Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
Jelalatan


__ADS_3

Sesampainya di kantor Justine masih terlihat kesal, wajahnya masih dingin sedingin es yang beku.


Almira yang melihat itu hanya acuh, tak mau banyak komen karena memang Justine sangat lebay.


Tok..tok..


"Masuk!"


Almira melirik ke arah pintu, dan terlihat wanita seksi yang datang dengan membawa berkas.


"Pantas saja dia betah di kantor" gerutu Almira melihat penampilan sekertaris kantor suaminya.


"Tuan, ini berkas yang anda minta" ucap wanita bernama Madina.


"Simpan di meja" titah Justine.


Madina melakukan nya, dia dengan sengaja memperlihatkan bagian belahan dada nya yang terlihat menggoda.


Justine menyadari hal itu, dia melihat nya ini karena merasa sayang untuk di lewatkan.


"Tuan anda ingin kopi?" tanya Madina masih membungkuk.


"Ya" balas Justine singkat.


Mata nya mencoba untuk mengabaikan pandangan menantang di depan nya, apalagi dada Madina begitu besar.


"Sial" umpat Justine saat milik nya sudah meronta.


Justine paling tidak bisa mengabaikan hal seperti ini, apalagi dada besar dia paling lemah melihat itu.


Madina tersenyum, meski tau Bos nya sudah menikah dia yang sebagai janda kembang masih tak putus harapan untuk mendapatkan Bos nya.


Sudah sangat lama, apalagi dia dan Justine pernah melakukan nya satu kali, dan Madina sangat ingin mengulangi sensasi bercinta dengan Bos nya lagi.


"Buatkan kopi, jangan diam saja" kata Almira yang tiba-tiba ada di belakang Madina.


Almira yang dari tadi diam sudah tidak bisa tahan, memang kalau sekalinya hidung belang ya di kasih tontonan intim langsung mulai kambuh.

__ADS_1


Madina membenarkan bagian dada nya dan melirik istri Bos nya.


"Apakah nona ingin sekalian di buatkan?" tanya Madina seolah tak terjadi apa-apa.


Padahal dalam hatinya dia mengutuki istri Bis nya yang ikut ke kantor, karena seharusnya dia sudah di ajak ke tempat istirahat Bos nya.


"Tidak, ehk aku mau samyang level 10" balas Almira cepat.


"Itu terlalu pedas, Al" Justine menyahut.


"Kata siapa? itu pas buat hati seorang istri yang di cabik-cabik karena melihat suaminya jelalatan" jelas Almira sambil memberikan tatapan tajam pada suaminya.


Madina langsung keluar saat melihat wajah marah istri Bos nya, tidak mau terkena cakaran istri Bos nya.


Dan kini tinggal Justine dan Almira berduaan di ruangan nya, Almira masih memberikan tatapan tajam nya.


"Kamu kenapa?" tanya Justine tak merasa bersalah sedikitpun.


"Masih tanya istri kenapa?" Almira menggelengkan kepalanya.


"Apasih, sana duduk lagi" Justine memilih fokus pada laptop nya.


Awww !


"Lepas Al!" kesal Justine.


"Tidak, ini hukuman nya" balas Almira tak kalah kesal.


"Aku tidak melakukan apapun" sahut Justine menepis tangan Almira.


"Tidak melakukan apapun, ya itu memang benar tapi kamu sudah melihat gunung kembar besar itu, dasar jelalatan!" Almira mencubit pinggang Justine.


Membuat Justine meringis kesakitan, dan di saat bersamaan David masuk ke ruangan CEO.


David tak bisa menahan tawa nya melihat Justine yang malang karena mendapatkan istri galak.


"David tolong" kata Justine.

__ADS_1


"Berani kamu menolong nya aku kuliti kalian berdua" kesal Almira.


"Waw, nona anda hebat. lanjutkan saja saya akan ke sini nanti" David memilih keluar dari ruangan Bos nya.


Tak mau ikut campur ke dalam masalah rumah tangga Bos nya, David yakin kemarahan Almira pasti di sebabkan Justine yang bahlul.


"Al sudah" Justine mengaku salah.


"Katakan pada ku berapa banyak mantan teman ranjang mu" tanya Almira.


Justine terdiam nampak berhitung, hingga..


"Banyak, aku selalu ganti-ganti wanita" jelas Justine.


"Termasuk sekertaris mu tadi?" tanya Almira.


Dan Justine hanya mengangguk cepat.


Membuat Almira hampir pingsan, kenapa dia punya suami yang memiliki hobi menjijikkan.


"Tenang saja meski begitu aku selalu melakukan tes, dan mereka yang bersamaku tidak terkena virus" jelas Justine.


Almira melepaskan tangan nya yang mencubit pinggang Justine.


"Kau terlalu mengerikan, aku merasa jijik" kata Almira tidak bisa membayangkan jika dia memiliki suami yang sangat hiperse*s.


"Tapi kau beruntung, aku kaya tampan dan sangat berkharisma." balas Justine tak terima di katakan menjijikan.


Almira tidak menjawab, dia memilih berjalan mendekati sofa lalu diam nampak sedang berpikir.


Justine melihat itu hanya menghela nafasnya panjang.


Apa salahnya dengan masa lalu nya, toh itu hanya masa lalu ya dan kini dia tidak seperti itu lagi.


Dan untuk hasrat seksu*l nya yang tinggi itu bukan salahnya, Justine selalu mencoba untuk tidak segila dulu lagi dalam masalah ranjang meski itu tidak Almira rasakan.


🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2