
Almira masih harus banyak istirahat meski dia sudah di periksa dokter, dan Justine akhirnya memilih tidak ke kantor yang tentu saja membuat David senang bukan main.
Setidaknya David di sibukkan dengan banyak pekerjaan, di bandingkan pekerjaan menghadapi Bos nya yang menyebalkan.
"Kita makan dulu, aku membawa bubur" ucap Justine.
"Pesan di luar?" tanya Almira.
Dan Justine hanya mengangguk dan menyuapi istrinya bubur.
Almira menerima suapan dari sang suami, dia mengunyah pelan dan merasakan makanan itu sedikit enak.
"Bagiamana?" tanya Justine.
"Lumayan" balas Almira menerima suapan lagi.
Justine menyuapi Almira dengan penuh kelembutan satu hal yang tak pernah Almira lihat dari Justine selama menikah.
Setelah selesai makan Justine pun memberikan minum pada istrinya, dan menyimpan mangkuk kosong di nakas.
"Sekarang kamu istirahat, dokter bilang kamu terlalu cape" ucap Justine.
Almira hanya mengangguk, dia kembali tiduran sambil melihat apa yang akan di lakukan suaminya.
Justine nampak sedang makan bubur, dan Almira menonton saja.
"Aku mau minta sesuatu boleh?" ucap Almira hati-hati.
"Hem" balas Justine sambil makan.
"Aku mimpi Livia, aku mau bertemu Andi aku tak mau Andi terus membenci ku" ucap Almira sambil melihat wajah Justine.
Justine menyimpan makanan nya yang kosong, lalu melirik istrinya.
"Jadi Andi itu adalah adik Livia?" tanya Justine ingat.
"Hem, Andi tidak punya siapapun selain aku apalagi setelah meninggalnya Livia" jelas Almira.
Justine mengangguk paham, dia juga sedikit tahu jika Almira pernah mendapatkan transplantasi ginjal dari Livia yang waktu itu meninggal karena korban penusukan.
__ADS_1
"Jadi kamu mau apa?" tanya Justine akhirnya.
Almira menatap suaminya lalu tersenyum.
"Aku mau membawa Andi bersama kita, boleh kan?" Almira menatap dengan wajah yang seperti sangat memohon.
Justine menggelengkan kepalanya, dia mengambil ponsel dan menelpon Mam Gina.
Almira yang menunggu jawaban suaminya agak kecewa karena Justine malah sibuk menelepon.
Tak lama kemudian Justine mendekati Almira, tapi Almira acuh karena berpikir jika suaminya tak akan setuju.
"Mam mau" ucap Justine.
Almira hanya diam, dia tidak menghiraukan ucapan suaminya.
Huh..
"Andi memang tidak akan bersama kita tapi dia akan Mam angkat menjadi adik ku, jadi dengan begitu Mam punya kerjaan dan tidak mengurusi kehidupan kita" jelas Justine tersenyum karena ide nya begitu bagus.
"Jadi Mam mau merawat Andi?" Almira senang.
Almira yang kesenangan langsung memeluk suaminya, tidak bisa mengatakan seberapa besar rasa bahagia nya karena dia terima dengan baik oleh keluarga suaminya.
"Kau bahagia sekali seperti nya, cium aku ayo" titah Justine.
Almira melepaskan pelukan nya dan langsung mencium pipi Justine berkali-kali.
Cup..
Cup..
"Tidak kecupan, aku mau ciuman di sini" Justine menunjuk bibir nya.
Almira tak menjawab dan langsung mencium bibir Justine, dan Justine dengan sengaja menahan tengkuk Almira dan memperdalam ciuman nya.
Hemph..
Keduanya bertatapan untuk beberapa saat lalu saling tersenyum.
__ADS_1
Sore nya Mam Gina datang membawa sup ayam buatan nya, Almira bahkan di suapi makan oleh mertuanya.
"Mam sangat khawatir saat Mam tau kamu lagi sakit, apa bule bahlul itu menjaga mu dengan baik sayang?" tanya Mam Gina.
"Dia sangat perhatian Mam, bahkan semalaman Justine menjaga aku sampai ketiduran" jelas Almira.
"Tumben sekali, seperti nya dia sudah terkena jerat kamu sayang. bagus berarti semua yang Mam dan Aunty kamu ajarkan benar-benar kamu lakukan" Mam Gina kembali menyuapi Almira dengan penuh sayang.
Almira hanya tersenyum, dia beruntung karena memiliki keluarga baru yang sangat perhatian seperti Mam Gina.
Setelah selesai menyuapi Almira Mam Gina keluar dari kamar menantunya, dia ke dapur untuk menyimpan mangkuk dan piring kosong.
"Pap, ceramahi putra mu yang agak aneh itu, dia tidak mau membuat istrinya hamil" kata Mam Gina berjalan mendekati sofa.
"Mam" Justine menatap Mam nya tak suka.
"Diam kau anak kurang garam, heran mau enak aja tapi pas di akhir malah di buang di luar, mau nya apa sih kamu" Mam Gina duduk dan menjewer telinga Justine.
Awww !
"Sakit Mom, lepas" ringis Justine kesakitan.
"Apa itu benar Justine?" tanya Papa Hans pada Justine.
Dan Justine masih meringis sakit hingga akhirnya jeweran di telinga nya di lepas.
Justine menatap Mam dan Pap nya dengan wajah sedikit kesal.
"Itu masa lalu, aku sudah sering kebablasan di dalam dan__" ucap Justine terhenti karena melihat Almira di kejauhan.
"Menantu kalian selalu menggodaku, mana tahan aku di goda terus-menerus bahkan di saat milik ku tidak bangun pun dia selalu bisa menghidupkan nya" lanjut Justine tersenyum ke arah Almira.
Almira yang baru datang di tatap kedua mertuanya merasa sangat malu, suaminya benar-benar membuat dia tidak bisa memperlihatkan wajahnya.
"Bagus sayang, Mam suka gaya kamu nanti Mam akan ajarkan banyak gaya lain ya, jangan lupa lihat link nya" celetuk Mam Gina yang membuat Almira hampir saja ingin pingsan di tempat.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1