
Dua hari kemudian kondisi Almira sudah membaik, saat ini Almira nampak bersiap-siap untuk pergi ke rumah Mam Gina.
"Sayang sudah?" tanya Justine yang masuk kamar.
"Hem, ayo" Almira bangkit dan mengambil tas nya.
Justine diam melihat penampilan istrinya yang begitu terlihat sangat cantik dan seksi.
Seketika milik nya merasa sesak, Justine menahan nya dan langsung berjalan mendekati istrinya.
"Apa! nggak ada ya" ucap Almira seolah paham dengan wajah mesum suaminya.
"Geer, aku mau ke kamar mandi juga" Justine masuk ke kamar mandi.
Almira melihat itu hanya acuh dan saat akan keluar terdengar suara Justine di dalam kamar mandi.
"Honey bantuin" teriak Justine.
"Ogah!" teriak Almira.
"Aku keluarin di dalam loh" teriak Justine lagi.
"Males" balas Almira sambil menutup pintu.
Ini bukan saat nya membuat anak, Almira tidak sabar bertemu Andi karena mertuanya berhasil membujuk Andi tinggal di rumah sang mertua.
Bahkan surat-surat adopsi pun sudah mertuanya dapatkan, membuat Almira senang karena dengan begini dia bisa memastikan Andi hidup nyaman seperti janji nya.
Dan yang paling terpenting masa depan Andi aman dan terjamin, Almira yakin jika Livia di alam sana sangat bahagia dengan apa yang Almira lakukan untuk Andi.
1 jam berlalu..
"Lama banget sih" Almira yang suntuk menunggu akhirnya berdiri.
Justine yang baru keluar kamar mandi nampak mengganti kemeja nya, Almira sudah tau jika suaminya habis berselancar sendiri.
"Gimana enak?" tanya Almira dengan nada mengejek.
__ADS_1
Justine melirik istrinya dengan wajah sebal.
"Yang jelas tidak seenak masuk lubang" balas Justine yang membenarkan rambut nya.
Almira terkekeh pelan mendengar ucapan suaminya yang terlalu fulgar itu tapi juga sangat lucu.
"Ayo berangkat nanti adik kamu bangun lagi kan bikin kesel" ucap Almira menggandeng tangan suaminya.
Keduanya pun keluar dari apartemen dan masuk ke dalam lift, saat di dalam Lift mereka berpapasan dengan tetangga baru Justine.
"Salam kenal aku Anita, tetangga kalian" sapa wanita itu.
"Aku Almira dan ini suamiku Justine, salam kenal mbak" Almira menjawab sopan.
Justine hanya acuh dan tak berniat melihat wanita itu, hingga dia melihat bayangan di dalam Lift dan Justine melihat dada besar tetangga nya.
Hufh..
"Sial, dia wanita itu kan" batin Justine mengenal wanita itu.
Dan Anita nampak kaget melihat mantan pelanggan nya yang ternyata tetangga nya, dia berpikir keras apa yang membuat Justine memilih nya untuk bermain ranjang.
"Pantas tuan Justine masih butuh ranjang wanita lain, istrinya tidak montok sih" batin Anita melihat Almira.
Dan pintu Lift terbuka mereka berdua langsung ke besmen mengambil mobil, sedangkan Anita hanya melihat dari kejauhan.
Setelah beberapa menit mobil Justine akhirnya sampai di rumah Mama Papanya.
"Kita pulang nya jangan malam ya" bisik Justine.
"Hem, kenapa?" tanya Almira.
"Kita bikin anak, bukan nya kamu mau segera hamil kan" balas Justine sengaja membuat alasan yang Almira sukai.
Dan benar saja Almira nampak tersenyum mendengar ucapan Justine.
__ADS_1
Padahal jelas-jelas itu hanya alasan, Justine tau Mam nya selalu punya cara untuk membuat dia kesal dan salah satunya menjauhkan dia dari pawang nya.
"Kita pulang nya sore aja, jadi malam nya kita bisa bikin anak, gimana?" ucap Almira.
Justine mengangguk setuju.
"Itu baru terbaik" sahut Justine sambil mencium pipi sang suami tercinta nya.
Keduanya pun masuk dan di sambut dengan pelukan dan ciuman di pipi oleh Mam Gina.
"Akhirnya kalian datang, sudah sarapan?" tanya Mama Gina.
"Belum Mam, mau sarapan di sini" balas Almira.
Mama Gina mengangguk kecil dan membawa Almira ke meja makan, meninggalkan Justine yang di abaikan.
"Huh, Mam benar-benar melupakan jika dia melahirkan anak yang tampan dan penuh kharisma seperti ku, menyebalkan" gerutu Justine sambil berjalan ke arah meja makan.
Dan sesampainya di meja makan Almira melihat Andi yang sedang duduk bersama Papa Hans.
"Andi, apa kabar?" Almira mendekati Andi.
Andi melihat kedatangan Almira diam, dia melihat Mama Gina dan Papa Hans.
"Aku masih sedikit marah, bisakah kakak untuk tidak terlalu mendekati ku?" Andi bicara dengan wajah yang menunduk.
"Hey kau tidak sopan, enak saja mengatakan kata itu pada istriku" Justine menatap tajam Andi dan memeluk istrinya.
Mama Gina langsung mengusap punggung Andi, dia menenangkan Andi yang memang masih belum bisa ikhlas akan kepergian kakak nya.
"Tenanglah, pelan-pelan oke" bisik Mama Gina.
Andi hanya diam, Papa Hans memberikan tatapan tajam pada Justine yang tidak bisa mengontrol diri karena bagaimanapun Andi masih kecil dan belum bisa menerima kenyataan kakak nya pergi secepat itu.
Almira yang di peluk pura-pura tegar, dia melepaskan pelukan nya lalu menarik kursi dan duduk.
Mereka pun akhirnya makan meski tidak ada candaan seperti biasnya, Almira bisa memaklumi jika Andi belum sepenuhnya menerima nya, dia tak masalah dengan semua itu dan Almira akan tetap berusaha untuk membuat Andi tidak marah lagi padanya.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏