Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
Mencarinya


__ADS_3

Selama tiga hari Justine mencari keberadaan Almira yang menghilang, bukan hanya itu saja Almira seolah menghilang dari dunia ini karena tak ada jejak sedikitpun yang di tinggalkan.


Justine juga tidak akan menanyakan pada Mam nya karena itu hanya akan sia-sia saja.


"Tuan tidak ada jejak di bandara, nona seperti nya tidak terbang" jelas David.


"Aku tidak mau tau kau harus mencari istriku" kata Justine dengan wajah prustasi nya.


David akhir nya kembali pergi untuk mencari keberadaan Almira dan Mila, sialnya Mila juga ikut-ikutan menghilang membuat David kesal karena berakhir di jalan buntu.


Sedangkan Justine yang di tinggalkan mengusap wajahnya kasar.


"Ini semua gara-gara ketiga wanita itu, aku hanya meminta mereka menemani ku bukan menyentuh ku" gerutu Justine menyesal memesan tiga wanita.


Awalnya Justine hanya ingin membuang kekesalan nya akan Almira yang tiba-tiba bersikap dingin.


Tapi Justine tak menyangka jika apa yang dia lakukan malam itu membuat istrinya meradang bahkan sampai kabur dari rumah.


"Al, pulanglah aku hanya mencintaimu" Justine menatap layar ponsel nya yang ada foto pernikahan mereka.


Dia begitu mengkhawatirkan keselamatan istrinya, entah kenapa Justine sangat cemas apalagi Almira pergi tanpa membawa kartu ATM nya.


Karena berdiam saja tidak akan mendapatkan jawaban Justine pun akhirnya memilih mencari istrinya, Justine akan pergi ke beberapa tempat yang sering dia kunjungi bersama Almira.


Sedangkan Almira yang sedang berada di rumah bibi nya nampak sedang mual-mual, Mila datang dengan membawa segelas air putih.


"Nona minumlah" kata Mila.


"Hem" Almira menerima nya.


Dan mulai meminum nya, Almira meminum nya sampai habis lalu dia mencuci wajahnya.


"Rasanya benar-benar lelah" gumam Almira lemas.


"Nona mual karena hamil, itu biasa di rasakan ibu hamil" ucap Mila.


Membuat Almira melirik Mila dengan tatapan bingung nya.


"Kamu pernah mengandung?" tanya Almira kaget.

__ADS_1


"Tidak nona, aku membaca itu di artikel kehamilan" jelas Mila.


Almira mangut-mangut lalu kedua nya pun keluar dari kamar mandi.


Almira di ajak duduk di sofa, Mila memijat kepala Almira karena kebetulan dia sedikit-sedikit pandai memijat.


"Enak, terus pijat bagian kepalanya" ucap Almira.


Mila mengangguk dan melakukan nya, hingga akhirnya Almira memberikan kode untuk Mila berhenti.


Almira menarik nafasnya panjang, nanti malam ulang tahun Justine tapi dia masih memiliki rasa kesal pada suaminya.


"Nona apakah nanti malam kita akan pulang?" tanya Mila.


"Tidak, aku masih kesal" balas Almira jujur.


Mila mengangguk kecil, dia tidak akan memaksa karena memang yang di lakukan Bos nya itu sangat keterlaluan.


Tidak ada wanita yang suka di duakan, begitupun dengan Almira yang tidak mau di bagi empat dengan ketiga wanita itu.


Ya sekalipun dia tau jika itu hanya teman ranjang tapi Almira tetap tidak bisa mentoleransi sikap Justine yang seperti itu, dia ingin Justine berhenti menjadi pemain.


Karena lapar Mila pun akhirnya memesankan makanan untuk bos nya, Almira akan menggantikan uang nya dan selama tiga hari ini Mila sudah banyak mengeluarkan uang untuk membeli apapun yang di inginkan ibu hamil.


"Tentu nona, kapan?" tanya Mila.


"Sekarang saja, aku ingin melihat kabar bayi ku, dan melakukan USG" jelas Almira.


Mila pun langsung bersiap-siap, selain itu Mila juga memesan taksi untuk mengantar mereka berdua.


"Nona apa ini tidak apa tidak di sapu?" tanya Mila melihat halaman rumah yang terlihat berantakan.


Almira melihat halaman rumah nya dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa, tugasmu adalah menjagaku bukan untuk membersikan rumah" balas Almira bohong.


Padahal Almira melakukan itu hanya untuk membuat tempat persembunyian nya tidak bisa di tebak, dia yakin pada akhir nya David atau Justine akan mencari nya ke rumah ini.


Dan saat Almira dan Mila sudah masuk ke dalam taksi David baru sampai di halaman rumah bibi Mona.

__ADS_1


Dia mendapatkan informasi rumah lama Almira dari anak buahnya, tapi David merasa tidak mungkin Almira dan Mila tinggal di sini karena halaman rumah nya sangat kotor.


"Mila bodoh, kemana gadis itu membawa nona Almira, benar-benar merepotkan ku saja" gerutu David kesal.


David pun akhirnya tidak masuk ke dalam rumah itu karena jika di lihat dari luar rumah itu terlalu kotor, apalagi halaman nya yang penuh dengan dedaunan kering.


"Halo tuan"


"Halo David, tolong aku kecelakaan"


"Apa! tuan dimana?"


"Di jalan Xxx, tolong cepat ke sini jika tidak mati aku"


Tut!


David buru-buru ke tempat yang di sebutkan, dia ngebut untuk bisa cepat sampai hingga dia pun sampai di tempat yang di sebutkan sang Bos.


"Tuan" David mengetuk kaca mobil.


David merasa heran karena Justine tak ada di dalam mobil, bahkan mobilnya pun tak terlihat seperti habis menabrak.


"Vid akhirnya kau datang" kata Justine yang datang dari belakang.


"Astaga tuan" David kaget melihat Justine yang di kelilingi anak-anak.


Dan jangan lupakan dengan pakaian Justine yang kotor dengan darah.


"Tolong aku, aku menabrak ayam salah satu anak-anak ini, mereka memaksa ku bertanggung jawab tapi ayam mereka yang mau mati karena menabrakkan diri ke mobil ku" ucap Justine tak merasa bersalah.


"Om, menabrak Piyak ku, Om pembunuh!" teriak si anak pemilik ayam.


"Hey aku tidak menabrak nya, dia yang cari mati dengan mobil ku" Justine tak mau kalah.


David yang melihat perdebatan Justine dan anak kecil itu menghembuskan nafas nya kasar.


Memang sulit jadi orang waras.


"Nona pilihan anda sangat tepat untuk meninggalkan suami anda" batin David mendukung keras dengan apa yang dilakukan Almira.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2