Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
David prustasi


__ADS_3

David pulang ke apartemen nya dan saat masuk dia melihat Mila yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


"Kapan kau akan pindah?" tanya David yang kesekian kalinya.


"Bagaimana kalau aku menyewa kamar ku saja, aku tidak mau membuang uang" balas Mila yang melirik David.


"Tidak, aku tidak butuh uang mu" sahut David menolak tegas.


"Ya sudah kalau begitu gratis saja" kata Mila lagi dan kembali fokus pada ponselnya.


David melihat itu menghela nafasnya panjang, lalu pergi ke kamar nya karena dia begitu lelah.


Mila melihat David yang pergi hanya acuh, dan lanjut melihat barang dagangan online di salah satu aplikasi.


Baju-baju nya sudah jelek dan Mila merasa hanya memakai yang itu-itu terus jadi Mila akan membeli baju kerja nya via online.


"Sebaiknya aku masak dia pasti sangat lelah dan tak akan sempat masak" gumam Mila.


Mila pun memilih masak, dia memasak banyak makanan karena Mila tau David makan banyak.


Dan harum masakan Mila nyatanya tercium oleh David yang baru keluar dari kamar nya dengan rambut basah nya.


David mengikuti wangi itu hingga akhirnya langkah nya terhenti saat melihat Mila yang sedang memasak.


Lama David melihat Mila yang fokus memasak, hingga tatapan matanya tertuju pada bagian bokong Mila.


"Astaga apa yang aku pikirkan" David menggelengkan kepalanya sesaat di rasa pikiran nya mulai eror.


David menarik kursi sambil duduk dia melihat Mila yang sedang memasak.


Sebelum nya mana ada wanita di apartemen nya bahkan sampai memasakan makanan untuk nya.


Seketika David terpikir untuk memikirkan rasa sunyi nya, sudah lama dia menutup diri bahkan tak mengenal wanita karena rasa kecewanya yang di tinggalkan demi pria kaya.


"Jangan melihat ku" kata Mila yang dari tadi merasa di awasi.


"Kita tidak pernah bicara, aku tidak tau siapa dirimu dan tempat tinggal asal mu" ucap David.


Membuat Mila seketika menghentikan gerakan tangan nya yang sedang memegang spatula.


"Kenapa kau penasaran dengan ku?" tanya Mila dingin.


"Aku hanya ingin memastikan jika wanita yang sedang tinggal bersama ku bukan seorang penjahat" balas David cepat.


"Kau melihat wajah ku terlihat menyeramkan? tidak bukan" Mila menatap David agak kesal.

__ADS_1


Dan David mengelengkan kepalanya.


"Tapi siapa tau wajah wanita yang polos itu lah yang membuat banyak pria mudah tertipu" David yang pernah kecewa kembali menyalahkan kesalahan mantan nya pada wanita lain.


Mendengar ucapan David Mila yang kembali fokus masak itu agak kesal, dia mematikan kompor dan berjalan mendekati David.


"Hanya karena satu wanita membuat mu kecewa jangan limpahkan kesalahan itu pada ku!" sewot Mila sambil menatap kesal David.


David berdiri dan balik menatap Mila.


"Bagaimana dengan dirimu, kau juga tidak percaya pada pria kan?" tanya David.


"Ya, tapi tidak se lebay dirimu. aku hanya kesal karena pria selalu membeli wanita, aku membenci pria yang mengandalkan harta untuk memikat wanita" balas Mila tegas.


"Tidak semua pria memikat dengan uang" kata David menjawab.


Mila yang mendengar itu tak menjawab tapi memilih melanjutkan masak nya, sedangkan David merasa bingung kenapa dia menjadi se bawel ini.


Setelah selesai masak akhirnya kedua nya makan, dan tentunya tidak ada percakapan diantara keduanya.


Hingga setelah selesai masak David yang berniat membantu Mila membereskan piring kotor pun bertabrakan dengan Mila.


"Kenapa?" tanya Mila David tak kunjung minggir.


Dan Mila yang selesai mengelap meja memilih mencuci piring, sedangkan David dia memainkan ponselnya di meja.


Tak lama setalah selesai mencuci piring Mila berniat duduk dulu, tapi karena ada David Mila akhirnya memilih ke kamar.


Tok..tok..


Baru saja Mila akan duduk di pinggir ranjang nya dia malah mendengar ketukan pintu.


Ceklek..


"Kenapa lagi? aku mau istirahat" kata Mila.


"Temani aku di luar dulu" kata David.


"Ngapain?" tanya Mila menatap David curiga.


"Aku tidak akan macam-macam tenang saja, lagi pula kamu bukan tipe ku" kata David lagi.


"Ck, kau juga bukan tipe ku" ketus Mila sambil berjalan mengambil ponselnya dan ikut duduk di sofa ruang tengah bersama David.


Setelah keduanya duduk nyatanya David hanya diam, membuat Mila bingung dan aneh akan sikap David.

__ADS_1


"Ini kamu nyuruh aku duduk buat apasih?" tanya Mila yang merasa suntuk karena jika di kamar dia bisa rebahan.


"Kamu bisa mengerok punggung?" tanya David.


Hah?


"Aku merasa meriang, tolong kerokan punggung ku" ucap David mengulang ucapan nya.


"Kerokan?" tanya Mila lagi.


"Hem, hanya punggung" kata David.


Mila diam nampak berpikir, hingga akhirnya dia memilih mengangguk.


Dan David mengajak Mila ke kamar nya, David memberikan uang koin dan minyak angin pada Mila.


"Jangan keras-keras" David memperingati.


"Hem"


Mila mulai mengerok punggung David, tapi karena duduk di pinggir tidak terasa nyaman akhir nya Mila memilih duduk di atas bokong David.


Bleg..


"Hey kenapa duduk di sana!" David yang ada di bawah Mila tentu tau jika Mila duduk di bokong nya.


"Tidak apa, aku tidak berat kan?" tanya Mila.


"Ya, tapi aku tak nyaman" kata David.


"Aku juga tak nyaman duduk di pinggir, sudah aku duduk di sini saja lagi pula kamu yang enak kok, ini merah banget loh" jelas Mila yang fokus mengerok punggung David.


Sedangkan David dia nampak memejamkan matanya, selain harus menahan sakit karena kerokan nya terlalu keras dia juga harus menahan desiran aneh saat pantat nya bersentuhan dengan bagian sensitif Mila.


Dan secara tidak langsung hal itu membuat dia panas dingin, David normal dan dia tidak bodoh dengan reaksi ini.


"Oh ****, dia berbahaya" batin David prustasi.


🌹


Kemarin up salah judul, ini kelanjutan yang benar nya πŸ₯ΊπŸ€—


Jangan di bully yaπŸ™πŸ˜­


Jangan lupa like coment and Vote ya kak β™₯οΈπŸ€—πŸ™

__ADS_1


__ADS_2