
Justine masuk ke dalam kamar lagi, dia melihat Almira yang ketiduran dengan memeluk guling.
Hufh..
"Kenapa kali ini aku merasa di repot kan" gumam Justine sambil duduk di pinggir ranjang.
Di lirik nya gadis cantik di samping nya, untung cantik jika tidak mana mau Justine menikahi Almira.
"Kau beruntung karena wajah mu aku tidak menolak menikahi mu" ucap Justine jujur.
Ya selain dia yang menjadi pria pertama untuk Almira, tapi alasan lain nya adalah wajah Almira yang cantik.
Bagaimana pun Justine adalah pria pemilih, sudah banyak wanita yang menjadi patner ranjang nya, dan Almira lah satu-satunya gadis yang meminta pertanggungjawaban nya.
"Livi maaf" suara Almira terdengar.
Justine melihat itu mengusap tangan Almira, dia tidak tau apa masalah yang di hadapi istrinya, tapi yang Justine tau jika meninggal nya Livia ada sangkut pautnya dengan Almira.
Karena Almira terus bergumam meminta maaf pada Livia, jadi menurut Justine Almira pasti sangat merasa bersalah pada Livia dan semua itu tentunya ada alasan nya.
Drett..
"Nenek lampir, mengagetkan saja" gerutu Justine melihat panggilan dari Mana Gina.
Mau tak mau Justine mengangkat telpon nya.
"Halo Mam"
"Hey mana menantu Mam, kenapa kalian masih belum pergi ke tempat yang Mam siapkan!" cerewet Mama Gina di sebrang telpon.
Huh..
"Almira masih tidur, Mam tidak tau saja hari ini kami melewati hal yang berat" jelas Justine.
"Apa maksud mu? Mam tidak paham" tanya Mama Gina tidak mengerti.
Justine pun menjelaskan apa yang di lakukan Almira, tentang operasi transplantasi ginjal yang di lakukan Almira.
Dia tidak melewati satu pun hal untuk di ceritakan, Mam Gina sangat syok karena dia baru tau Almira memiliki penyakit ginjal.
__ADS_1
"Bagaimana kondisi mantu Mam sekarang?" tanya Mama Gina khawatir.
"Sudah membaik, dia masih tidur" balas Justine.
"Huh, itu pasti karena kau tidak memperlakukan nya dengan baik kan, heran pacar sakit kenapa baru tau sekarang, dasar" marah Mama Gina.
Justine yang mendengar omelan Mam nya hanya bisa menghembuskan nafas nya kasar.
Tidak bisa mengatakan kebenaran nya jika dia baru mengenal Almira satu Minggu, dan mereka langsung menikah tanpa saling mengenal dulu.
"Sudahlah jika Mam ingin memarahi ku lebih baik aku matikan saja panggilan nya" kata Justine menjauhkan ponsel dari telinga nya.
"Berani kau mematikan panggilan ini Mam akan___"
Tut !
Justine mematikan panggilan nya sepihak.
Dan semenit kemudian banyak telpon dari Mama Ginaa, Justine tidak mengangkat dan memilih mengabaikan panggilan itu.
Setelah mematikan ponselnya Justine yang merasa lelah memilih tiduran, dan tanpa sadar dia tertidur sampai menjelang malam.
"Kemana dia" gumam Justine bangkit dari tempat tidur.
Justine berjalan mendekati kamar mandi, dan dia tidak mendengar suara apa-apa yang membuat Justine memilih keluar kamar.
Dia mencari di apartemen nya tapi Almira juga tidak ada yang membuat Justine kembali ke kamar nya.
"Al" panggil Justine.
Justine berpikir jika Almira ada di kamar mandi, dan jika Almira tidak bersuara apa ini artinya..
Seketika pikiran Justine pendek, dia langsung menggedor-gedor pintu kamar mandi.
"Almira! hey jangan bunuh diri di sini" teriak Justine.
Justine terus menggedor pintu nya hingga setelah beberapa menit pintu terbuka dan memperlihatkan Almira yang baik-baik saja.
"Kau berisik sekali" kesal Almira sambil menguap.
__ADS_1
Almira berjalan melewati Justine dan duduk di ranjang, Justine terdiam matanya melihat ke arah Almira tapi hidung nya mencium bau sesuatu.
"Bau apa ini" gumam nya menutup hidung.
Almira yang melihat Justine berdiri di depan kamar mandi hanya acuh, dan memilih merebahkan tubuhnya yang terasa masih lemas.
"Kau habis pop ya" tuduh Justine.
"Kalau iya emang nya kenapa? mau lihat? udah ngalir" balas Almira acuh.
Apa!
"Dasar jorok!" teriak Justine berjalan mendekati Almira.
"Jorok? kau pikir bau mu wangi nya seperti apa" sahut Almira sebal.
Menurut nya Justine sangat lebay sekali.
"Tapi setidaknya nyalakan pewangi ruangan nya, kan bau" Justine masih mempermasalahkan hal itu.
"Sudahlah, aku lapar lebih baik sekarang kamu pesan makanan saja, kamu tidak mau kan di penjara karena membiarkan istri kelaparan" ucap Almira santai.
"Hey kau pikir aku pembantu mu apa!" Justine menatap tajam ke arah Almira.
"Aduh sakit" Almira meringis dan memegang perutnya.
Melihat itu Justine menghembuskan nafas nya kasar.
"Dasar Upik abu" gerutu Justine lalu keluar dengan wajah kesal nya.
🌹
Yang punya akun di Paijo Oren mampir dong ke novel author imut🤣
judul nya ^^Di jamin nyaman😁Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
Di jamin nyaman😁
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1