
Hari-hari Justine dan Almira begitu penuh dengan keromantisan, sejak Almira hamil Justine begitu ketat menjaga sang istri dan dia juga agak menghentikan kegilaan nya.
Jika biasanya hampir setiap hari melakukan nya sudah sebulan ini Justine hanya menjenguk baby nya seminggu tiga kali.
Dokter menegurnya yang membuat Justine mau tak mau menghentikan kebiasaan nya menggempur sang istri, dia ingin bayi nya sehat mengingat janin Almira masih lemah.
"Jangan nakal, ingat jangan banyak kerja berat" kata Justine memperingati.
"Honey aku bukan anak kecil, aku tidak akan melakukan kesalahan" balas Almira jengah.
Justine yang akan berangkat kerja selalu ada alasan untuk berlama-lama di apartemen, ya Almira tau suaminya hanya ingin ada alasan tidak bekerja.
"Hem kamu memang bukan anak kecil tapi aku khawatir jika meninggalkan mu di sini" sahut Justine lagi.
Huh...
"Aku di sini bersama Mila, dia akan memberikan apapun yang aku mau lagi pula jika kamu miskin aku tak mau lagi dengan kamu, pergi bekerja sana" kata Almira tegas.
Justine mencebikan bibirnya sebal mendengar ucapan istrinya yang tak pernah di filter.
Selalu menyakitkan, dan ancaman nya selalu sama yaitu akan meninggalkan Justine jika seandainya Justine miskin.
"Kamu memang matre honey" balas Justine masih ingin memperpanjang obrolan nya.
"Aku bukan matre tapi realistis, hidup butuh uang bukan cinta emang anak kamu nanti bakalan kenyang makan cinta? enggak kan" sewot Almira yang selalu bisa menjawab.
Sekali lagi Justine kalah, dan pada akhir nya Justine berangkat bekerja dengan David.
Mila yang melihat kepergian David dan Bos nya langsung masuk ke dalam apartemen Almira.
"Tuan memang raja drama ya nona" ucap Mila sambil berjalan.
"Ya begitulah, beruntung aku sabar dan sudah biasa dengan nya" balas Almira sambil melihat penampilan Mila.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, aku seperti nya melihat ada yang aneh dengan kamu" Almira mendekati Mila yang sudah setengah jalan ke dapur.
Mila yang langkah nya terhenti melihat ke arah Bos nya, tentunya dengan wajah bingung.
"Maksud nona?" tanya Mila tak mengerti.
"Kamu keramas pagi-pagi, itu aneh" kata Almira alisnya satu terangkat sebelah ke alas.
Hah?
Mila memegang rambut nya yang basah, lalu melihat ke arah Bos nya.
"Ini karena tadi aku dan David berebut kamar mandi, kebetulan air di kamar mandi David sedang tidak menyala jadi kami berebut kamar mandi" jelas Mila tanpa berniat menambahkan.
"Aku tidak percaya, masa sih gara-gara kamar mandi" Almira masih menatap curiga Mila.
Mila yang tau akan pikiran aneh Bos nya itu menghela nafasnya panjang, lalu berjalan ke arah dapur tanpa berniat menjelaskan lagi.
Almira mengintili Mila yang sedang beres-beres dapur, dia sangat kepo akan hubungan dua asisten yang tinggal satu apartemen itu.
"Tidak" balas Mila.
Tapi wajah Mila terlihat seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu.
Almira bisa membaca gerakan itu, apalagi Mila tak mau diam yang artinya dia salah tingkah dengan pertanyaan nya.
"David" ucap Almira menggantung.
"Kenapa nona?" tanya Mila melihat Almira.
"Mungkin saja dia yang nafsu sama kamu, kenapa nggak nikah saja sih kan enak satu kamar jadi nya" balas Almira menarik kursi lalu menopang dagu nya di meja.
Mata Almira terus melihat Mila yang terlihat salah tingkah.
__ADS_1
"Anda terlalu berharap nona, aku dan David hanya rekan" balas Mila yang menuangkan susu hangat ke gelas.
Lalu Mila memberikan susu hangat itu di meja dekat Almira, seperti biasa dia harus rutin memberikan susu hangat untuk Bos nya.
"Makasih, tapi aku yakin kalian cocok menjadi rekan ranjang" lanjut Almira yang tak mau berhenti membahas itu.
Mila yang mendengar ocehan Bos nya memilih mencuci piring kotor, setidaknya suara air bisa mengalihkan perhatian Bos nya yang terus menerus membahas David.
Lagi pula Mila tak benar-benar menyukai David, ya meski dia selalu berdebar-debar saat melihat David tidak memakai baju di depan nya.
Tapi tidak, Mila tidak akan jatuh cinta pada pria manapun, dia hanya ingin fokus dengan pekerjaan nya dan mengumpulkan uang untuk tinggal di kota impian nya.
Tiba-tiba ponsel Almira berdering, Almira yang baru meminum susu nya setengah nya langsung berjalan ke arah sofa.
"Halo"
"Al, ini Mama" terdengar suara Mama Gina di sebrang telpon.
"Ya Mam, ada apa?" tanya Almira.
"Mama akan berlibur ke Paris sambil menjenguk Opa Key, apa kamu mau ikut?" tanya Mama Gina.
"Ke Paris, mungkin aku akan membicarakan nya dengan suami ku Mam, apa Andi ikut?" tanya Almira.
"Ya, Andi ikut Mama akan mengenalkan dia kepada keluarga besar kita" balas Mam Gina lagi.
Keduanya mengobrol lumayan lama, hingga akhirnya panggilan nya di matikan sepihak oleh Mama Gina.
Setelah selesai menelpon Almira pun pergi ke kamar nya, dia berniat mandi sedangkan Mila menyiapkan makanan untuk keduanya sarapan.
Almira berniat mengajak Mila ke makam Livia, dia ingin Livia tau jika dia sudah hamil dan ada seseorang yang selalu menemani nya menggantikan Livia.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏