GADIS TENGIL MILIK CEO

GADIS TENGIL MILIK CEO
Makan malam bersama


__ADS_3

Lala nampak cantik dengan balutan dres selutut berwarna pink muda , serasi dengan tas kecil di pundaknya , tatanan rias yang natural dengan rambut panjang yang tergerai sedikit bergelombang , bibir mungil merah jambu dan sepatu yang tidak begitu tinggi . Daniel diam tak bergeming menatap mata bulat indah milik Lala , senyum hangat menghiasi bibir Daniel .


" Sudah siap sayang ". Ucap Daniel sembari mengulurkan tangannya.


Lala mengangguk kecil dengan senyum manis menghiasi wajah ayunya.


"Aku sedikit gugup pak". Ujar Lala berterus terang. Daniel tersenyum tangannya terulur menyentuh pipi dengan warna pink di sisinya.


" Aku ada di dekat mu , tidak ada yang perlu di khawatirkan ". Ucapnya lalu mengecup kening Lala dengan lembut.


Lala merona mana kala di hujani kecupan yang begitu lembut , dengan tangan yang di genggaman Daniel Lala pun melangkah beriringan menuju lobby dimana mobil sport hitam milik Daniel terparkir.


" Silahkan masuk ". Ucap Daniel sembari membukakan pintu mobil depan untuk gadisnya.


" Terima kasih pak". Ucap Lala lalu duduk dengan manis di sisi kemudi.


Daniel memutari mobilnya lalu duduk di kursi kemudi dengan tenang.


" Boleh aku meminta tolong". Ucap Daniel sembari menatap manik mata Lala.


Lala mengangguk " Boleh , tapi jangan aneh-aneh ya". Ucap Lala , langsung membuat Daniel tertawa.


Ahahahaa.


" Kau ini , kenapa menggemaskan sekali sih". Ucapnya sembari mencubit pipi Lala.


" Sakit pak". Seru Lala lalu menampik tangan Daniel dari wajah nya.


" Kenapa selalu berburuk sangka hmm?".


Lala tidak menjawab , hanya menampilkan wajah cemberut dengan bibir yang sedikit maju.


" Eemmmm Bapakkk". Teriak Lala begitu Daniel melepas tangannya yang menarik bibir mungil Lala.


Daniel hanya tertawa " Kau semakin menggemaskan jika sedang marah". Ucap Daniel dengan enteng.


Lala memalingkan wajahnya dengan rasa kesal.


" Sudah ,aku minta maaf , aku hanya ingin kau ganti panggilan mu , aku ini kekasih mu , jadi tolong jangan memanggil ku bapak , panggil saja Daniel. Apa kau mengerti". Daniel berucap dengan cepat.

__ADS_1


Lala menoleh ke arah Daniel dengan sedikit bingung lalu mengangguk kecil.


" Iya pa, eh Daniel". Ucap Lala masih terlihat canggung.


" Gadis pintar ". Ucap Daniel lalu mengusap pucuk kepala Lala dengan sayang.


_______


Di mansion utama , tampak semua hidangan sudah tertata rapi , dengan deretan makanan yang hampir memenuhi meja makan. Anna yang sedari tadi menunggu semakin di buat bingung , harus bagaimana reaksi pertamanya saat bertemu nanti , terkejut kah , bahagia , atau.


" Aaaa". Anna nampak geram sendiri . Alex duduk dengan tenang di ruang tamu bersama David sembari memandang ke arah Mommy nya.


" Lihatlah Mommy kalian , wajahnya sedikit menyimpan rasa panik". Ucap David di selingi tawa kecil. Bagaimana tidak , dia yang sudah memata-matai anak dan calon menantunya sekarang harus berpura-pura terkejut dengan pertemuan mereka.


" Apa Daddy yakin Daniel tidak tau?". Tanya Alex pada David.


" Entah lah , mungkin nanti mommy mu akan terkejut sendiri". Ucap David.


Tidak lama setelah itu , terdengar deru mesin mobil yang berhenti di depan . Anna yang sudah tidak sabar menyambut tamu nya dengan semangat.


Berbeda dengan Lala yang takjub akan kemegahan bangunan di depannya.


" Wahhh , apa benar ini rumah mu Daniel . Ini seperti istanah ". Ucapnya dengan mata tak lepas dari bangunan kokoh bercat putih , tiang-tiang tinggi sebagai penyangga , taman kecil dengan air mancur , kolam ikan kecil dengan patung indah di dalamnya , sungguh kali pertama Lala menatap bangunan mewah secara langsung .


" Sudah ayo , nanti kamu bisa mengaguminya lagi dengan puas ". Ucap Daniel lalu menggandeng mesra tangan Lala .


" Tidak perlu khawatir , Mommy dan Daddy tidak akan memakan mu". Ucap Daniel lirih di belakang telinga Lala begitu ia menggenggam jemarinya , begitu dingin seolah sedang merasa takut.


Begitu sampai di depan pintu ,para maid sudah menyambut kedatangan mereka dengan sedikit membungkukkan badannya.


" Selamat datang Tuan muda , Nona , mari nyonya dan Tuan sudah menunggu sedari tadi". Ucap salah satu maid dengan sopan , kebetulan Bi Asih sebagai kepala pelayan sedang cuti jadi Rida sebagai wakilnya yang menggantikan sementara.


Lala tertegun dengan penyambutan nya , ia tidak menyangka jika dirinya mendapat sambutan seperti ini , dengan sedikit berjinjit Lala terus berceloteh.


" Daniel , apa memang seperti ini cama menyambut tamu". Tanya Lala setengah berbisik.


" Apa kau kurang menyukai, apa ada yang tidak sopan menyambut mu tadi , yang mana biar langsung di pecat saja". Ucap Daniel enteng tanpa beban.


" Is kau ini , kamu kira mereka apa , main pesat sembarangan, dasar orang kaya". Ucap Lala kesal dengan jawaban Daniel.

__ADS_1


Daniel tidak memperdulikan ucapan Lala . Berjalan mereka melewati pintu dengan ukiran cantik. Di depan meja makan sudah ada Mommy , Daddy dan juga Alex yang sudah menunggu.


" Tante". Ucap Lala tidak percaya . Ya wanita yang sempat ia tolong ternyata ibu dari kekasihnya.


" Lho , kamu ". Ucap Anna terkejut.


Daniel yang melihat pemandangan itu pun sedikit tersenyum sinis .


" Tidak perlu berpura-pura Mom , bahkan mom juga mengikuti kemana kita pergi bukan". Ucap Daniel dengan ketus.


" Ehehee ". Anna hanya mampu tertawa garing saat tertangkap basah sedang bersandiwara.


Lala yabg berada di sampingnya pun langsung mencubit pinggang Daniel sedikit keras .


" Is kau ini , beliau ibu mu , apa begitu cara mu berbicara pada orang tua ". Ucap Lala tanpa sadar memaraahi Daniel tepat di depan orang tuanya.


Anna menoleh ke arah suaminya, tawa mereka tertahan saat ada yang berani memarahi putranya . Pasalnya tidak ada yang berani pada nya jangankan memarahi , memberi masukan saja banyak yang di tolak mentah-mentah olehnya.


Berbeda dengan Alex yang sudah terbiasa dengan keributan antar mereka .


Senyum tipis menyelimuti wajah Alex .


" Kau berani sekali Nona ". Alex berucap dalam hari sembari menggeleng kan kepala. Lala yang memang gampang berbaur dengan orang baru pun tidak begitu canggung dengan tatapan heran semua orang.


____


Tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha.


Batu yang keras saja mampu terkikis oleh tetesan air.


Begitu juga dengan hati , yang terlampau beku karena luka.


Akan mencair dengan datangnya cinta yang sebenarnya.


>>>>>>


Jejaknya jangan lupa 🥰


Salam manis dari Mama kecil ❤️

__ADS_1


Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰.


Happy reading everyone 😘


__ADS_2