Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
Persiapan party


__ADS_3

Almira masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya, rasa lelah benar-benar sedang dia rasakan.


Syukurlah dia aman karena memiliki calon mertua yang baik, tapi Almira tau jika keputusan nya ini tidak bisa dia anggap spele.


"Bagaimana kalau Mama dan papanya Justine tau kalau aku hanya memanfaatkan mereka untuk uang" gumam Almira tiba-tiba merasa takut.


Memiliki rasa takut wajar karena bagaimana pun Almira tau jika pilihan yang dia pilih saat ini sangat berat, dia harus bisa bersikap layak nya gadis baik-baik di hadapan keluarga Justine.


Almira bahkan sampai lupa jika dia adalah orang yang mengambil uang Mama Gina pada waktu itu, dan dia hanya memanfaatkan wajah polos nya untuk menutupi kebusukan nya.


"Tenang Al, jangan takut ingat satu hal kamu harus bisa melakukan semua ini demi Livi dan adik nya, dan juga untuk kesembuhan mu" gumam Almira menegaskan agar dirinya tak terus merasa takut.


Karena lelah Almira memilih tidur, besok dia harus membayar tagihan rumah sakit dan sekaligus menjenguk adik Livia untuk memberikan uang jajan.


Pagi hari di rumah Justine.


Mama Gina dan Papa Hans nampak baru keluar kamar nya, Papa Hans memilih duduk sembari membaca koran sedangkan Mama Gina memilih masak di dapur.


Untuk urusan perut dia memang lebih suka masak sendiri, apalagi masakan nya akan di makan oleh keluarga tercinta nya.


Sedangkan di kamar Justine masih nyenyak tertidur, tidak ada agenda kegiatan membuat Justine bermalas-malasan dan menikmati hari liburnya.


"Hoam, sial kenapa aku mimpi gadis Upik abu itu" gerutu Justine yang baru bangun tidur.


Tadi malam dia bermimpi di tendang oleh Almira, dan itu benar-benar membuat mood Justine down di pagi hari karena rasa tendangan nya masih terasa di dunia nyata.


Justine mengecek ponselnya dan dia melihat ada beberapa pesan yang salah satu nya dari teman nya.


"Nanti malam Cessy mengadakan acara party kau akan hadir kan?"


Justine menghela nafasnya panjang, Cessy adalah mantan kekasihnya yang sudah menikah dengan teman nya Harkew.


Dan mereka menikah di saat Cessy masih menjalin hubungan dengan Justine, yang membuat Justine meradang pada seorang wanita.


"Tentu, aku akan datang dengan calon istri ku" Justine membalas.

__ADS_1


Dia mencari nomer Almira di ponselnya, dan setelah mendapatkan Justine langsung menelpon Almira.


Satu kali tidak di angkat, dan dua kali panggilan kembali tidak di angkat lagi oleh Almira.


"Apa-apaan, bisa-bisa nya gadis Upik abu itu mengabaikan ku" geram Justine kesal.


Sekali lagi Justine mencoba menelpon Almira, dan nihil Almira tak mengangkat panggilan telpon nya.


"Sial, dia sudah berani membuat aku kesal" gerutu Justine semakin kesal.


Justine bangkit dari tempat tidur nya, dia langsung memilih mandi karena dia harus membuat Almira tak memalukan nya.


Justine akan menunjukan pada Cessy jika dia mendapatkan gadis yang takalah cantik dari Cessy, dan dia akan memamerkan Almira pada teman-teman nya.


Siang di tempat Almira.


Almira baru pulang dari rumah sakit, kondisi Livi tak masih sama dan hal itu membuat Almira kecewa karena dia tidak bisa membuat Livia bangun.


Sesampainya di rumah nya Almira melihat mobil mewah yang terparkir di halaman rumah Livia.


Almira duduk di teras rumah nya hal itu membuat Justine mendengkus kesal karena harus turun dari mobil.


"Kenapa kau malah duduk, kesini" titah Justine yang menutupi wajahnya dengan tangan nya.


Jangan lupakan kaca mata hitam nya, rambut kelimis dan juga penampilan nya yang sangat rapih itu.


"Dia benar-benar lebay" batin Almira melihat penampilan Justine yang menurut nya terlalu formal.


Justine mendekati Almira, dan dia menggerutu karena sepatu nya kotor.


"Ikut dengan ku" ucap Justine tanpa basa-basi.


"Kau tidak lihat aku baru sampai?" tanya Almira agak kesal.


Justine membuka kaca mata hitam nya dan melihat penampilan lusuh Almira dengan wajah sinis nya.

__ADS_1


"Kau bisa istirahat di mobil, itu sama saja" balas Justine cepat.


"Ogah, aku mau bikin minum dulu duduk lah" sahut Almira memilih berdiri dan masuk ke dalam rumah.


Justine yang di tinggalkan tentu saja sangat kesal, matanya melihat bangku di depan nya yang terlihat sangat tua.


"Pasti banyak kuman nya" gumam Justine bergedik.


Justine memilih berdiri sembari menunggu Almira, sedangkan Almira di dalam rumah dia menuangkan es ke dalam gelas berisi minuman kemasan yang dia tuangkan ke gelas.


Almira langsung membawa minuman di baki ke luar, dan saat sampai di luar Almira kembali duduk dan meminum minuman nya.


"Minumlah ini tidak di racun kok" ucap Almira meminum sampai habis.


Justine melihat minuman itu lalu melihat Almira.


"Jangan buang-buang waktu ku, aku orang sibuk cepat mandi dan ikut dengan ku" tegas Justine menatap Almira dengan wajah kesal nya.


Almira menatap jengah pada Justine yang menurutnya sangat menyebalkan.


"Sabar, aku baru saja pulang dari luar setidaknya tunggu 5 sampai 10 menit lagi" sahut Almira mengambil minuman untuk Justine.


"Hey itu minuman ku kan?" Justine menatap tajam Almira.


Almira menghentikan minum nya dan menatap acuh pada Justine.


"Katanya nggak mau" cibir Almira.


Justine mengambil minuman nya dari tangan Almira, dan meminum nya sampai habis.


"Ternyata enak" batin Justine.


"Dasar aneh" batin Almira.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2