Gairah Istri Casanova

Gairah Istri Casanova
Kedatangan Cessy


__ADS_3

Satu bulan berlalu hari ini Almira nampak terlihat lebih ceria, bagiamana tidak dia sudah telat satu minggu dari waktu terakhir dia menstruasi.


Seharusnya Almira sudah mendapatkan datang bulan nya di dua Minggu lalu, tapi sampai bukan kembali yang baru Almira masih belum menstruasi.


"Aku harus mengecek nya" gumam Almira yang baru bangun tidur.


Sebelumnya Almira sudah menyiapkan alat tes kehamilan banyak di laci, entah sudah berapa banyak Almira mengecek nya setelah dia menjadi istri Justine.


Dan saat ini Almira berharap keberuntungan datang pada nya, dia sangat mengharapkan kedatangan buah hati di dalam kehidupan nya.


"Positif dong positif" gumam Almira berharap.


5 menit berlalu..


Almira keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan tubuh yang di balut dengan handuk tipis.


"Honey kamu sudah bangun" Justine menatap istrinya yang berjalan keluar dari kamar mandi.


"Apa sudah di cek?" tanya Justine mengubah posisi nya menjadi duduk.


"Sudah" balas Almira.


Justine diam dan melihat wajah istrinya yang seperti sedih langsung turun dari ranjang dan mendekati istrinya.


Tanpa mengatakan apa-apa Justine memeluk istrinya, dia mengecup pipi istrinya berkali-kali.


Plakk !.


Almira memukul tangan suaminya yang memeluk pinggang nya.


"Masih pagi, jangan mulai" kata Almira ketus.


"Honey aku hanya memeluk mu untuk menghibur mu" balas Justine menatap istrinya bingung.


Almira melihat Justine dia tidak percaya, yang dia tau suaminya pandai memanfaatkan sesuatu.

__ADS_1


"Tapi biar kamu tidak sedih aku mau kok melakukan apapun untuk kamu, ya meski masih pagi ayo" lanjut Justine mulai ke mode gila nya.


"Nggak!" singkat padat dan tegas.


Almira berjalan ke arah Almira mengambil pakaian ganti nya, Justine mengembungkan pipi nya sebal melihat itu.


"Aku hanya menawari kalau tidak mau ya tidak apa" ucap Justine sambil duduk di pinggir ranjang.


Almira tak menjawab, dia mengusap perut nya yang rata dan tersenyum.


Yang jelas hanya Almira saja yang tau arti dari senyuman nya, sedangkan Justine dia yang kesal melihat bokong istri nya yang montok tapi tak bisa dia gapai.


"Honey" panggil Justine berharap Almira menanggapi nya.


"Masuk kamar mandi air nya nanti dingin lagi" kata Almira mode dingin lagi.


Huh..


"Kamu nggak mau mandi lagi? aku gosokin loh" ucap Justine menawari.


"Nggak ada, sabun habis kalau mandi terus lebih baik kamu main sama tangan saja, semangat ngurut nya" jawab Almira dengan nada mengejek membuat Justine sangat kesal.


"Baby Daddy mu orang nya memang mesum tapi Mommy sangat mencintainya" gumam Almira yang berbicara sendiri.


Ya jawaban nya adalah positif, Almira melihat dua garis merah di alat tes kehamilan yang di gunakan nya tadi.


Dan untuk sekarang Almira tak akan memberitahukan kabar bahagia ini pada suaminya, Almira ingin memberitahukan kabar ini nanti di hari ulang tahun suaminya yaitu Minggu depan.


"Sehat-sehat baby, Mommy mulai sekarang akan lebih jaga-jaga dan menolak ajakan Daddy mu yang bermain gila, jangan khawatir kamu terlahir di keluarga kaya karena Mommy sudah berusaha untuk masa depan mu" lanjut Almira sambil memakai pakaian nya.


Setelah mengantarkan suaminya sampai ke pintu untuk berangkat kerja Almira kembali masuk ke dalam apartemen nya.


Tak lama setelah Almira menutup pintu dia mendengar suara bel membuat dia membuka pintu.


"Hy, Al apa kabar" suara Cessy.

__ADS_1


Almira melihat Cessy yang berkunjung ke apartemen nya tentu saja kaget, tapi tetap bersikap biasa saja.


"Aku baik, bagaimana dengan kamu?" tanya Almira sambil mengajak Cessy masuk.


Cessy sudah pernah masuk ke apartemen Justine, tapi dia tetap merasa asing karena bagaimanapun Cessy sudah lama putus dengan Justine.


"Dulu Justine mana suka lukisan seperti ini, kamu yang beli Al?" tanya Cessy menunjuk lukisan di dekat foto pernikahan Almira dan Justine.


"Iya aku yang pilih, tapi dia suka juga kok" balas Almira agak tak nyaman.


"Masa" Cessy melirik Almira.


Dan Almira hanya mengangguk lalu menyuruh Cessy duduk, sedangkan dia memilih pergi ke dapur untuk membuatkan minum.


"Ke sini sama siapa?" tanya Almira yang datang dengan nampak yang berisi dua gelas teh.


"Harkew, tapi dia sedang ada pekerjaan jadi aku main ke sini karena aku tau kamu pasti ada di sini" jelas Cessy.


Almira meminum teh nya sambil melihat Cessy yang berpenampilan selalu cantik dan elegan.


Lalu tatapan Almira jatuh ke perut Cessy, dia agak bingung karena Cessy sedang hamil tapi perutnya masih rata padahal jika di hitung dari terakhir mereka bertemu Cessy seharusnya sudah 5 atau 6 bulan mengandung.


Cessy melihat tatapan Almira ke perutnya dia mengusap perutnya yang rata.


"Anak ku nggak bisa di selamatkan, dan rahim ku di angkat karena__" ucap Cessy tidak melanjutkan.


Almira memeluk Cessy, dia tau jika Cessy sakit karena pada saat di Paris dia mengantarkan Cessy ke rumah sakit.


"Yang sabar, aku tau perasaan kamu" Almira memeluk Cessy dan di balas pelukan lagi oleh Cessy.


"Hem, kamu sudah hamil Al?" tanya Cessy sambil melepaskan pelukan nya.


"Sudah, tapi belum pasti karena belum di cek ke dokter kandungan" jelas Almira.


Cessy mendengar itu entah kenapa merasa iri, dia juga ingin punya anak tapi semua itu tidak bisa terjadi karena rahim nya di angkat akibat penyakit nya.

__ADS_1


🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏


__ADS_2