
Setelah selesai menuntaskan hasrat nya Justine pun akhirnya memilih mandi, meninggalkan Almira yang tak berdaya di ranjang nya.
"Habis enak di tinggal" gerutu Almira.
Membuat Justine yang akan ke kamar mandi menghentikan langkah kaki nya.
"Kenapa? kau mau ikut mandi dengan ku?" tanya Justine dengan mata mesum nya.
Glekk !
Almira sangat tau mata mesum itu mau apa, benar-benar tidak ada lelah nya.
"Tidak, sana Mandi saja sendiri" ketus Almira menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Justine yang melihat itu tertawa, dia pun akhirnya masuk dengan perasaan senang nya.
Melihat Justine yang pergi Almira menghela nafasnya kasar.
Tubuhnya penuh dengan bekas gigitan nyamuk, ralat bukan nyamuk tapi bekas cumbuan suaminya.
"Aku tidak percaya kalau aku benar-benar menikah dan punya suami" gumam Almira masih tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya.
Dia sekarang sudah menjadi istri dari seseorang yang memiliki segalanya, memiliki keluarga baru yang sangat baik.
"Livi aku membuktikan nya, aku telah berhasil" lanjut Almira dengan air mata menetes.
Saat sedang merenung tiba-tiba ponsel Almira berdering, Almira langsung mengangkat telpon nya.
"Halo"
Terdengar suara suster di sebrang telpon, Almira terdiam mendengarkan penjelasan dokter.
"Apa!"
Almira sangat kaget karena suster mengatakan jika Livia kritis di rumah sakit.
__ADS_1
Tanpa banyak berpikir Almira langsung mencari pakaian, dan sial nya tidak ada satupun pakaian milik nya di hotel.
Hingga Almira memiliki ide untuk memakai pakaian Justine, meski kebesaran Almira benar-benar memakai nya.
Dia langsung keluar dengan membawa tas dan ponselnya, meninggalkan suaminya yang masih mandi.
Satu jam kemudian.
Justine keluar dengan wajah segarnya, dan saat melihat kamar yang kosong Justine mengerutkan keningnya heran.
"Kenapa istri Upik abu ku?" gumam nya heran.
Justine duduk dan memainkan ponselnya, dan saat mengecek ponselnya dia tidak menemukan satu pesan pun yang di kirimkan Almira.
"Apa dia kabur?" ucap Justine bertanya pada diri sendiri.
Tapi kalau pun kabur Almira kabur karena apa? apa karena sejak pagi di mengurung nya di kamar dan tidak memikirkan isi perut nya?.
Tidak..
"Dia pasti sedang bermain-main, ya itu pasti usia nya masih sangat muda dan dia pasti ingin aku mencari nya, dasar gadis kampungan" Justine akhirnya menyimpan ponselnya, dan memilih berpakaian.
Tapi saat membuka koper nya Justine tidak menemukan baju nya di koper nya yang membuat dia berpikir jika ini pasti rencana Almira.
"Sial, apa dia sudah gila hanya meninggalkan lingerie seksi ini saja, yang benar saja aku harus memakai benda menjijikkan ini" kesal Justine melempar lingerie nya menjadi berserakan.
Justine langsung menelpon Almira, tapi ponselnya tidak aktif yang membuat Justine semakin menggerutu kesal.
Karena tidak ada pakaian Justine pun memilih menelpon David, dia meminta David membelikan nya satu stel pakaian santai karena Justine akan liburan.
"Awas kau gadis Upik abu, jika aku menemukan mu kau akan habis di ranjang lagi!" geram Justine sambil membaringkan tubuhnya di ranjang.
Tak lama kemudian David datang dan saat masuk ke dalam kamar hotel Bos nya David di buat bungkam karena kamar itu sangat berantakan.
"Apa tuan benar-benar tidak melepaskan nona Almira, ck, dia benar-benar Casanova kelas kakap" batin David.
__ADS_1
"Tuan ini baju nya" ucap David memberikan baju nya pada Justine.
"Kenapa lama sekali, kau tau aku menunggu mu hampir satu jam" kesal Justine yang bosan menuggu.
Kriukk..
Cacing di perutnya sudah bersuara, pertanda jika perutnya sudah meminta di isi.
"Ini Jakarta tuan, macet nya sangat parah" jelas David.
"Halah, alasan" Justine beranjak dari ranjang dan di saat bersamaan juga handuk nya melorot ke bawah.
David melotot melihat hal itu, sontak dia langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke belakang.
"Sial, apa yang kau lihat!" kesal Justine.
"Tidak ada tuan" bohong David, padahal dia melihat semuanya.
"Ya, awas saja jika kau melihat nya" ucap Justine menatap tajam David.
David tak menjawab dia hanya diam hingga terdengar suara pintu kamar mandi tertutup, David menghembuskan nafasnya kasar.
Huh..
"Jika tidak butuh uang aku pasti sudah lama mati berdiri" gerutu David sambil melihat berapa berantakan nya kamar pengantin baru ini.
Dalam pikir nya apa seperti ini kamar pengantin baru, apa mereka bermain sambil memberantakkan kamar?.
"Apa yang aku pikirkan huh, tapi ada yang aneh kenapa aku tidak melihat nona Almira" gumam David heran.
Bukan kah seharusnya Almira ada di sini, paling tidak di kamar mandi atau mungkin Almira kabur karena kelelahan melayani hasrat suami Casanova nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1