
Sesampainya di rumah sakit Justine dan David langsung menanyakan ruangan Almira di operasi.
Dan resepsionis meminta Justine membayar sisa tagihan nya, dan Justine sangat kaget melihat nominal nya yang lumayan.
"Bayar Vid" titah Justine.
"Pakai uang saya tuan?" tanya David.
"Ya iya lah, nanti di ganti" balas Justine yang langsung pergi.
Sekali lagi David hanya bisa mengusap dada nya, dan mau tak mau memilih membayar tagihan nya.
Setelah itu David menyusul Justine, keduanya menunggu di luar ruangan operasi dengan wajah yang sama-sama bingung.
Tadi resepsionis bilang jika Almira sedang melakukan operasi transplantasi ginjal, dan Justine malah merasa tertipu karena ternyata Almira adalah gadis penyakitan.
"Mam harus tau semua ini, dia membohongi ku" kata Justine yang kesal menunggu di luar ruangan operasi.
"Apa maksud anda tuan?" tanya David tak paham.
Justine melirik David dengan wajah dingin nya.
"Jangan so tidak paham, kau jelas tau jika dia merengek meminta di nikahi dengan alasan Vidio dan yang lain nya, lalu sekarang kenyataan nya apa, dia tak lebih dari gadis penyakitan kan" Justine bangkit dari duduknya.
David ikut berdiri, dia tak paham dengan pemikiran Bos nya yang sangat dangkal.
Menurutnya sakit atau tidak nya Almira itu tetap saja istri bos-nya, dan hal itu seharusnya tidak menjadi masalah bukan?.
"Sebaiknya anda diam dan tunggu istri anda tuan" kata David kali ini terlihat berbeda.
"Hey berani nya kau pada ku!" Justine menarik kerah baju David.
David tak melawan sekalipun Justine berniat melayangkan bogeman pada nya..
"Nona Almira istri anda, dia tidak punya siapa-siapa lagi dan seharusnya anda sebagai suaminya bisa menjaga nya" kata David bijak.
Justine menurunkan tangan nya dan tersenyum kecut pada David yang membenarkan kerah nya.
__ADS_1
"Jangan so bijak, kau hanya asisten jangan berlaga seperti Bos besar" kesal Justine.
"Diam atau saya akan mengadukan semuanya pada nyonya dan tuan, dan saya pastikan jika itu terjadi warisan dari keluarga anda akan hangus" ucap David.
Justine menganga mendengar ancaman David pada nya, seorang Justine di ancam oleh asisten yang benar saja.
"Kau Asisten laknat, cepat beli minuman dingin untuk ku" kesal Justine yang akhirnya memilih duduk kembali.
Tak mau aib nya akan Vidio itu di lihat Mama dan Papa nya Justine memilih mengalah, dan mau tak mau dia harus menunggu Almira.
David yang melihat Bos nya menurut menghela nafasnya lega, lalu pergi membeli minuman dingin.
Satu jam berlalu..
Sudah satu jam Justine menunggu dengan wajah kesal nya, David juga ikut menemani Bos nya karena takut Justine kabur.
"Siapkan hotel Vid, aku mau menunggu di hotel saja" kata Justine.
"Tidak ada, nona Almira akan segera keluar" balas David.
Membuat Justine yang mendengar nya melotot, David semakin berani saja pada nya padahal biasanya dia takut pada nya.
Justine menunggu dengan suntuk, sudah tiga jam lebih dia menunggu dan belum ada tanda-tanda operasi selesai.
"Apa yang mereka lakukan, kenapa lama sekali sih" kesal Justine.
"Menurut geogle operasi transplantasi ginjal membutuhkan 3_5 jam tuan" jelas David.
Hah!
"Kenapa lama sekali" Justine hampir syok.
"Itu memang sudah dari sana nya tuan" kata David sambil memijat pelipisnya yang terasa pening.
Tak lama kemudian keluar dokter yang membuat David langsung berdiri, dan saat melirik Justine David hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Tuan, dokter sudah keluar" kata David.
__ADS_1
Huh..
Justine dengan malas berdiri, dia mendekati David yang menahan dokter.
"Bagiamana kondisi istri saya dok?" tanya Justine.
"Maaf, untuk pasien telah meninggal dunia" jelas dokter.
Apa!
Justine yang syok hampir tumbang karena sangat kaget.
"Aku menjadi duda di hari pertama aku menikah, yang benar saja" Justine menggelengkan kepalanya.
"Maksud saya pasien yang meninggal dunia adalah pendonor tuan, tapi untuk penerima transplantasi ginjal kondisinya baik hanya butuh istirahat saja" jelas dokter lagi.
David yang mendengar itu merasa lega karena Almira tidak apa-apa, tentu dia paham jika di sini Almira yang mendapatkan transplantasi ginjal karena David melihat obat ginjal di kamar hotel.
Sedangkan Justine dia masih berpikir jika Almira meninggal, dan David hanya acuh dia ingin tau apa ekspresi Bos nya saat tau Almira yang meninggal.
"Tuan anda tidak apa?" tanya David.
David membantu Justine untuk duduk, dia ingin tertawa rasanya karena Justine terlihat sangat kaget dengan informasi yang salah itu.
"Apa dia akan menghantui ku Vid, aku mengatai nya Upik abu setiap menit, bahkan saat dia sudah tertidur aku dengan sengaja memindahkan nya ke kamar mandi dan menyemprotkan air shower ke tubuhnya" jelas Justine yang membuat David geleng-geleng kepala.
"Kasihan nona Almira, dia sedang sakit tapi memiliki suami yang banyak gaya dan agak gila seperti ini" batin David.
"Yang saya tau orang yang baru meninggal akan mencari siapa musuh nya lebih dulu, atau orang yang sering mengganggu nya" balas David yang hanya ingin menakut-nakuti.
Mendengar ucapan David Justine seketika merasa merinding dibuatnya.
"Dia tidak bisa menganggu ku, aku suami nya bukan kenapa dia menganggu ku, aku tidak akan membiarkan dia mengganggu ku" tegas Justine.
"Itu akan terjadi tuan, apalagi jika anda tidak melihat wajahnya di detik-detik terakhir" kata David lagi.
Justine langsung berdiri berniat mencari jenazah Almira, tapi David menahan nya karena jenazah orang yang memberikan ginjal nya pada Almira masih belum keluar dari ruangan operasi.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏