
Karena sudah malam Almira pun memilih untuk pulang, sebenarnya Mama Gina memaksa untuk menginap tapi Almira menolak dengan alasan belum Sah menjadi istri Justine.
"Ingat jangan bawa ke tempat macam-macam" kata Mama Gina.
"Mam" Justine menatap sebal Mama nya.
"Ahk tidak, Justine anak baik Mam percaya dia akan mengantarkan mu dengan selamat" sahut Mama Gina tersenyum kecil pada putra nya.
"Al hati-hati nanti di makan buaya" celetuk Papa Hans yang ada di dekat pintu.
Membuat nya langsung di berikan tatapan tajam Justine dan Mama Gina.
"Pap masuk nanti jatah bobo malam di undur ya" ancam Mama Gina.
Huh..
Papa Hans pun masuk karena tak mau puasa, tapi seharusnya menurut dia Almira harus tau siapa Justine dan sikap Justine yang sebenarnya.
"Sudah drama nya, masuk mobil Al" titah Justine.
Almira yang diam saja akhirnya mengangguk, dia memeluk tubuh Mama Gina lagi.
"Pulang dulu ya Tan" ucap Almira dengan senyuman nya.
"Iya sayang, nanti main lagi ya" balas Mama Gina.
"Pasti Tan" sahut Almira cepat.
Lalu Almira masuk ke dalam mobil, Justine melirik Mama nya.
"Dia cantik, apa ini drama?" tanya Mama Gina.
"Bagaimana kalau aku hanya ingin bersenang-senang dua bulan" balas Justine dengan wajah santainya.
Bukkk !
Mama Gina memukul tangan putra nya.
"Berani kamu melakukan semua itu Mam akan mencincang habis tit*t mu, ingat itu" tegas Mama Gina.
Justine mendengar ancaman Mama nya bergedik ngeri.
"Ibu tiri memang jahat" sewot Justine yang langsung memilih masuk ke dalam mobilnya.
Justine menyalakan mesin mobilnya, dia melirik Almira yang sedang memainkan ponselnya.
"Sandiwara mu benar-benar seperti gadis baik-baik ya" celetuk Justine sambil tersenyum miris.
"Apa maksud mu?" tanya Almira melirik Justine tajam.
__ADS_1
Justine tidak menjawab dia memilih melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Turunkan saja di sini" kata Almira tiba-tiba.
"Segila-gila nya aku tidak pernah meninggalkan wanita di tempat sepi" balas Justine yang terus melajukan mobilnya.
"Ya ya, kau sangat imut bahkan keluarga mu sangat lucu dan humor nya tinggi" sahut Almira lagi.
"Kau menguji ku ya" Justine menghentikan mobilnya.
Dia mengunci mobilnya agar Almira tak bisa melarikan diri, Almira yang melihat Justine melepaskan sabuk pengaman nya entah kenapa jantung nya berdisko.
"Jangan-jangan dia mau itu" batin Almira tegang.
"Kau mau apa" cicit Almira gugup.
"Menurut mu?" Justine mendekatkan wajahnya ke wajah Almira.
Almira memejamkan matanya, wajah nya dan wajah Justine begitu sangat dekat.
"Kau pasti memuji ketampanan ku kan?" ucap Justine menuduh.
Hah!
"Tidak!" tegas Almira.
Bukk !
Almira memukul dada Justine.
"Kau tidak tampan, wajah mu standar" sewot Almira bohong.
Ya dia juga mengakui jika pria blasteran di depan nya itu memang tampan.
"Hidung mu kembang kempis dan itu tandanya kau bohong" santai Justine sambil menjauhkan tubuhnya dari Almira.
Justine mengelap kaca spion tengah, lalu dengan santai bergaya di kaca spion tengah.
Almira melongo melihat semua itu, dia tidak percaya akan melihat hal menggelikan seperti ini.
"Kenapa kau narsis" Almira merasa merinding.
"Narsis?" Justine melirik sinis.
"Aku hanya memuja ketampanan ku, dan aku rasa aku pria tampan pertama yang mendekati gadis Upik abu seperti mu" lanjut Justine tanpa berperasaan.
Almira sebenarnya kesal tapi dia menahan kekesalan nya karena dia ingat kalau hanya Justine yang bisa membantu nya.
"Pikirkan Livi dan adiknya Al, jangan dengarkan ocehan si narsis yang mengesalkan" batin Almira mencoba tenang.
__ADS_1
Justine lanjut mengantarkan Almira sampai ke rumah nya, dan setelah Almira keluar Justine langsung menelpon David.
"Siapkan satu wanita untuk ku" titah Justine.
"Tapi Bos saya sedang__" balas David yang baru akan tidur.
"Tidak ada tapi-tapian, cepat siapkan wanita nya dan aku akan menunggu di hotel biasa" balas Justine lagi.
Tut !
Justine mematikan panggilan nya sepihak.
Tok..tok..
Justine melihat keluar mobil, dan dia membuka kaca mobil.
"Ponsel ku tertinggal" kata Almira.
Justine mencari ponsel Almira, tapi nihil dia tak melihat ponsel Almira.
"Dimana?" tanya Justine.
"Buka dulu" titah Almira.
Justine membuka pintu mobilnya dan tiba-tiba Almira memberikan ponselnya pada nya.
"Mam Gina menelpon, bicaralah" titah Almira.
Justine menerima ponselnya.
"Hal__"
"Pulang cepat! telat 5 menit Mam akan benar-benar mencicang tit*t mu!" suara Mam Gina terdengar sangat serius.
Huh..
"Iya Mam" Justine akhirnya mengiyakan.
"Terimakasih sayang, bobo yang nyenyak ya" ucap Mam Gina pada Almira.
"Siap Tan" balas Almira lalu mematikan panggilan nya.
Almira melirik Justine yang wajahnya di tekuk.
"Kasihan nggak bisa jajan" ledek Almira sambil tersenyum menyebalkan.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1