Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
Demam


__ADS_3

Malam nya Almira tiba-tiba mengigau Justine yang mendengar suara istrinya terbangun dari tidur nya.


"Kamu kenapa?" tanya Justine.


"Andi" Almira mengigau nama Andi.


Andi adalah adik Livia yang sedang tinggal di pesantren.


"Siapa Andi?" gumam Justine sambil memegang dahi Almira.


Dan seperti nya Almira demam karena dahi nya sangat panas, Justine terlihat khawatir melihat istrinya sakit.


Justine panik dengan Almira yang demam, dia tidak tau harus melakukan apa jadi Justine langsung menelpon David.


"Angkat" kesal Justine karena tak kunjung di angkat.


Dua kali panggilan nya tak terjawab, Justine kembali menelpon David dan tak tanggung-tanggung Justine sampai menelpon sebanyak lima kali.


Hingga akhirnya panggilan itu tersambung..


"Halo, tuan ini masih jam 2 pagi" terdengar suara David di sebrang telpon.


"Ya ini masih jam 2 pagi, kau bisa kesini istriku sakit" ucap Justine.


"Tuan ini jam 2 pagi, dokter juga sudah tidur untuk jam-jam seperti ini" jelas David.


"Kau menolak perintah ku, aku tidak mau tau kau harus ke apartemen ku dan membawa dokter" titah Justine tak mau Almira kenapa-kenapa.


Terdengar helaan nafas kasar di sebrang telpon, Justine to perduli sekalipun dia membuka orang kesal.


Dengan santainya Justine mematikan panggilan nya, lalu dia pun mendekati Almira yang mengigau nama Andi lagi.


"Jangan mengigau nama pria lain, kau punya suami tampan dan kaya mengigau nama ku saja" ucap Justine mengipasi wajah Almira dengan tangan nya.


Seperti nya Justine melupakan sosok Andi adik Livia yang bertemu dengan nya di pemakaman.


Lama Justine menunggu sosok David, dia bahkan sudah membuang waktu setengah jam nya menunggu asisten nya yang tak kunjung datang.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali" kesal Justine saat melihat David baru sampai.


"Lama? ini tengah malam tuan harusnya saya tidur enak" sahut David kesal.


"Aku tidak perduli, cepat mana dokter nya" ucap Justine melihat David.


"Saya sudah menghubungi rumah sakit, dokter di sana tidak menerima panggilan darurat terkecuali nona Almira di bawa ke rumah sakit" jelas David.


"Apa! aku tidak mau membawa nya ke rumah sakit, enak saja" Justine menolak membawa istri nya ke rumah sakit.


Huh..


Sudah David duga jika Bos nya akan kembali menyebalkan, dia bahkan mengikhlaskan mimpi indahnya hanya untuk pekerjaan nya yang tidak ada habisnya ini.


"Tuan nona hanya demam, jadi saya rasa obat saja sudah cukup" jelas David.


"Hanya?" tatapan mata Justine begitu tajam pada David.


Glek..


David menelan ludahnya kasar melihat tatapan tajam itu.


"Jadi aku harus mengompres nya sepanjang malam?" tanya Justine.


Dan David mengangguk cepat.


"Apa saya harus membantu menggantikan anda untuk mengompres nona?" ucap David bertanya.


Dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Justine yang tak suka dengan ucapan asisten nya.


"Kau berani?" tanya Justine menaikan sebelah alisnya ke atas.


"Tidak tuan" David menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah kalau begitu kau pergi saja karena kehadiran mu tak di butuhkan" ucap Justine sambil berlalu mengambil air hangat.


David melongo mendengar ucapan Bos nya yang menyebalkan, dia menarik nafasnya panjang dan menghembuskan nafas nya dengan kasar.

__ADS_1


Hufh..


"Sabar Vid, dia Justine keturunan Chris bukan keturunan Chris nama nya jika tidak aneh dan menyebalkan" gumam David yang stok sabar nya hampir menipis.


Karena tak di butuhkan lagi David pun kembali ke apartemen nya, dia berharap bisa pindah apartemen tapi itu tidak bisa karena semakin jauh tempat tinggalnya maka akan membuatnya susah mengingat dia bekerja tanpa tau waktu.


Justine nampak sedang mengompres Almira, dia mencoba membangunkan Almira agar minum obat dulu tapi Almira tidak menanggapi nya.


"Kau benar-benar membuat aku khawatir, kenapa bisa sakit seperti ini" gumam Justine sambil menyimpan kompresan baru di dahi istrinya.


Almira yang semula terus mengigau perlahan tenang, dia pun kembali tidur meski samar-samar Almira merasa melihat Justine yang duduk menemani nya.


Sepanjang malam itu Justine tak tidur dan terus menerus mengompres istrinya, hingga tanpa sadar dia ketiduran di samping sang istri.


Pagi harinya..


Almira terbangun dan merasakan tangan nya yang di pegang oleh seseorang.


"Aduh pusing" gumam Almira merasa kepalanya migren.


Justine mendengar suara istrinya bangun dan dia tersenyum melihat Almira yang akhirnya bangun.


Cup..


Justine mengecup pipi Almira tanpa basa-basi.


"Akhirnya kamu bangun, aku pikir kamu akan pergi meninggalkan ku" ucap Justine senang.


"Pergi kemana, aku tidak mungkin meninggalkan suami kaya ku yang benar saja" sahut Almira sambil memijat pelipisnya yang terasa migren.


"Kaya dan tampan lebih tepatnya, kamu masih panas?" tanya Justine memegang dahi Almira.


Almira diam saat Justine memegang dahinya, Almira juga melihat air bekas kompresan tadi malam.


"Suami ku menjagaku semalaman? sosweet banget" batin Almira melihat Justine yang menguap lebar.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2