Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
Pemakaman


__ADS_3

Almira sebenarnya masih belum di ijinkan pergi kemanapun karena kondisi nya masih lemah, tapi Almira memaksa karena dia ingin mengantarkan Livia ke tempat peristirahatan terakhir nya.


Justine juga mau tak mau menemani Almira, dia tidak punya pilihan karena David pergi menjemput adik Livia.


Semua proses pemakaman di urus oleh David, tentunya dengan bantuan uang Justine.


"Ini sudah sore, ayo kita pulang" ucap Justine.


"Andi belum kesini" balas Almira masih menunggu Andi.


Huh..


Justine akhirnya kembali bersabar, dan Almira yang duduk di kursi roda melihat penuh kesedihan ke ayu nisan yang bernamakan teman nya.


"Aku akan menjaga Andi Livi, pergilah dengan tenang aku janji akan membuat Andi menjadi polisi" batin Almira.


Dan tak lama kemudian Andi datang bersama David.


"Kak kenapa kak Livi bisa meninggal?" tanya Andi wajahnya terlihat marah.


Almira bingung menjelaskan dari mana, dia memang tidak memberitahu Andi akan apa yang terjadi pada Livia.


"Kakak akan jelasin Andi, tapi nggak di sini" ucap Almira menjawab.


"Kakak bohong ya, ini bukan kak Livi, nggak mungkin kak Livi pergi secepat ini" Andi menolak percaya akan semua yang terjadi pada kakaknya.


Dia tidak bisa mempercayai semua ini, apalagi terkahir kali nya kakak nya memberikan uang padanya untuk membeli peralatan sekolah.


"Kakak jelaskan!" teriak Andi.


Justine yang diam saja menatap tajam ke arah Andi yang berteriak pada Almira, istrinya.


"Hey jangan berteriak pada istri ku" kata Justine menatap tajam Andi.


Andi masih butuh penjelasan, dan Almira tak bisa menahan kesedihannya dia bingung menjelaskan nya dari mana dulu.

__ADS_1


"Kakak jawab!" teriak Andi.


"Tenanglah" kata David pada Andi.


David mencoba menenangkan Andi, tapi Andi menepis dan mengguncangkan kursi roda yang Almira duduki.


"Kakak, jawab pertanyaan ku" kesal Andi sambil menangis.


Almira tak kuasa mengatakan apa-apa, dia memeluk Andi dan Andi berontak membuat Almira meringis.


"Hey sudah ku bilang jangan menganggu istri ku" Justine mendorong Andi.


Membuat Andi jatuh dan tepat menghadap ke batu nisan kakak nya.


"Jangan kasar pada Andi" Almira menatap marah pada Justine.


Perlajan air mata Andi jatuh apalagi dia melihat batu nisan yang bernamakan kakak nya.


"Kakak !" teriak Andi menangis memeluk batu nisan nya.


Almira tidak bisa menahan air matanya lagi, dia ikut menangis bersama Andi.


"Andi, maafkan kakak" Almira mencoba menggapai tangan Andi.


tapi Andi menolak nya, Andi menatap marah pada Almira dia sangat kecewa karena Almira menyembunyikan sakit kakak nya.


"Apa gunanya kakak sebagai teman, kenapa kak Livi meninggal hah! jangan-jangan ini semua gara-gara kakak" tuduh Andi.


"Tidak Andi, ini murni kecelakaan" Almira menolak tuduhan Andi.


"Kakak bohong, kak Mira yang menyebabkan kak Livi meninggal" teriak Andi lagi.


Almira ingin menjelaskan jika apa yang Andi tuduhkan salah, tapi dia juga tidak bisa mengatakan kebenaran nya karena takut Andi kepikiran.


Karena semakin sore Justine memilih membawa Almira ke suatu tempat, dia akan menyewa perawat untuk merawat Almira.

__ADS_1


Sedangkan David dia mengantarkan Andi ke wisma nya, dia juga menitipkan Andi agar tidak kabur pada penjaga wisma.


Sedangkan Almira dia yang masih bersedih di bawa ke apartemen Justine, sesampainya di apartemen Almira di bantu Justine tidur di ranjang.


"Livi maaf" gumam Almira merasa gagal.


Sedih rasanya saat melihat reaksi Andi, dia takut Andi membenci nya.


"Tolong telpon David" kata Almira pada Justine.


Justine melakukan nya, dan memberikan ponsel nya pada Almira.


"Halo, bagaimana kabar Andi?" tanya Almira.


David menjelaskan jika Andi tak mengatakan apa-apa sampai ke wisma, dan David juga menitipkan Andi pada penjaga.


Almira tidak begitu senang dengan informasi yang di berikan David, dia masih cemas dengan Andi apalagi di usia Andi saat ini sangat harus di jaga mental nya.


"Terimakasih" ucap Almira akhirnya.


"Ck, padaku tidak berterimakasih. tapi pada David yang hanya mengantarkan anak nakal itu berterimakasih" gerutu Justine dalam hatinya.


Almira memberikan ponsel nya pada Justine, Justine menerima nya dengan wajah di tekuk nya.


"Ada lagi yang kau mau?" tanya Justine.


"Tidak, pergilah aku mau istirahat" balas Almira mengambil bantal dan memeluk nya.


Justine melongo melihat itu, benar-benar tidak ada basa-basi nya.


"Lihat aku bahkan di usir setelah berbaik hati membawanya ke apartemen dan meminjamkan ponsel, apa dia pikir aku pembantunya." batin Justine kesal.


Karena kesal Justine pun memilih keluar kamar, dan setelah keluar Justine terdengar suara isakkan Almira.


"Livi maaf" Almira masih merasa bersalah pada Livia.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2