Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
Hantu


__ADS_3

Almira terbangun setelah pengaruh obat bius nya habis, dia langsung melihat sekeliling nya dan tiba-tiba air mata Almira jatuh perlahan ke pipi nya.


Tangan nya menyentuh bagian samping kiri atas perut nya, Almira tau dia baru saja melakukan nya.


Transplantasi ginjal yang dia dapatkan dari Livia, sahabatnya. dan apa kabar dengan Livia?.


"Suster" Almira mencoba berteriak meski sangat sakit karena tekanan emosi membuat perutnya terasa sakit.


Tidak ada yang datang, Almira juga heran kenapa Justine tidak ada padahal dia sudah memberikan nomer Justine pada suster.


Tidak mau memikirkan sosok Justine Almira mencoba turun dari ranjang nya, dengan mendorong alat infus nya Almira mencoba berjalan meski dengan langkah yang begitu pelan.


"Tahan Al, kamu harus melihat Livia" gumam Almira mengesampingkan rasa sakitnya dan pergi ke ruangan jenazah.


Sedangkan di ruangan jenazah David yang mengerjai Justine hanya acuh saat melihat Justine melihat jenazah yang bukan istri nya itu.


"Tuan cepat, saya takut" ucap David.


Sebenarnya dia ingin menyelesaikan drama ini, tapi melihat Justine yang terlihat takut membuat dia merasa sedikit terhibur.


Setidaknya Justine akan belajar untuk tidak selalu bersikap seenaknya pada orang lain, dan dia harap Bos nya bisa belajar dari hal ini.


"Tuan" panggil David.


"Sabar, kenapa kau berisik sekali, aku sedang merangkai kata-kata" kesal Justine melirik tajam asisten nya.


Justine menarik nafasnya panjang, dia tidak mau membuka kain putih itu karena tidak mau melihat wajah pucat Almira.


"Almira, maaf untuk malam tadi. aku sebenarnya hanya ingin membuat mu kesal dan tidak ada maksud lain" Justine menjeda ucapan nya.


"Aku sudah membayar tagihan nya, pergilah dengan tenang dan aku mohon jangan ganggu aku, aku janji tidak akan menikah sampai dua bulan kepergian mu, aku janji" lanjut Justine.


David mendengar ucapan Bos nya hanya menggelengkan kepalanya, mana ada Bos nya yang membayar, dia yang sudah membayar biaya operasi nya, ya meski akan di ganti.

__ADS_1


Tiba-tiba pintu terbuka, dan Justine melihat ke arah pintu.


Hah..


"Hantu!" teriak Justine.


Brugkkk !


Justine jatuh pingsan ke lantai.


David mengabaikan Bos nya, dia mendekati Almira yang masih terdiam di ambang pintu.


"Nona anda tidak apa?" tanya David berniat membantu.


Tapi Almira memberikan kode untuk David tidak mendekatinya.


Almira berjalan dengan langkah yang menahan sakit, satu tangan nya juga mendorong alat infus.


"Livi, maaf" ucap Almira pelan.


Almira membuka kain putih yang menutupi jenazah Livia, air matanya kembali saat melihat wajah pucat sahabat nya.


Tangan nya menutupi bibirnya, rasanya Almira ingin menangis menjerit, kenapa semua nya harus terjadi pada Livia.


"Aku tidak akan menyia-nyiakan hidup, terimakasih Livi, makasih dan maaf karena aku tidak bisa menjadi teman yang baik untuk kamu, tapi percayalah kamu adalah teman terbaik untuk ku" ucap Almira sambil memegang perut nya yang sakit.


Suara tangisan Almira membuat Justine bangun, dan saat membuka matanya Justine melihat Almira yang berdiri membelakangi nya.


"Hantu, aaaa.. jangan ganggu aku" teriak Justine ketakutan.


Almira mendengar suara Justine melirik ke belakang, dan menatap tajam ke arah Justine membuat Justine semakin ketakutan di buat nya.


"Aku minta maaf, jangan ganggu aku" kata Justine menutup matanya.

__ADS_1


"Bisakah kau diam, kau sangat berisik" kesal Almira sambil mengusap air mata nya.


Tak lama kemudian David datang, dan dia melihat keheningan di sana dan jangan lupakan Bos nya yang duduk di lantai itu, benar-benar sangat miris.


"Nona, duduklah kondisi anda masih belum pulih" kata David.


Almira yang memang sudah lelah berdiri langsung duduk, Justine melihat itu dan dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Jadi siapa yang meninggal?


"Vid" panggil Justine.


David melirik Bos nya dengan wajah malas nya.


"Nona baru melakukan operasi transplantasi ginjal, tuan" jelas David yang melihat wajah bingung Bos nya.


Justine mendengar itu langsung berdiri dan membenarkan pakaian nya yang sedikit kusut.


Jadi Almira tidak meninggal?


"Kau membohongi ku!" Justine menatap tajam David.


"Bukan membohongi, tapi anda saja yang bodoh jelas-jelas nona adalah yang mendapatkan donor bukan pendonor" sahut Justine dengan wajah menyebalkan nya.


"Tetap saja kau yang salah, seharusnya kau bilang dari awal, dasar asisten tidak bisa di andalkan" kesal Justine sewot.


Almira yang mendengar suara gaduh menatap kesal pada Justine.


"Tidak bisakah kalian diam, teman ku meninggal dan kalian masih bisa bertengkar di tempat seperti ini, apa kalian tidak punya sedikit rasa empati hah!" teriak Almira yang sangat kesal.


"Maaf nona" ucap David merasa tak enak.


"Cih, caper" ketus Justine yang memilih keluar dari ruangan jenazah.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2