Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
Tidak ada cinta.


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu..


Kandungan Almira sudah 8 bulan, tinggal satu bulan lagi dia menunggu kelahiran anak pertamanya.


Almira dan Justine juga sudah pindah ke rumah baru mereka yang memiliki halaman yang sangat luas.


"Mila apa David bilang jika mereka akan lama pulang nya?" tanya Almira.


"Tidak nona, Mas David bilang dia akan pulang besok lusa" jelas Mila.


"Jadi lusa? aku pikir malam ini" Almira terlihat kecewa.


Mila yang mendengar ucapan bos nya tersenyum, dia tau jika sedang hamil Almira lebih suka berdekatan dengan Justine.


Tapi sekarang ini Justine dan David sedang pergi ke luar negri untuk bisnis, dan ini sudah lima hari sejak mereka pergi.


"Nona apa anda ingin minum?" tanya Mila yang merasa haus dan air nya sudah habis.


Saat ini keduanya sedang menonton film, sejak kepergian Justine Mila memang menginap di rumah bos nya karena tidak mungkin dia tinggal di rumah nya yang besar sendirian.


Selain itu Mila juga khawatir akan kondisi Almira mengingat istri bos suaminya itu sedang hamil tua.


"Boleh, jus stroberi ya" balas Almira.


Mila mengangguk dan langsung berjalan pergi ke dapur.


Almira yang di tinggalkan sendirian memilih fokus menonton, hingga tiba-tiba dia mendengar suara orang muntah.


Hoekk !


Hoekk !


Almira menaikan sebelah alisnya ke atas, dia beranjak dari duduknya dan pergi ke dapur menyusul Mila.


Dan sesampainya di dapur Almira tak melihat Mila, membuat Almira yang mendengar itu langsung mencari keberadaan Mila.


"Mila" panggil Almira.


Hoekk!


Almira mengikuti suara itu hingga dia melihat pintu kamar mandi yang terbuka.


"Astaga kamu kenapa?" tanya Almira.


Hoekk!


"Mil, kamu kenapa?" tanya Almira lagi.

__ADS_1


Mila yang sangat mual itu terus muntah, hingga setelah beberapa menit dia berhenti dan langsung membasuh muka nya.


"Nona, kepala saya sangat pusing" ucap Mila keluar dari kamar mandi.


"Astaga, kamu seperti nya hamil" Almira membantu Mila berjalan ke arah kamar tamu.


Setelah Mila di ranjang Almira keluar dan memanggil bi Sity.


"BI tolong buatin air putih hangat ya, sama jus stroberi nya juga" pinta Almira.


"Baik non" balas bi Sity yang langsung pergi.


Almira kembali ke dalam kamar yang di tempati Mila, dia melihat Mila yang terlihat lemas itu.


"Masih pusing?" tanya Almira.


"Sedikit nona" balas Mila sambil memijat kening nya.


Almira mengangguk dia yakin Mila sedang hamil jadi Almira pun memilih menelpon dokter.


Tak lama kemudian bi Sity datang mengantarkan minum, Almira memberikan segelas air hangat itu pada Mila.


"Hati-hati" kata Almira.


"Terimakasih nona" ucap Mila dan meminum setengah dari air putih hangat itu.


Almira duduk di sofa sambil menunggu dokter, tiba-tiba ponselnya berdering..


"Malam honey" sapa Justine.


"Ini siang bukan malam" balas Almira mematikan tv.


"Ya aku lupa, kamu sudah makan?" tanya Justine.


"Sudah" balas Almira singkat.


Dan hal itu membuat Justine kehilangan kata-kata nya karena istrinya terus menjawab singkat dan datar.


"Kapan pulang?" akhirnya Almira bertanya.


"Kamu pasti sudah merindukan suami tampan mu ini kan?" tanya Justine dengan tingkat kepercayaan dirinya yang tinggi.


Almira yang mendengar itu agak kesal, tapi itu memang kenyataannya jika dia merindukan suaminya.


"Aku memang merindukan mu" jawab Almira mengaku.


"Tidak ada yang memijat kaki ku, jika ada kamu pasti aku sangat senang karena sebelum tidur aku akan di pijat" lanjut Almira sambil tersenyum.

__ADS_1


"Dan setelah di pijat aku mendapatkan jatah masuk lubang, bukan begitu honey?" sahut Justine yang mana kata-kata suaminya itu membuat senyuman di wajah Almira luntur.


Almira menghembuskan nafasnya kasar, lupa jika suami nya mesum dan pikiran nya penuh dengan ranjang.


Keduanya ngobrol cukup lama hingga Almira mendengar suara bel, dia langsung mematikan panggilan nya sepihak.


"Itu pasti dokter nya" gumam Almira berdiri.


Dan bi Sity sudah lebih dulu membukakan pintu, dokter masuk dan Almira meminta dokter untuk langsung ke kamar.


Dokter langsung memeriksa Mila, dan Mila yang di periksa hanya diam karena dia merasa lemas dan pusing.


"Teman saya mual sejak tadi dok" kata Almira.


"Juga sakit kepala" lanjut Almira lagi.


Dokter manggut-manggut, dan setelah memeriksa Mila dokter langsung menjelaskan jika gejala yang Mila rasakan saat ini adalah tanda-tanda kehamilan.


"Untuk memastikan nona bisa memakai alat tes kehamilan" jelas dokter.


"Jadi teman saya benar-benar hamil?" tanya Almira senang karena ada teman sesama ibu hamil.


Dan dokter mengangguk sebagai jawaban, Mila terdiam mendengar ucapan dokter.


Dia masih tidak percaya jika dia sedang hamil, itu artinya anak di dalam kandungan nya adalah anak David.


"Mila apa yang kamu pikirkan?" tanya Almira setelah dokter pergi.


"Tidak nona, saya hanya merasa kaget dengan kabar ini" jelas Mila.


"Jangan takut, David akan sangat menyayangi mu jika tau kamu hamil" kata Almira meyakinkan.


Mila mendengar itu hanya menggeleng kepalanya.


"Aku dan David hanya panas di ranjang, selebihnya kita biasa saja. tidak ada cinta di dalam hubungan kami" jelas Mila pelan.


Almira tidak kaget mendengar penjelasan Mila, karena hal sama juga dia rasakan di awal pernikahan nya.


"Jangan khawatir, dulu rumah tangga ku tidak ada cinta dan hanya ada paksaan saja, tapi lihatlah. aku dan Justine saling mencintai dan semua itu karena bayi ini, dan aku yakin David juga akan mencintaimu jika tau kamu mengandung anak nya" ucap Almira penuh keyakinan.


"Semoga saja nona" balas Mila sambil mengusap perutnya yang masih rata.


Tidak tau reaksi apa yang harus dia perlihatkan, Mila hanya berharap jika bayi nya sehat dan David menepati janjinya untuk tidak membuang nya.


Karena jujur saja saat ini Mila sangat takut jika apa yang terjadi padanya terjadi juga pada anak nya di masa depan.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and vote ya ♥️🤗🙏


__ADS_2