Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
Setuju?


__ADS_3

Keesokan harinya Almira masih belum kunjung mendapatkan kabar baik dari pihak rumah sakit, Livia masih belum bangun dari koma nya setelah melewati masa kritisnya kemarin.


Almira tentu merasa sedih dengan apa yang terjadi pada Livia, dia bahkan terus menyalahkan dirinya untuk apa yang terjadi pada sahabat nya.


"Aku harus kembali menagih bayaran ku" gumam Almira sambil melihat jam yang masih menunjukan pukul 7 pagi.


Kali ini Almira berpenampilan lebih berbeda dari kemarin, jika kemarin dia tidak make up maka lain dari hari ini Almira merias wajahnya.


Dia rasa hal ini harus mengingat target nya saat ini adalah seorang Casanova kelas kakap yang sangat ahli dalam ranjang, dan penampilan adalah yang pertama menurut Almira.


Setelah selesai make up Almira melihat pemandangan wajah nya di cermin, dia benar-benar tidak mengenali wajah di depan nya.


"Apa ini aku? apa sekarang ini aku sudah berubah menjadi wanita matre yang menginginkan pria kaya?" gumam Almira merasa ini bukan dirinya.


Tapi saat mengingat banyak nya uang yang dia butuhkan Almira membuang jauh-jauh perasaan tidak nyaman nya, dia harus melakukan ini demi Livia, adik Livia dan juga pengobatan nya.


Almira berangkat ke perusahaan Crop Top Grup milik Justine Alexander, sudah hampir satu jam dia menunggu dan Justine sang CEO perusahaan besar ini masih belum kunjung datang.


"Dasar Bos besar, bagaimana mau mencontohkan yang baik pada karyawan nya jika dia saja berangkat siang, memang orang kaya beda ya" gerutu Almira cape menunggu.


Almira melihat ke luar lobby dan tanda-tanda kedatangan Justine pun masih belum terlihat.


Jam terus berputar tapi Justine tak kunjung datang, Almira menggerutu lagi karena Justine yang di bicarakan di luar tak hanya lebih dari seorang pengusaha malas.


Kriukk..


Suara alarm perut Almira sudah terdengar, Almira mengusap perut nya yang sudah meminta di isi.


Dia melupakan sarapan nya karena setelah pulang dari rumah sakit dia langsung bersiap-siap untuk menemui Justine.


Almira tidak bisa menunggu lama lagi, dia segera bisa menikahi Justine agar hidup nya terjamin dan semua nya selesai cepat.

__ADS_1


Tak lama kemudian Almira yang sedang menunggu dengan wajah kesal nya itu seketika merubah eskpresi wajah nya, Justine berada di luar perusahaan dengan David di belakang nya.


Almira mengambil koran di depan nya dan menutupi wajahnya dengan koran, Justine yang melewati Almira merasa mencium bau Parfum yang sama.


"Kau mencium bau parfum ini David?" tanya Justine.


"Iya tuan, harum parfum nona kemarin" jelas David.


"Kau benar, itu bau parfum murahan sama seperti dia" kata Justine lalu berjalan kembali.


David hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Bos nya yang jika sudah menghina selalu blak-blakan.


Almira yang mendengar semua ucapan Justine mengepalkan tangan nya, andai dia tidak punya niat mungkin dia sudah meninju habis bibir Justine sampai dewer.


Almira berjalan di belakang David, dan Justine mencium bau parfum Almira yang begitu menganggu hidung nya.


"Bau nya semakin dekat, kau mencium nya David?" tanya Justine lagi.


Dan saat masuk lift di saat David akan masuk Almira langsung menyerobot masuk ke dalam lift, Justine dan David kaget melihat Almira.


"David apa dia sudah menjadi hantu?" tanya Justine melihat Almira dengan wajah kaget nya.


"Em belum tuan, kaki nya masih menyentuh lantai" balas David yang melihat kaki putih Almira.


Pintu lift tertutup, Almira menatap sinis Justine dan David yang ada di sebelahnya, dan posisi Almira saat ini ada di tengah-tengah antara keduanya.


"Mau apa lagi kau ke perusahaan ku hah!" tanya Justine kesal.


"Tentu saja menagih bayaran ku, kau harus menikahi ku" jawab Almira tegas.


"Oh David kau dengar? dia ingin menjadi nyonya Justine" Justine tertawa mengejek.

__ADS_1


Almira akan menjawab tapi di saat bersamaan pintu lift terbuka membuat Justine dan David keluar.


Dan Almira tentu saja dia ikut keluar, dia mengikuti kedua pria itu dan memilih masuk ke dalam ruangan CEO.


"Kau benar-benar gadis tidak tau malu ya, apa harga dirimu sudah hilang sehingga kau mengemis-ngemis pada ku?" Justine bicara dengan membelakangi Almira.


"Terserah apapun yang kau katakan, aku memang sudah tidak punya harga diri karena kau telah merenggut kesucian ku" balas Almira lantang.


Prok... prok..


Justine bertepuk tangan melihat keberanian Almira yang begitu besar.


"Kau gadis pertama yang berani menganggu ku, baiklah aku akan menikahi mu" Justine membalikan tubuhnya.


Almira menatap pria di depan nya dengan tak percaya, karena tak menyangka jika apa yang dia rencanakan akan secepat ini.


"Kau tidak akan ingkar kan?" tanya Almira melihat Justine.


"Ucapan ku bisa di pegang, bahkan jika kau mau kita bisa menikah Minggu depan" balas Justine sambil tersenyum menatap Almira dari atas.


Almira mendengar itu merasa beban berat nya sedikit terangkat, tapi meski demikian dia tidak terlalu senang karena dia yakin Justine memiliki maksud lain.


Tapi apa artinya niat terselubung dari Justine, Almira tak akan terlalu memikirkan semua itu karena yang paling terpenting untuk nya hanya satu, dia bisa menikahi pria kaya.


"Livi, ini untuk kita" batin Almira.


๐ŸŒน


Sejauh ini ceritanya aman nggak? serius nanya๐Ÿ˜


Jangan lupa like coment and Vote ya kak โ™ฅ๏ธ๐Ÿค—๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2