir kopi sembari membaja buku yang telah di sediakan.


Srreekkk.


Tirai di buka seketika pandangan Daniel teralihkan, matanya tertuju ke atas sumber suara.


Di benarkan posisi duduknya matanya tidak berpaling dari sosok wanita cantik di hadapannya. Gaun panjang berwarna biru muda dengan tali kecil sebagai penyangga. Belahan di bagian bawahnya hingga menampakkan kaki kecil yang terlihat sangat mulus , hils sedikit tinggi menambahnya terlihat sempurna , bibir mungil berwarna merah buah ceri membuat siapa saja ingin mencicipinya. Senyum kecil Daniel terukir di sudut bibirnya.


" Bagaimana , you suka sayang". Ucap Ema menggandeng Lala mendekat ke arah Daniel.


" Bagus ". Ucapnya Daniel Namum pandangannya masih tertuju pada Lala , di akui Daniel terpesona dengan penampilan Lala malam ini . Merasa Daniel tidak lepas pandangan Lala menunduk sembari menahan senyum , pipinya terlihat memerah menahan malu.


" Apa tidak berlebihan pak". Ucap Lala sembari memainkan jemarinya.


" Tidak , ini cocok untuk mu ,kau menjadi pasangan ku malam ini". Ucapnya lalu membawa Lala pergi menuju lokasi.


" Terima kasih Em , upah mu sudah saya transfer ". Ucap Daniel sembari berlalu.


Ema hanya mengangguk dengan senyum mengembang , sudah pasti isi dalam ATM nya akan tebal.


" Kerja yang bagus".Ucap Ema sembari melihat notifikasi dari ponselnya yang menunjukkan angka seratus lima puluh dengan enam nol angka di belakangnya.


__________


Haiiii ,

__ADS_1


Bagaimana kabar hari ini ? , salam manis dari Mama kecil ❤️


salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰.


__ADS_2