
Seperti biasnya Almira menunggu Justine yang sedang meeting, sambil menunggu Almira memilih memainkan ponsel nya.
"Bagiamana kabar Andi, gara-gara terlalu fokus dengan rumah tangga aku melupakan kewajiban ku" gumam Almira tiba-tiba ingat Andi.
Almira mencoba menghubungi Andi dengan ponselnya tapi nihil tak ada sedikitpun jawaban dari Andi.
"Ahk dia mungkin sedang sekolah, seperti nya begitu" gumam Almira akhirnya berpikir yang baik-baik.
Livia sudah pergi dan sudah seharusnya untuk Almira menggantikan peran Livia menjadi kakak untuk Andi.
Hanya dia yang Andi punya saat ini, Almira tak mau Andi menjadi seperti dia dan Livia yang besar di jalanan dengan uang yang tidak halal.
Ceklek..
Tiba-tiba pintu terbuka dan terlihatlah Harry, yang masuk membuat Almira agak kaget.
"Ahk aku pikir Justine ada di sini" kata Harry tak enak karena mengangetkan Almira.
"Justine sedang meeting" balas Almira.
Harry datang dan Almira agak tak nyaman karena Harry tak permisi dan langsung masuk masuk, bahkan Harry duduk di sofa dekat Almira.
Almira bangkit karena dia adalah istri Justine dan tidak seharusnya berada dalam satu ruangan karena itu akan membuat suaminya berpikir aneh-aneh.
"Maaf kau bisa keluar?" tanya Almira.
Hah?
"Why?" tanya Harry.
"Kalau kau tidak mau pergi aku saja yang pergi, kau bisa duduk menunggu di sini" Almira memilih berajalan ke arah pintu.
Harry menatap Almira dengan bingung, hingga..
"Duduklah di sini, ada yang mau aku tanyakan pada mu" kata Harry.
Almira sama sekali tak melirik ke belakang, dia lanjut berjalan meninggalkan sosok Harry yang kebingungan.
__ADS_1
Harry mencium bau tubuhnya, dan melihat penampilan nya di layar ponsel.
"Aku tidak bau, dan tidak ada upil ataupun kotoran lain nya di wajah ku, tapi kenapa dia pergi" gumam Harry keheranan.
Harry akhirnya memilih menunggu sambil duduk sedangkan Almira dia pergi untuk melihat-lihat kantor suaminya.
Saat berpapasan dengan karyawan sang suami Almira merasa gugup karena mendapatkan hormat dari karyawan di kantor suaminya.
"Oh aku benar-benar sudah bukan Almira si pencopet lagi, aku sudah menjadi istri dari Justine CEO kaya yang narsis" gumam Almira merasa senang untuk perubahan hidupnya yang menjadi cerah.
Sekarang dia tidak memikirkan besok makan apa, dan susah payah mencari target wanita kaya yang akan dia copet dan ambil uang nya.
"Siang nona" sapa karyawan wanita yang berpapasan dengan Almira.
"Siang" balas Almira sambil tersenyum.
"Apa nona butuh sesuatu?" tanya karyawan yang melihat Almira seperti kebingungan.
Almira menggeleng pelan, ia menjawab jika dia hanya sedang berjalan-jalan sambil melihat kantor suaminya.
Justine yang baru keluar dari ruangan nya langsung ke ruangan nya, dia merasa merindukan Almira dan ingin mengajak istrinya ke ranjang.
Justine malah melihat Harry yang cengengesan tak jelas.
"Kau tak pernah berubah, selalu menjadi penikmat ranjang sejati" kata Harry menggelengkan kepalanya.
Yang benar saja Justine akan melakukan nya di kantor dengan jam yang bahkan masih di jam 11 siang.
"Sejak kapan kau di sini?" tanya Justine mengalihkan topik pembicaraan.
"Kau lama sekali, aku sudah hampir satu jam menunggu" bohong Harry, padahal dia baru menuggu 15 menit.
Justine mendekati Harry, dia melihat ke sekeliling dan merasa heran karena tidak melihat keberadaan istrinya.
"Kemana dia, apa dia kabur?" batin Justine.
Sadar akan mata Justine yang terus melihat kesana kemari Harry pun berpikir jika sahabatnya itu sedang mencari istrinya.
__ADS_1
"Kau mencari istrimu?" tanya Harry.
"Tentu saja, memangnya aku harus mencari siapa selain dia, istriku" balas Justine sewot.
"Dia sedang pergi, aku tidak tahu istrimu pergi ke mana tapi yang jelas istrimu pergi setelah aku masuk, sepertinya dia bosan karena terlalu lama menunggumu" Harry menjawab dengan jawaban yang sedikit ingin memanasi hati sahabatnya.
Dan benar saja Justine yang mendengar pernyataan dari mulut Harry langsung berpikir jika Almira pergi.
"Sial, apa yang akan dilakukan nya di luar sana" batin Justin menggerutukesal.
"Sudahlah kau ikut denganku untuk makan siang karena ada hal yang perlu kita bicarakan" ucap Harry lagi.
Yang seketika mendapatkan lirikan tajam dari sang sahabat.
"Apa?" tanya Justine.
"Kita bicarakan ini di tempat makan siang saja, ayo" lanjut Harry lagi.
Justine mau tak mau ikut dengan Harry, dan mereka pergi untuk makan siang bersama di restoran dekat kantor.
Sedangkan Almira yang sudah mendengar kata jam istirahat dari beberapa karyawan langsung bergegas ke ruangan suaminya.
"Apa dia masih meeting tapi kenapa lama sekali" gumam Almira bingung.
Almira merasa lapar tapi satu sisi dia harus menunggu Justine dulu, karena malas mencari dia pun memilih duduk kembali di sofa sambil tiduran.
Entah karena kecapean atau apa Almira ketiduran di sofa, dan saat bersamaan David yang tidak tahu kedatangan Harry masuk ke ruangan bosnya untuk mengantarkan berkas penting.
"Kenapa nona Almira sendirian, apa Tuan Justine meninggalkannya makan siang" ucap David merasa aneh.
Dan saat David akan berbalik dia melihat Justine yang datang dengan membawa makanan.
"Tuhan saya pikir anda melupakan membawa istri anda" kata David.
"Aku tidak mungkin melupakan Upik abu itu, ya terlepas dari ya istriku tentunya dan kontrak pernikahan kami pun masih ada 45 hari lagi." jelas Justine dengan gengsi nya yang tinggi.
Padahal jelas-jelas Justine memilih tidak makan siang di restoran bersama Harry karena ingin makan siang bersama Almira di ruangannya.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏