
Dia hari berlalu..
Almira dan Mila nampak sibuk dengan pekerjaan dapur, keduanya akan memasak makanan untuk menyambut kepulangan suami-suami tampan nya.
"Mila apa kamu akan memberitahu David?" tanya Almira.
"Tentu nona, saya tidak mau kehamilan saya di sembunyikan" jawab Mila.
Almira mengangguk mendengar jawaban dari Mila yang memang benar.
"David pasti akan sangat senang" lanjut Almira.
"Semoga saja nona karena jika tidak, saya akan memukul nya sampai mati" jelas Mila membuat Almira mengacungkan kedua jempol nya dan pisau.
"Nona, pisau nya" kata Mila mengingatkan.
Takut jika pisau nya jatuh ke perut buncit bos nya, Almira menyimpan pisau dan keduanya melanjutkan acara memasak nya.
Tak lama kemudian terdengar suara mobil, Mila dan Almira yang baru selesai masak itu tersenyum dan menyambut suami-suami mereka.
Justine keluar dari mobil nya dan berjalan ke arah teras depan, pun dengan David yang ikut berjalanan ke rumah bos nya karena tau jika istrinya sedang bersama Almira.
"Honey" Justine langsung merentangkan kedua tangan nya.
Dan Almira yang membuka pintu itu tersenyum, Almira langsung memeluk tubuh suami yang dia rindukan.
"Miss you" ucap Almira mencium pipi Justine.
Justine diam dan terlihat mencium bau tidak enak dari istrinya, hingga dia melihat wajah istrinya.
"Kamu baru masak honey?" tanya Justine.
"Hem, kamu tau?" balas Almira mengusap pipi Justine.
Dan bau nya semakin tercium, Justine jadi tau sumber bau yang menyengat itu dari mana.
"Honey kamu harusnya mencuci tangan dulu, tangan mu bau bawang putih" Justine menutupi hidung nya.
"Jadi aku bau? jangan bilang kamu menemukan wanita harum di luar negri! kamu jajan ya" tuduh Almira menatap suaminya kesal.
Justine yang mendengar itu seketika gelagapan, wajahnya terlihat jelas jika dia merasa gugup karena Justine memang hampir jajan.
__ADS_1
Melihat wajah gugup suaminya Almira semakin curiga, dia langsung menarik Justine ke kamarnya dan meninggalkan Mila dan David yang diam menyaksikan drama suami istri itu.
David melirik Mila yang tidak seantusias Almira, dan Mila yang di lirik hanya diam lalu masuk.
"Kamu tidak senang aku pulang?" tanya David.
Langkah Mila langsung terrhenti dan Mila melirik David.
"Apa aku harus bersikap lebay? kamu pulang dengan selamat aku senang" jelas Mila.
"Kamu harusnya memeluk ku" ucap David menjawab.
Mila menaikan sebelah alisnya ke atas dan menatap David.
"Lalu mencium mu? kamu bahkan tak merentangkan tangan seperti bos" jawab Mila kembali berjalan ke arah kamar nya.
David ikut masuk ke dalam kamar dan saat pintu tertutup David yang sudah merindukan Mila tak bisa menahan nya lagi, dia langsung memeluk Mila.
Mila yang di peluk hanya tersenyum, lalu Mila membalikan tubuhnya dan menatap David.
"Aku punya hadiah untuk mu" kata Mila.
"Aku juga" balas David sambil melepaskan pelukan nya.
"Kamu dulu" kata Mila.
David mengeluarkan kalung yang dia beli di luar negri, dia sengaja membeli nya karena merasa kalung ini akan sangat cocok untuk istrinya.
Mila yang melihat hadiah yang di bawa David lngsung menatap David.
"Untuk ku?" tanya Mila.
"Hem, tentu saja untuk mu hanya kamu istri ku" jelas David.
Mila tersenyum dan meminta David memakaikan kalung nya di leher nya.
David melakukannya dan langsung memasangkan nya dk leher jenjang istrinya.
"Cantik" kata David.
"Makasih, dan ini hadiah untuk mu" Mila memberikan dompet kecil nya.
__ADS_1
Dompet?
David mengerutkan kening nya bingung dengan hadiah yang di berikan Mila, dia pun membuka dompet itu hingga..
"Ini.." David tertegun dengan apa yang ada di tangan nya.
Dua garis merah terlihat di alat tes kehamilan itu, dan David tentu saja tau jika ini tandanya apa.
"Mila" panggil David.
"Ya aku hamil" ucap Mila.
"Kamu hamil?, sejak kapan?" tanya David.
Mila pun menjelaskan jika dia tau akan kehamilan nya tiga hari yang lalu, dan Mila juga menceritakan jika dia mual-mual sampai sekarang.
David yang sangat bahagia akan kehamilan istrinya langsung memeluk tubuh Mila, dia juga mencium bibir Mila dengan lembut.
"I love you" ucap David.
"Kamu mencintai ku?" tanya Mila.
Dan David mengangguk sambil menatap Mila.
"Tidak ada alasan untuk aku tidak mencintai istri ku" kata David sambil menarik pinggang Mila lalu mencium bibir Mila.
Mila membalas ciuman itu dan tersenyum kecil, lega karena mendengar cinta David.
Dengan begini Mila tidak akan takut mengandung anak David, sebelum nya dia takut hamil karena takut anak nya nanti di buang seperti dirinya yang menjadi anak pungut.
Setelah ciuman nya terlepas Mila merasakan tangan David yang tidak bisa diam, hingga akhirnya..
Ahk..
"Ini masih pagi" kata Mila.
"Hem, aku hanya ingin menjenguk anak kita, jadi biarkan aku masuk. oke" David menatap Mila.
Dan layaknya di hipnotis Mila langsung menurut untuk di jenguk oleh suaminya, keduanya akhirnya berakhir di ranjang panas.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and vote ya❤🙏🤗