
Setelah melewati perjalanan seharian penuh akhirnya pasangan pengantin baru itu sampai di Paris.
karena sudah terlalu banyak tidur Almira yang baru sampai itu jelas sangat specles dengan apa yang dilihatnya sekarang.
"Aku mau difoto dong" pinta nya alay.
"Jangan membuatku malu, ayo kita segera ke hotel" balas Justine dengan nada ketusnya.
"Tidak mau pokoknya mau foto dulu" kekeh Almira yang malah diam di tempat.
Justine menghembuskan nafasnya kasar melihat tingkah istrinya yang sangat kampungan.
Di liriknya David yang membawa koper-koper yang berisi barang-barang mereka.
Huh..
"Dasar kampungan" batin Justine kesal.
"Ayo, cepat" kata Almira mengajak Justine agak menjauh.
David lagi duduk sambil menunggu kedua Bos nya yang berjalan ke arah lain.
"Mereka benar-benar cocok, sama-sama labil" ucap David yang melihat Justine dan Almira di kejauhan.
Mau tak mau Justine yang menjadi fotografer dadakan untuk istrinya.
Almira tersenyum tersenyum melihat ke arah kamera, mengabaikan wajah cemberut suami nya.
"Cis" Almira berpose cantik.
Justine melihat itu hanya bisa menahan kesal nya, dan memotret istrinya yang alay.
Hingga setelah beberapa menit Almira memilih berhenti karena merasa menjadi pusat perhatian beberapa orang yang ada di sana.
"Kau memalukan" gerutu Justine.
"Biarin" sahut Almira sewot.
__ADS_1
"Ck, dasar Upik abu kampungan" balas Justine yang membuat Almira memukul tangan suaminya.
Almira melihat hasil Poto nya dan tersenyum melihat dirinya yang terlihat cantik.
"Wah bagus" ucap Almira melirik Justine.
Lalu Almira pun memberikan ponsel Justine pada sang pemiliknya.
"Nanti kirim ya" pinta Almira.
Justine tak jawab dan langsung memasukkan ponselnya ke saku celananya.
Setelah itu keduanya pun langsung pergi ke hotel karena mobil jemputannya sudah datang.
Selama di perjalanan Almira terus melihat keluar kaca mobil, saat ini hari sedang malam dan dia begitu terpukau dengan suasana malam hari di kota Paris.
"Apa itu?" tanya Almira menunjuk menara yang menjunjung tinggi.
"Itu menara Eiffel, dasar bodoh" balas Mbak Justine aga sewot.
"Menara Eiffel? aku pikir menara Eiffel ada di new York" gumam Almira yang terdengar jelas oleh Justin dan David.
Yang sontak saja membuat kedua pria itu tertawa, Sedangkan untuk si sopir dia yang tidak paham dengan bahasa Indonesia hanya diam karena tidak paham.
"Nona lucu sekali" kata David tertawa.
"Bukan lucu, lebih tepatnya bodoh" balas Justine yang juga tertawa.
"Ya mana aku tau, aku belum pernah melihat ini sebelumnya dan saat di sekolah pun aku juga tidak diajarkan untuk mengenal kota Paris dan yang lainnya" sewot Almira kesal karena ditertawakan oleh dua pria itu.
Dan sepanjang perjalanannya Almira terus menanyakan banyak pertanyaan konyol yang mengundang gelak tawa dari Justine dan David.
Hingga tanpa terasa mereka sampai di hotel, Almira dan Justine pergi ke kamar yang di tempati mereka terlebih dahulu meninggalkan David yang sedang membantu sopir untuk membawa koper.
"Ahk aku sangat lelah" Justine langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.
__ADS_1
"Mau di pijat?" tawar Almira yang melihat suaminya sangat kelelahan.
Justine yang menutup matanya seketika membuka matanya kembali.
"Memangnya kamu bisa?" tanya Justine.
"Tentu, apapun aku bisa apalagi kalau membuat anak mode in Paris" balas Almira dengan senyum nya.
"Tidak usah" tegas Justine menolak.
"Hey aku bercanda, ayo berbaring yang benar aku akan membuat tubuh mu rileks" Almira naik ke ranjang dan membenarkan posisi tiduran suaminya.
Dan setelah itu Almira pun langsung memijat tubuh suaminya dimulai dari tangan punggung lalu kaki, semuanya tidak dia lewati sedikitpun.
Dan Justine yang dipijat benar-benar merasa rileks, dia bahkan tidak menyangka jika istrinya pandai memijat pakan pijatan Almira sangat terasa enak.
David masuk untuk menyimpan koper dan dia melihat Amira yang sedang memijat Justine, sekali lagi David hanya bisa menghela nafas pelan.
Ada keinginan di dalam dirinya juga untuk memiliki istri apalagi saat melihat bosnya yang terlihat keenakan dipijat oleh Almira.
"Apa yang aku pikirkan, kebanyakan wanita hanya melihat harta. aku akan kalah jika aku menikah sebelum aku memiliki banyak uang seperti Bos" batin David sambil berlalu keluar dari kamar hotel yang ditempati Bosnya.
Pernah dikecewakan oleh Cinta pertamanya membuat David menjadi lebih serius dalam bekerja, dia tahu wanita tidak akan bertahan lama dengannya jika dia tidak memiliki apa-apa.
Dan kepercayaan itulah yang selalu membuat David menolak mendekati wanita, dia tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti mencintai Cinta pertamanya yang materialistis dan meninggalkannya demi uang.
Sedangkan di kamar Almira yang melihat suaminya tertidur lelap tersenyum, sebenarnya Almira tidak terlalu pandai memijat.
Tapi melihat suaminya yang tidur lelap karena sentuh tangan nya jelas Almira senang.
Cup..
Almira mengecup kening suaminya, dan setelah itu ikut berbaring di samping suami nya.
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1