Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
(Mila David)


__ADS_3

"Oke, aku mau" balas Mila memakai cincin nya.


"Hem, pernikahan kita satu Minggu lagi" sahut David lagi.


"Apa!"


"Secepat itu?" tanya Mila.


"Tentu, aku tak mau status kita aneh" balas David..


Mila melihat David lalu cincin berlian di jari manis nya.


"Baiklah, atur saja aku tak masalah akan menikah kapan pun" ucap Mila akhirnya.


Entah keputusan nya salah atau tidak, tapi Mila merasa jika dia menikah dengan David itu bukan perihal yang sulit.


Mereka satu rumah berdua juga satu pekerjaan yang sama menjadi Asisten, jadi apa lagi yang mereka inginkan? menikah tanpa cinta bukan masalah yang besar ya meski pernikahan mereka akan cukup aneh.


"Dan Mila" David menggantung.


"Aku masih virgin" kata Mila menjawab cepat.


"Bukan itu yang ingin ku tanyakan" balas David.


Mila melihat David dengan wajah agak malu, dia pikir David akan memikirkan ke hal berbau dewasa.


Ya Mila memang tidak berpengalaman, tapi tentu saja dia tau apa yang di sukai pria dewasa seperti David, apalagi kalau bukan masalah ranjang dan kebutuhan batin.


"Lalu apa?" tanya Mila sedikit malu.


David melihat Mila, lalu menjelaskan jika dia tidak punya keluarga dan Mila mendengar itu tak masalah.


Justru memiliki keluarga akan lebih ribet, Mila sering melihat film ikan terbang di mana rata-rata mertuanya itu jahat dan galak.


"Bagaimana dengan mu?" tanya David.


"Aku juga harus tau siapa saja keluarga mu" lanjut David.


Mila terdiam beberapa saat hingga akhirnya dia memilih menceritakan semuanya.


"Aku tinggal bersama nenek tua dan kakek tua, semula aku hidup sederhana tapi apa yang aku mau pasti ada karena orang tua ku baik pada ku." Mila menjeda ucapan nya.

__ADS_1


Wajah nya tidak memperlihatkan wajah kesedihan, tapi David masih ingat mendengar lanjutan cerita itu.


"Menjelang usia ku masuk 17 tahun mereka berpisah dan saat itu juga aku tau kalau aku hanya anak adopsi, tidak punya ayah dan ibu. mereka tak mau mengurus ku dan aku di buang di rumah kakek tua dan nenek tua"


"Aku pikir mungkin kedua pengganti ini akan baik pada ku, tapi nyatanya tidak. berulang kali kakek tua ingin melecehkan aku dan aku yang tidak bisa diam tentu saja menceritakan semuanya pada si nenek tua, dan sialnya si nenek tua bucin itu malah lebih percaya kakek tua sialan itu"


"Aku marah dengan cara kabur, tapi sialnya teman ku Cepu. dia memberitahu keberadaan ku pada kakek tua sialan itu hingga membuat aku di paksa menikahi teman laki-laki nya yang kaya, aku jelas menolak nya tapi pria tua itu sialan itu terlanjur menerima uang nya yang membuat nya semakin memaksa ku menikahi aki-aki bau tanah itu"


Mila sekali lagi menjeda ucapan nya, dia merasa ceritanya terlalu dramatis.


"Kenapa?" tanya David melihat Mila yang menatap nya.


"Kau percaya dengan cerita ku?" tanya Mila.


"Tentu, dari emosi mu sudah menjelaskan jika kau begitu marah ya meskipun raut wajah mu saat bercerita begitu datar" jelas David.


Mila mendengar itu tersenyum kecil, entah kenapa ucapan David membuat dia sedikit merasa senang.


"Jadi intinya kamu kabur?" tanya David yang menyimak.


"Hem, aku bukan barang jualan yang harus menikah karena uang" balas Mila.


Mila menggelengkan kepalanya.


"Terkahir yang aku dengar si nenek tua dan kakek tua kabur karena tak bisa membayar hutang, dan untuk kedua orang tua angkat ku mereka pindah ke kota lain aku tak mau mengusik mereka yang meninggalkan ku" jelas Mila.


David mengangguk paham, karena malam semakin larut kedua nya pun akhirnya pergi ke kamar mereka masing-masing.


Sedangkan di apartemen Justine, setelah selesai menjenguk anak nya Justine menarik Almira ke pelukan nya.


"Honey" panggil Justine.


"Hem"


"Kau tau honey?"


"Tidak!"


Justine menatap istrinya dan mengecup kening sang istri lembut.


"Aku melihat David memegang kotak cincin" ucap Justine sambil mengusap lembut istrinya.

__ADS_1


Kotak cincin?


Almira langsung mendongkakkan wajahnya dan menatap suaminya.


"Untuk apa?" tanya Almira penasaran.


"Entahlah mungkin David ingin melamar seorang gadis" balas Justine lagi.


Almira yang mendengar itu tentu saja kaget, dia penasaran siapa yang akan dilamar oleh asisten suaminya itu.


"Apa mungkin gadis itu adalah Mila?" tanya Almira yang penasaran.


"Aku tidak tahu, lebih baik besok kita tanyakan saja pada David" sahabat Justine lagi.


Tapi Almira yang sudah penasaran itu tidak bisa diam dia terus memikirkan siapa gadis yang akan dilamar oleh asisten suaminya itu.


"Pasti Mila" gumam Almira sambil melihat atap kamarnya.


Justine yang melihat isinya begitu penasaran hanya menjalankan kepalanya lalu menepuk bokoong istrinya pelan.


"Honey tidur" kata Justine.


"Apa kita harus menanyakan sekarang kepada David akan siapa yang dia lamar?" tanya Almira memberikan usulan.


"Tidak, kamu sudah malam waktunya kita tidur" sahut Justin menolak usulan istrinya yang aneh itu.


"His, tapi aku sangat penasaran" sewot Almira dengan mencebikan bibirnya karena sebal.


"Ya tapi ada waktu besok kan, lagi ulah kalau kamu mencari tahu sekarang yang ada Datin sedang tidur karena dia tidak suka tidur terlalu malam" jelas Justine.


Almira yang mendengar kata sambunganku menghembuskan nafasnya kasar, lalu mencium dada polos suaminya.


"Mila, ya pasti Mila dilamar oleh David malam ini, aku benar-benar kehilangan info penting" batin Almira yang terus saja memikirkan siapa yang dilamar oleh asisten suaminya.


🌹


Undangan pernikahan udah di sebar ya, jangan lupa datang.


Oh iya undangan ada di bawah pintu, soalnya aku ngirimnya malam-malam jadi nggak ada yang bukain pintu🤣


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2