Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
Orang pertama tau


__ADS_3

"Dok bagaimana kondisi suami saya?" tanya Almira mendekati dokter.


"Kondisi tuan Justine saat ini sudah membaik, di bagian kepalanya ada yang yang robek tapi nona tenang saja itu sudah di jahit" jelas dokter.


"Apa saya boleh menemui suami saya sekarang?" tanya Almira lagi.


"Tuan masih pingsan karena tadi saya menyuntikkan obat bius" jelas dokter lagi.


Mengingat kejadian di dalam tadi membuat dokter ingin tertawa, bagaimana tidak ini kali pertama dia mendapatkan pasien yang begitu berisik.


Sudah tua tapi masih ketakutan saat di jahit di bagian kepalanya yang robek, padahal luka nya hanya di jahit 8 cm saja.


Almira yang melihat dokter tersenyum menyerhitkan dahi nya bingung.


Tapi dia tidak perduli dan memilih masuk, Mila dan David hanya menunggu ingin membiarkan pasangan itu berdua saja.


"Honey" Almira mendekati brankar tempat Justine tiduran.


Justine masih pingsan dan Almira mencium tangan Justine, dia takut suaminya kenapa-kenapa sekalipun dokter mengatakan suaminya sudah membaik.


"Honey, jangan mati dulu aku tidak mau jadi janda" kata Almira sambil menangis.


Mungkin karena kehamilan nya Almira jadi mudah menangis, dan sekarang Almira nampak menangis sambil menciumi punggung tangan suaminya.


30 menit berlalu..


Justine bangun dari pingsan nya, dan melihat Almira yang ternyata masih menangis.


"Honey" panggil Justine.


Almira mendengar suara sang suami langsung mengadahkan pandangan nya dan menatap Justine.


"Akhirnya kamu sadar" Almira mencium pipi Justine.


"Kamu hamil?" tanya Justine sambil menatap istrinya.


Masih ingat akan apa yang dia lihat tadi di kamar nya, kado itu bersisi alat tes kehamilan dan juga foto USG.


Almira menatap Justine dan mengangguk kecil.


"Really kamu benar-benar hamil?" tanya Justine sekali lagi.


"Iya, aku hamil" balas Almira sambil tersenyum.


"Kapan?" tanya Justine.

__ADS_1


"Aku mau bilang dari waktu aku kabur, tapi kamu nya malah ke club' jadi aku kesal dan niat nya mau ngasih tau tadi siang setelah kita sarapan" jelas Almira menjelaskan.


Mendengar ucapan sang istri Justine mangut-mangut, lalu Justine diam nampak sedang berpikir.


Almira yang melihat itu wajahnya seketika berubah menjadi sedih, takut jika Justine tidak senang.


"Aku akan menjadi ayah?" Justine bertanya pada dirinya sendiri.


"Apakah kamu tidak senang?" tanya Almira yang langsung mendapatkan lirikan sang suami.


"Kenapa aku harus tidak senang? jelas aku sangat senang apalagi yang hamil istri tercinta ku" balas Justine sambil menatap Almira penuh cinta.


Keduanya bertatapan hingga tatapan Justine beralih pada dada kembar Almira.


Bukk !


Almira memukul tangan suaminya yang Omes.


"Mesum!" cerocos Almira kesal.


"Bukan mesum, pantas saja dada kamu makin berkembang. tambah gemesin" balas Justine sewot.


Almira mendengar itu menggelengkan kepalanya, bukan Justine nama nya jika tidak memikirkan hal-hal berbau mesum.


"David aku belum sarapan kita berhenti dulu di restoran" titah Justine.


"Baik tuan" balas David.


"David, kau tau?" tanya Justine.


"Tidak tuan" balas David cepat.


"Baguslah aku adalah orang yang pertama tau kalau begitu" Justine tersenyum bangga.


Almira yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya, dia yakin suaminya akan pamer pada David.


"Kau tau David" Justine melihat David.


Huh..


"Tidak tuan" balas David lagi.


"Sebenarnya apa yang ingin manusia mesum itu katakan, terus saja bertele-tele" batin David yang terlihat jengah.


"Baiklah karena aku baik aku akan memberitahu informasi penting ini" Justine menjeda ucapan nya.

__ADS_1


"Sekalipun anda tidak mengatakan nya saya tidak masalah tuan, demi apapun tidak ingin!" batin David yang menggerutu.


Justine melihat istrinya dan mengusap perut rata sang istri tercinta.


"Istriku sedang hamil" lanjut Justine dengan senyuman nya.


"Kalau begitu selamat tuan anda akan menjadi seorang ayah" David memberikan selamat.


"Maaf tuan, tapi saya sudah tau" timpal Mila.


Jedar..


Justine melirik istrinya, dan Almira mengangguk kecil.


"Aku dan Mila mengecek ke dokter" jelas Almira.


Justine mengembungkan pipi nya sebal, dan melihat itu David hanya bisa menahan tawa nya.


Sedangkan Mila dia nampak acuh seolah tak terjadi apa-apa, dan melihat Mila yang santai-santai saja membuat David tersenyum.


"Tidak apa tidak menjadi yang pertama, tapi karena aku senang akan menjadi seorang ayah kalian akan naik gaji" kata Justine lagi.


Dan krikk !


Tak ada jawaban dari David ataupun Mila kedua asisten nya itu hanya diam.


"Kalian tidak senang?" tanya Justine.


"Tentu senang tuan" balas David cepat.


"Kenapa tidak bersorak gembira?" tanya Justine lagi.


"Apakah saya harus berteriak hore naik gaji, itu kekanakan tuan" jelas David dan Mila bersamaan.


Keduanya saling melirik lalu saling membuang muka.


Justine yang melihat itu memutar bola matanya jengah, dia benar-benar memiliki dua asisten yang tidak memiliki semangat tinggi untuk berbicara.


"Kalian cocok semoga saja anak kalian nanti tidak datar seperti kalian" kata Justine sambil mencium punggung tangan sang istri.


"Itu tidak akan terjadi!" tegas keduanya yang sekali lagi kompak.


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2