
Sedangkan di tempat lain Papa Hans nampak melihat putra nya dengan jengah, bagaimana tidak Justine menyuruh mereka bersiap-siap untuk bertemu calon nya.
"Justine mana calon mu? ini sudah satu jam lebih dan dia belum datang" kata Papa Hans merasa aneh.
Justine melirik Papa nya sebal, seharusnya Papa nya happy karena Justine untuk yang pertama kali nya akhirnya mau serius.
"Sudahlah Pap, mungkin calon mantu kita sedang di perjalanan" sahut Mam Gina berpikir positif.
"Aku rasa tidak sayang, mungkin calon yang di pilih Justine memiliki kebiasaan sama seperti Justine, selalu suka membuang waktu" timpal Papa Hans lagi.
Sangat yakin jika calon istri putra nya pasti akan memiliki sikap yang sebelas dua belas dengan putranya.
Justine yang memegang ponsel langsung beranjak, dia akan menelpon David di luar rumah.
"Halo tuan"
"Kau dimana!"
"Maaf tuan ban mobil bocor, dan saya sedang membenarkan" jelas David.
"Ck, jangan pakai mobil itu lagi" kesal Justine.
"Baik tuan" balas David lagi.
"David ban nya lari!"
Tiba-tiba Justine mendengar suara Almira.
"Ban apa yang lari?" tanya Justine bingung.
"Anu tuan" David kebingungan.
"David apa kau tuli! cepat kejar ban nya aku sedang kesusahan di bawah mobil"
Kembali terdengar suara Almira lagi, Justine terdiam nampak berpikir.
__ADS_1
"Jangan bilang jika yang mengganti ban adalah gadis itu?" ucap Justine menebak.
"Iya tuan, nona yang memaksa dan ternyata dia memang handal, saya bahkan sampai kag___" ucap David terhenti karena suara lantang Justine.
"Kurang ajar! kau membiarkan gadis itu mengganti ban mobil! lalu apa kerja mu hah, kau makan gaji buta hah, dasar asisten tidak berguna" suara Justine terdengar kesal.
Tut !
David mematikan panggilan nya sepihak.
Dan Justine yang melihat itu semakin kesal.
"David kurang ajar, aku mengeluarkan uang 70 juta hanya untuk membayar salon dan pakaian nya, dan dia dengan seenaknya membuat gadis itu berantakan lagi" Justine menggerutu kesal.
Justine akhirnya masuk kembali ke dalam rumah, dan kembali mendapatkan beberapa pertanyaan dari Mama dan Papa nya.
Di sisi lain nampak Almira dan David yang sedang duduk di pinggir jalan, kedua nya duduk sambil minum minuman dingin yang di beli David.
"Baju anda kotor nona, tuan pasti sangat marah" kata David sambil melihat penampilan Almira.
"Tidak apa, aku bisa menguncir rambut nya" kata Almira santai.
Setelah itu keduanya kembali ke mobil dan David melajukan mobilnya ke arah rumah keluarga Alexander.
Almira mengikat rambutnya lalu melihat penampilan wajah nya di ponselnya.
"Oh aku merasa tegang lagi" gumam Almira dan suaranya terdengar jelas oleh David.
Tak lama kemudian mobil yang di tumpangi keduanya sampai di halaman rumah kediaman keluarga Alexander.
Almira keluar bersamaan dengan David yang juga keluar, matanya melihat ke rumah mewah di depan nya dan Almira merasa tegang.
"Tinggal satu langkah lagi, aku tidak tau langkah ini tepat atau tidak tapi aku hanya ingin Livia kembali sehat, meski cara ku salah" batin Almira sambil melihat rumah mewah di depan nya.
"Mari nona" ucap David.
__ADS_1
"Hem" Almira mengikuti langkah David.
Dan saat Almira sampai di ruang tamu dia melihat Justine yang menatap tajam ke arah nya.
Justine memberikan kode pada Almira untuk menyapa keluarga nya, tapi Almira yang tidak paham hanya melongo tak mengerti.
Mam Gina melihat Almira dari atas sampai bawah, lalu dia berdiri dan mendekati Almira.
"Seperti nya kita pernah bertemu cantik" Mam Gina tersenyum.
"Iya, Tante ibu-ibu yang kecopetan itu kan?" Almira tersenyum kaku.
"Mampus, jadi calon mertua ku itu yang pernah menjadi target nyopet, Astaga kenapa bisa kebetulan begini" batin Almira tidak menyangka.
"Justine sayang, Pap jadi gadis ini adalah gadis pemberani yang membawa tas Mam, untung saja kartu-kartu nya nggak hilang ya meski uang nya yang 2 juta lenyap di ambil copet" jelas Mam Gina yang membuat Almira semakin kikuk.
Apa jadinya kalau calon mertuanya tau kalau sebenarnya dia dan Livia yang mengambil uang itu.
Mam Gina mengajak Almira untuk duduk, dia tau penampilan Almira sebelum nya tidak seperti ini tapi meski begitu dia masih mengenali Almira.
"Siapa nama mu?" tanya Papa Hans.
"Almira Om" jawab Almira cepat.
"Lulusan apa?" tanya Papa Hans lagi.
"Pap, kenapa nanya gitu mau lulusan apapun nggak penting kali, kan setinggi apapun kita sekolah wanita akan berakhir di dapur" kali ini Mam Gina tak setuju dengan pertanyaan suaminya.
"Saya lulusan SMA, Om" jawab Almira tanpa keraguan.
"Kamu tau kebiasaan Justine?" tanya Pap Hans lagi.
Dan mata Justine menatap tajam ke arah Papa nya, dia sangat yakin jika Papa nya ingin menyindir nya.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏