
"Tidak Livia!" gumam Almira menutup bibir nya dengan tangan nya.
Almira mengunci pintu nya dan memasukan kamera record nya ke tas nya.
Wajahnya nampak syok dia harus menolong Livia tapi tidak dengan pergi lewat pintu, Almira keluar menggunakan jendela kamar nya.
Almira meminta tolong pada tetangga nya, dia juga menelpon polisi untuk menangkap bibi dan paman nya yang melakukan kejahatan.
Tak lama kemudian masal menerobos masuk, bibi Mona dan paman Gerry di amankan dan mereka tidak menyesal sama sekali itu bisa di lihat dari wajah mereka.
"Awas saja aku akan membalaskan dendam ku pada mu Al!" teriak bibi Mona.
Almira tak sudi melihat keduanya dia memilih ke rumah sakit untuk menolong Livia, dia mempercayakan bibi dan paman nya pada warga yang sedang menunggu kedatangan polisi.
"Livi bertahanlah, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit" kata Almira yang tidak berhenti melepaskan tangan Livia.
Livia di sela-sela kesadaran nya melihat wajah Almira, dia tersenyum dan batuk darah yang membuat baju Almira kecipratan darah.
"Aku tidak apa, uhuk.. Mira tolong jaga adik ku" kata Livia sambil menatap Almira.
"Tidak, jangan katakan itu kita akan membesarkan Nayla bersama-sama, seperti yang aku janjikan Livi kita akan hidup enak dengan rencana kita" ucap Almira yang air mata nya menetes tanpa di minta.
"Mira ini sudah dekat, aku merasa lelah ku akan hilang, Mira apa aku akan di marahi Tuhan karena selalu mencuri?" tanya Livia di sela sakit nya.
Almira menggelengkan kepalanya cepat.
"Kita melakukan semua itu untuk bertahan hidup, tidak ada yang memberi uang cuma-cuma kita tidak salah jika mencuri" balas Almira cepat.
"Jangan bicara lagi, kita akan sampai ini hanya butuh beberapa menit lagi" lanjut Almira lagi.
__ADS_1
Livia masih memegang tangan Almira dengan erat, dia tak menyesal melakukan semua ini untuk Almira, Almira teman nya yang baik dan selalu membantu nya.
Karena terlalu banyak darah yang keluar akhir nya Livia pingsan, Almira menangis karena mengira Livia meninggal.
"Pak cepat!" teriak Almira.
Almira melihat ke sekeliling nya karena mereka berhenti di lampu merah, wajah nya penuh dengan darah dari perut Livia.
"Pak cepat!" teriak Almira lagi.
Dan di saat bersamaan juga Justine yang akan pergi ke restoran untuk makan siang membuka kaca mobilnya.
Dia melihat Almira yang duduk dengan baju yang bersimbah darah, dan juga Livia yang di pangkuan nya.
"Apa mereka tidak bisa menyewa ambulan, lihatlah David mereka benar-benar terlihat mengerikan membuat mood makan ku tidak selera" kata Justine melihat Almira dengan ngeri.
"Mereka mungkin korban tabrakan tuan" jelas David.
"Kau melihat gadis berbaju putih itu? dia memilki banyak darah di baju nya tapi bukan itu yang membuat aku jijik, dia berteriak-teriak seperti orang gila" lanjut Justine yang mengomentari penampilan Almira.
David hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Bos nya yang terkadang menyakitkan hati orang lain.
Tak lama kemudian lampu merah sudah berubah menjadi hijau, dan Almira yang melihat itu merasa lega karena mobil kembali berjalan.
"Bertahanlah Livi, sebentar lagi kita sampai" kata Almira sambil melihat Livi yang pingsan.
Satu jam berlalu..
Livia masih berada di ruangan UGD, dan Almira masih setia menunggu teman nya yang masih di tangani dokter.
__ADS_1
"Tuhan aku mohon jangan bawa Livi sekarang, hanya dia satu-satunya teman dan keluarga dekat ku" gumam Almira.
Almira menunggu di kursi tunggu dengan perasaan cemas, hingga tak lama kemudian dia di telpon kepolisian untuk memberikan kesaksian.
Almira menyanggupi permintaan kepolisian, tapi dia akan pergi setelah memastikan Livia baik-baik saja karena jika tidak dia akan merasa menyesal.
Bagaimana pun Livia mengalami kejadian seperti ini karena mengantar nya, dan Almira akan merasa bersalah jika sampai terjadi hal yang tidak di inginkan pada Livia.
Tak lama kemudian Dokter keluar dari ruangan UGD.
"Dok, bagaimana kondisi teman saya?" tanya Almira khawatir.
"Kondisi pasien kritis" jelas dokter.
Apa!
Almira menutup bibir nya dengan tangan nya, dokter pergi tanpa berniat menjelaskan lagi.
Suster datang dan meminta Almira menyelesaikan administrasi nya, karena jika tidak Livia tidak akan bisa tertolong.
"Bagaimana ini, aku hanya memiliki dua juta" gumam Almira kebingungan.
Almira ingat akan uang 10 juta yang di simpan Livia, dia langsung membayar uang yang dia miliki untuk memindahkan Livia ke tempat yang peralatan lebih memadai.
Dan setelah itu Almira mengambil uang 10 juta ke rumah Livia, dia akan membayarkan tagihan rumah sakit dengan uang itu dan sisa nya dia akan mencari cara lain untuk mendapatkan uang.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1