
Acara resepsi pernikahan Justine dan Almira sudah di mulai sejak satu jam yang lalu, satu tamu-tamu undangan datang yang kebanyakan nya dari teman-teman Justine.
Ada juga rekan bisnis dan kolega dari Papa Hans yang menghadiri acara pernikahan Justine.
"Wah selamat Justine, akhirnya berakhir sudah kejombloan mu" ucap seorang wanita pada Justine.
Dia tak lain adalah Viona, sepupu Justine yang sama-sama memiliki darah keluarga Chris.
"Diam kau, dasar menyebalkan" kesal Justine menatap tajam Viona.
Viona tertawa dan mendekati Almira, dia mengucapakan selamat untuk Almira yang berhasil menjerat kakak sepupu nya.
"Kau hebat, nanti ajari aku cara menggoda Casanova kelas kakap ya" bisik Viona.
Membuat pipi Almira memerah karena malu.
"Semangat, jangan malu-malu aku tau tipe nya dan kamu terlalu Cantik untuk kakak sepupuku yang gila itu." lanjut Viona dengan sengaja mengeraskan suara nya.
Dan Justine mendengar ucapan Viona memberikan tatapan sinis nya.
"Aku mendengar ejekan mu bodoh!" kesal Justine.
"Jangan marah-marah tidak baik, ini hari spesial kamu Justine" sahut Viona dengan wajah menyebalkan nya.
"Al kau harus berhati-hati dengan nya setelah ini" lanjut Viona tak bosan menganggu sepupu nya.
"Aku tak paham" balas Almira pura-pura polos.
"Cih, pura-pura polos padahal sangat handal bermain di atas" gerutu Justine pelan.
Viona tertawa tapi tawa nya terhenti saat melihat Harry dan Harkew yang datang bersama Cessy.
"Bersiap-siap jaga suami mu Al" ucap Viona lalu pergi meninggalkan pelaminan.
Almira melirik Justine yang terlihat tidak bisa diam saat melihat Cessy hadir.
__ADS_1
"Kau masih mencintai nya?" tanya Almira tanpa ragu.
"Aku tak suka bicara dengan Upik abu seperti mu" ketus Justine sinis.
Dan saat Cessy Harkew dan Harry naik ke pelaminan Justine seketika memegang tangan Almira.
Justine bahkan tersenyum memperlihatkan kebahagiaan, membuat Almira melongo karena perubahan Justine yang begitu cepat itu.
"Ck, katanya tidak sudi bicara sama Upik abu, tapi kok pegang-pegang tangan ya" cibir Almira dengan wajah kesal nya.
"Diam dan bersikap seolah-olah kita bahagia, kau paham" tegas Justine.
"Kalau aku tidak mau?" bisik Almira.
"Aku akan menghajar mu" balas Justine sambil mencium pipi Almira tanpa ragu.
Cessy dan Harkew melihat itu pun dengan Harry yang langsung menggelengkan kepalanya.
"Selamat Justine, istri mu cantik" kata Harkew.
"Hem, tentu saja aku tidak pernah salah dalam memilihilh pasangan hidup" balas Justine dengan wajah percaya dirinya.
Pun dengan Cessy yang langsung turun setelah mengucapkan selamat pada Almira, sedangkan pada Justine di tidak mengucapkan karena tau Harkew tidak suka jika dia melakukan hal itu.
Harry tak banyak bicara di hanya mengucapkan selamat lalu turun dan menikmati acara nya.
"Lihat dia tidak menyapa ku itu tanda nya dia tidak benar-benar bisa melupakan ku" kata Justine dengan percaya dirinya.
"Seperti nya tidak seperti itu, Cessy terlihat sangat mencintai suaminya mungkin dia malas memberikan harapan pada mantan nya" celetuk Almira yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang suami.
David asisten Justine pun hadir dan mengucapkan selamat pada mereka berdua, dan banyak lagi ucapan lain nya.
Satu persatu acaranya selesai, begitupun dengan lemparan bunga yang di menangkan Harry.
Karena semakin malam akhirnya Justine memutuskan untuk tidur di hotel, hotel ini adalah milik keluarga nya.
__ADS_1
"Ahk lelah nya" Almira langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.
"Jorok, mandi sana" kata Justine yang duduk di ranjang.
"Males" sahut Almira sambil memejamkan matanya.
Justine yang sedang membuka kemeja nya mendengar suara orang tidur, dan benar saja saat dia melirik ke samping Justine melihat Almira yang sudah tidur.
Bukk !
Bantal mendarat tepat di wajah Almira, membuat gadis cantik itu membuka matanya kaget.
"Bisa nggak yang sopan dikit!" Almira menatap marah pada Justine.
"Tidak, cepat mandi dan siapkan air hangat untuk ku" titah Justine tegas.
"Males, bikin saja sendiri" ketus Almira memilih kembali memejamkan matanya.
Justine yang untuk pertama kalinya perintah nya di tolak sangat meradang dan tiba-tiba terbesit di pikiran nya untuk membuat Almira bangun.
Dengan santai Justine memangku tubuh Almira dan membawa Almira ke kamar mandi.
"Aaa ! hujan" teriak Almira yang tubuhnya basah terkena air shower.
Justine yang melihat itu hanya tersenyum kecut, lalu berjalan ke arah bathtub dan mengisi air hangat untuk dia berendam.
Almira tidak bisa mengatakan betapa dia kesal pada Justine, sakit di bagian pinggir atas perutnya pun kembali ia rasakan, terlalu lelah membuat nya kembali merasakan sakit ginjal nya.
Awww !
Almira sekuat mungkin menahan rasa sakit nya, dia membuka pakaian nya sampai polos dan menutupi nya dengan handuk.
"Nyabun dulu jorok!" kata Justine yang baru masuk ke dalam air hangat di bathub.
Almira tak mendengarkan, dia memilih keluar dari kamar mandi dan langsung mencari pakaian nya di koper nya.
__ADS_1
Dan saat Almira melihat isi koper nya dia menghela nafasnya, baju-baju nya hilang dan di gantikan dengan beberapa lingerie warna warni yang sangat seksi.
"Ini pasti ulah Mam Gina" Almira terpaksa memakai lingerie nya karena dia benar-benar tidak kuat menahan rasa sakit nya.