
Setelah kepulangan Justine malah mendapatkan hukuman untuk tidur di sofa, Almira melakukan itu karena dia kesal akan suaminya.
Justine keceplosan hampir terjerat wanita bule dan hal itu membuat dia berakhir mendapatkan hukuman dari istrinya.
"Honey, kamu masih marah?" tanya Justine berusaha untuk mendapatkan perhatian istrinya.
"Nggak tau" balas Almira so jutek.
Almira berjalan melewati suaminya yang sedang duduk di ranjang, lalu naik ke atas ranjang.
"Honey" panggil Justine lagi.
"Kamu mau tidur atau aku tambah hukuman kamu jadi dua minggu!" ancam Almira.
"Kamu kok gitu" Justine mencebikkan bibirnya.
Kesal karena istrinya semakin menjadi-jadi setelah kepulanhan nya, padahal David malah mendapatkan senyuman nya.
Bahkan David curhat jika istrinya yang sedang hamil malah semakin liar bermain, David bahkan sampai tidak bisa mengenali istrinya.
"Gitu apa nya? istri lagi hamil suami mabuk hampir main ranjang sama banyak bule, ck. kamu memang jahat" kesal Almira lagi.
"Aku khilaf, Ehk maksud ku itu samua gara-gara teman bisnis ku" balas Justine tak mau mengaku bersalah.
"Tapi kamu bisa kan bilang kalau kamu sekarang sudah nggak minum" sahut Almira lagi.
Justine memeluk istrinya seminggu tak memeluk Almira membuat Justine sangat merindukan istrinya.
Apalagi melihat tubuh seksi istrinya yang semakin membuat Justine gelisah sepanjang malam karena tak bisa menjenguk calon anak nya.
"Sorry" bisik Justine di leher istrinya.
Almira hanya diam, hingga membuat Justine terpikir untuk megusap perut buncit istrinya dengan lembut.
"Sorry baby, Dad mu memang bajingan tapi percayalah sejak kalian hadir hanya kalian berdua yang selalu Dad cinta" lanjut Justine masih mengusap perut istrinya.
Usapan Justine semakin kesini semakin tidak teratur, pelan tapi pasti tangan nya terus naik hingga berhenti tepat di bawah perut istrinya.
Tidak ada penolakan dari sang istri membuat Justine tidak sabaran, dia mengusap kembali bagian bawah perutnya hingga sampai di bagian sensitif.
"Basah sayang" ucap Justine mencium punggung Almira.
Almira terdiam nampak sedikit meringis sakit, Justine yang mendengar itu menganggap itu desaahaan istrinya.
Hingga..
"Sayang kamu basah sampai ngompol, kok jorok sih" lanjut Justine.
Almira masih memejamkan matanya, hingga dia memegangi perutnya karena rasa sakitnya semakin bertambah.
Justine yang memeluk Almira seketika membenarkan posisinya menjadi duduk, lalu matanya melihat sosok yang sedang menahan sakit.
__ADS_1
"Sayang kamu kenapa?" tanya Justine wajahnya seketika berubah menjadi panik.
"Nggak tau, ini kenapa perut aku rasanya mules banget, sakit" ucap Almira sangil mengusap perutnya.
Justine yang mendengar ucapan istrinya tentu saja panik, dia segera menelpon David dan Mila tapi tidak di angkat.
Justine yang panik pun akhirnya mengajak Almira berjalan keluar dari kamar mereka, dengan langkah hati-hati Justine menuntun istrinya.
"Maaf sayang, aku mau gendong kamu tapi kamu nya berat" kata Justine yang bisa-bisa nya membuat alasan.
Almira tak menjawab, dia memilih terus berjalan hingga keduanya sampai di mobil.
Almira merasa ini mungkin waktu dia melahirkan, tapi dia heran karena dia masih 35 minggu, dan perkiraan masih 2-3 minggu lagi.
Justine pun langsung mengendarai mobil nya dengan kecepatan cepat, sepanjang perjalanan dia gelisah takut akan kondisi istrinya.
Sedangkan di tempat lain David dan Mila nampak sedang bermesraan, keduanya baru selesai bermain di kamar mandi.
"Kamu mau pakai baju apa Mas?" tanya Mila.
"Terserah, nggak pake baju juga nggak Papa biar masuk lagi" balas David mesum.
Mila yang mendengar ucapan suaminya hanya menggelengkan kepalanya.
"Mesum kamu" balas Mila terkekeh pelan.
David hanya tersenyum dan memilih memainkan ponselnya sambil duduk menunggu baju nya.
Karena penasaran David pun menelpon balik dan panggilan nya langsung menyambung.
"Hallo"
"David tolong ambilkan tas berisi barang-barang untuk melahirkan di rumah" kata Justine.
"Hah?"
David terdiam tak paham, sampai terdengar suara Almira.
"Mila tau dimana aku menyimpan tas nya, katakan saja pada Mila kalau aku akan melahirkan" kata Almira.
Apa? nona akan melahirkan?
Belum sampai David bertanya dimana rumah sakitnya panggilan itu sudah di matikan sepihak oleh Almira.
"Kenapa Mas?" tanya Mila.
"Nona Almira akan melahirkan" jelas David.
Apa!
"Sayang aku mau ke rumah sakit" kata Mila cemas.
__ADS_1
"Tidak kamu sedang hamil, aku akan pergi sendiri dan besok pagi aku akan menjemput mu" balas David.
Mila menggelengkan kepalanya tetap kekeh mau ikut, David pun akhirnya mengalah dan membawa istrinya.
Sebelum berangkat mereka mengambil tas berisi perlengkapan bayi dulu, dan baru setelah itu keduanya pergi ke alamat rumah sakit yang di kirim oleh Almira.
***
Di ruang bersalin Almira nampak sedang menjambak rambut Justine, dia terus menyalahkan suaminya.
"Ini semua karena kamu, aku mules gini karena kamu bikin aku kesal" kata Almira menjambak rambut suaminya.
"Sayang fokus ngeden dulu, jangan marah-marah nanti cantiknya hilang" balas Justine sambil mengusap punggung tangan istrinya.
Justine juga meringis bersamaan dengan teriakan istrinya, dokter dan yang lain nya yang melihat kelakuan pasangan yang akan merubah status menjadi ibu dan bapak itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Ahk sakit!"
"Semangat sayang, ingat pas bikinnya kamu maksa aku keluar di dalam"
Almira mengeden lagi, dengan sekuat tenaga tangan nya yang semula menjambak rambut suami nya kini berpindah menarik koas Justine.
"Ayo bu dorong terus" seperti dokter pada umum nya, dokter yang membantu Almira bersalin pun memberikan intruksi agar pasien nya mengikuti arahan nya.
Hingga..
Oekk!
Suara tangisan bayi memenuhi ruangan, Justine tersenyum saat melihat putrinya yang begitu mirip dengan nya.
"Laki-laki kan dok?" tanya Justine.
"Perempuan, bayi ibu cantik seperti Mama nya" jelas dokter membiarkan bayi yang baru lahir itu mengeliat di pelukan Almira.
Almira mengusap tangan kecil putrinya, lalu melirik suaminya.
"Nama nya Melina Christian ya sayang" kata Almira.
"Iya, tapi kalau cowok nama nya Messi ya, biar kaya pemain sepak bola kesayangan ku" balas Justine sambil melihat putrinya.
Bayi mungil nan cantik itu mengeliat, lalu perlahan menangis yang membuat Almira langsung berkata.
"Melina Mas, bukan Messi dia nggak suka bola tapi suka traveling, iya kan sayang" Almira tersenyum karena putrinya langsung diam.
Justine mengembangkan pipi nya sebal, tapi dia tetap bahagia karena sekarang status nya sudah menjadi ayah untuk anak nya.
...T ~A ~M ~A ~T...
Maaf baru up dan malah langsung tamat, tapi emang ceritanya udah bahagia dan author nggak bisa kasih ending yang sedih.
Nanti juga akan ada extra part, tapi nanti ya, sekarang mampir dulu yuk ke cerita Alya dan Luke yang lagi panas banget😁
__ADS_1
^^Skandal Hamil Anak Duda^^