Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
Minta di cium


__ADS_3

Selesai mandi panas nya Almira dan Justine langsung berpakaian, Justine akan ke kantor karena memang masih hari kerja.


"Aku di sini atau ikut?" tanya Almira.


"Ikut" balas Justine.


"Baiklah" tak mau membuat masalah baru, Almira memilih menurut.


Almira merias sedikit wajahnya dengan make up flawless, dan Justine yang sedang memasang dasi nya menghentikan gerakan tangan nya.


"Harusnya dasi ini di pasangkan Istri bukan?" gumam nya yang jelas terdengar oleh Almira.


"Aku sedang make up, tunggu sebentar kalau mau di pasangkan" jelas Almira yang sedang melihat penampilan nya.


Justine diam dan menunggu istri nya, dan Almira yang selesai make up langsung mendekati suaminya.


"Menunduk lah" kata Almira.


"Kau memang pendek" cibir Justine.


"Aku tau, dan itu tak perlu di bahas" ketus Almira sebal.


Justine tersenyum dan menundukkan kepalanya, Almira pun memasang dasi nya, padahal jelas-jelas dia tadi melihat suami nya sudah hampir selesai memasang dasi.


Cup..


Satu kecupan mendarat di kening Almira.


"Jangan geer, aku kelepasan" ucap Justine sambil menatap wajah bete istrinya.


"Ada ya orang kaya gini, sabar-sabar" batin Almira hanya bisa diam.


"Kau tak percaya?" tanya Justine.


Almira menatap Justine, lalu tersenyum.


"Aku percaya, mana mungkin pria kaya tampan dan berkarisma seperti kamu mau mengecup ku, bukan tipe kan" Almira menjawab dengan wajah santainya.


Membuat wajah Justine berubah, sial. Almira meledek nya.


"Kamu benar aku tampan kaya dan berkharisma, kau Upik abu dan pendek sangat beruntung memiliki suami seperti ku" tegas Justine masih dengan rasa percaya dirinya yang tinggi.


Almira tak bisa berkata-kata lagi, siapa yang bisa mengalahkan si narsis ya kalau bukan mertuanya.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Justine menatap wajah sang istri.


"Tidak ada" balas Almira menghentikan gerakan tangan nya.


"Sudah selesai, ayo keluar kamar" lanjut Almira berbalik.

__ADS_1


Tapi Justine menghalangi jalan istrinya, dan menangkap pinggang Almira.


"Ngapain?" tanya Almira jantung nya dag-dig-dug ser.


Takut jika akan di bawa ke ranjang lagi.


"Menurut mu" balas Justine.


"Jangan sekarang, nanti malam saja aku akan melayani mu sepuasnya" ucap Almira sambil melihat Justine.


Justine yang mendengar ucapan istrinya merasa ingin tertawa karena merasa sangat lucu.


"Jadi kau berniat memberikan penawaran?" Justine menaikan sebelah alisnya ke atas, tersenyum menyeramkan yang membuat Almira merinding.


"Sadar kingkong, ini sudah siang masih saja mau bikin anak. emang dasar kingkong nggak punya rasa lelah" batin Almira menggerutu.


Justine mendekatkan wajahnya dengan wajah Almira, lalu..


Cup..


"Mulai saat ini kita harus berciuman setiap pagi" ucap Justine dengan wajah yang sangat santai.


"Kenapa?" tanya Almira.


"Itu sebagai tanda kita menikah saja, jangan geer aku tidak benar-benar mencintai mu ataupun menyukai mu jadi ciuman itu sebagai tanda kita menikah saja" jelas Justine lagi.


Almira ingin sekali menjitak kepala si narsis yang menyebalkan ini, tapi tidak dia lakukan karena Justine adalah suaminya.


"Oke, sudah ya ayo kita sarapan semuanya pasti sudah menunggu" ucap Almira mengalihkan topik pembicaraan.


Dan saat Almira akan berbalik lagi Justine lagi-lagi menahan nya.


"Cium dulu" kata Justine.


"Ini sudah siang" balas Almira alasan.


"Cium atau kita main satu jam" ancam Justine.


Huh..



Almira menatap Justine, lalu mengembuskan napas nya kasar.


Mau tak mau Almira nyosor dan mencium bibir suaminya, dan Justine yang di cium nampak tersenyum senang karena merasa menang.


Hemph..


keduanya berciuman cukup lama hingga..

__ADS_1


Tok..tok.


"Bule bahlul keluarkan menantu ku! kau pikir Almira kucing hah, lihat jam ini sudah jam 8" teriak Mama Gina di luar pintu.


Justine mengumpat kesal saat Mama Gina menganggu kesenangan nya saat berciuman bersama sang istri.


"Mam bisa marah, ayo keluar" ucap Almira.


Huh..


"Mam memang rese, menginginkan cucu segera tapi tidak mendukung anak nya bercinta, benar-benar menyebalkan" geram Justine sambil berjalan mendekati pintu.


Ceklek..


Justine membuka pintu dan Mam Gina langsung memberikan tatapan tajam pada putra nya.


"Apa dia mengajak mu bercinta terus sayang" tanya Mam Gina mengandeng tangan Almira.


Almira hanya diam tak mungkin juga mengatakan semuanya pada mertuanya, itu kan aib.


"Ck, kami bercinta untuk membuatkan Mom cucu" Justine tak terima dengan ucapan Mam nya seolah menakut-nakuti istrinya.


Mama Gina melirik sinis Justine lalu membawa Almira turun, meninggalkan Justine yang terlihat sangat kesal.


Justine turun dan berpapasan dengan Papa nya.


"Lain kali ingat waktu, malam saja pagi kerja" kata Papa Hans.


"Aku pengantin baru, mau siang atau pagi sama saja terasa kurang" sahut Justine kesal.


Setelah selesai sarapan yang penuh drama Justine dan Almira berangkat, David terlihat kesal karena dia menunggu dua jam.


Dan di dalam mobil dia malah harus melihat Justine yang terus meminta di cium Almira, membuat jiwa kelakian nya meronta saja.


"Cium aku" titah Justine.


"Di sini ada David" kata Almira menolak.


"Anggap saja dia tidak terlihat, iyakan Vid" tanya Justine.


"Iya tuan, anggap saja saya tidak ada karena saya adalah hantu" sahut David menjawab dengan nada kesalnya.


Justine tersenyum dan menatap Almira.


"Kau dengar sayang, dia hantu" kata Justine mencolek hidung istrinya.


Huh..


"Tahan, sabar.. bukan Justine nama nya jika waras" batin David mencoba untuk bodo amat.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2