
Justine benar-benar dibuat kalang kabut mencari keberadaan istrinya, David yang juga tengah menemaninya mencari Almira juga belum mengakui jika dia mengetahui keberadaan Almira.
"Kau disogok uang berapa boleh wanita itu sehingga kau mau menyembunyikannya dariku" tanya Justine dengan wajahnya yang terlihat gelisah.
"Tuan tahu jika Nona Almira itu tidak memiliki apa-apa, mana mungkin dia bisa membayar saya bukan begitu tuan" balas David tetap pada pendiriannya untuk tidak memberitahu keberadaan Almira pada Bosnya.
Dia ingin melihat Bosnya kelelahan mencari istrinya, lagi pula David sudah berjanji untuk tidak memberitahu keberadaan Almira pada siapapun termasuk Justine.
Justine menatap kesal pada asistennya yang tidak berguna, Di saat dia membutuhkannya David malah bersekongkol untuk menyembunyikan keberadaan Almira.
Dan Justine tidak bodoh dia sangat yakin jika Almira bukan menghilang melainkan di sembunyikan, mereka berada di Paris bukan di Indonesia yang bisa Almira kenali jalannya.
"Sial, ke mana dia apa semarah itu dia padaku hanya karena masalah anak saja. padahal aku melakukan semua itu hanya untuk keselamatan nya" batin Justine dalam hati.
Malam nya Justine yang kelelahan mencari keberadaan Almira memilih pulang ke hotel, pun dengan David yang langsung ke kamarnya sendiri.
Huh..
Justine menghempaskan tubuhnya ke ranjang, wajah nya terlihat jelas jika dia lelah karena seharian mencari Almira.
Mata Justine melihat langit-langit kamar, dia teringat akan pertengkaran mereka di pagi hari sehingga membuat Almira sedih dan kabur dari kamar hotel.
"Aku tidak mau punya anak bukan karena aku tidak menyukainya, tapi aku punya alasan yang lebih masuk akal dibandingkan dengan memiliki keturunan" gumam Justine tak mau di salahkan.
Ya karena Justine memang memiliki alasan yang sangat kuat untuk menolak memiliki keturunan.
__ADS_1
Dulu saat Mam nya melahirkan adiknya Justine melihat jelas jika Mam nya sangat kesulitan, bahkan Papa Hans harus bisa memilih siapa yang dia pentingkan untuk diselamatkan.
Dan karena kejadian itu juga lah Justine merasa lebih baik tidak memiliki omongan dibandingkan harus kehilangan orang yang dia sukai.
Mungkin alasannya ini terlalu lebay atau tidak masuk akal, tapi menurut Justine alasan yang dimiliki nya sangat kuat untuk menolak memiliki keturunan.
"Apa dia tidak merasa kalau aku sudah menyukai nya, huh.. dia benar-benar memaksaku mengakui perasaan ku" lanjut Justine berbicara sendiri.
Keesokan paginya Justine bangun karena di telpon oleh Mama Gina, Mama Gina mencari keberadaan Almira karena dia ingin membawa menantu nya shopping.
"Mam jangan bercanda aku tau Almira bersama Mam kan" ucap Justine merasa jengah dengan drama yang dibuat ibunya.
"Hey siapa bilang, Almira kemarin sore memang bersama Mam tapi setelah dia bercerita di sakiti oleh suami nya yang tidak seberapa itu, tapi dia sudah pulang lagi kok" jelas Mama Gina panjang kali lebar.
Almira memberikan alasan jika dia tidak bisa menyampaikan permasalahannya, dan Almira juga bilang jika dia akan memberikan pembalasan pada Justine yang telah menyakitinya.
"Mam jangan bercanda, ini tidak lucu sama sekali" Justine masih berpikir jika ibunya membual lagi.
"Jika tidak percaya ke mansion saja, bahkan keluarga kita yang lainnya pun juga sudah pulang ke negaranya masing-masing dan hanya tersisa Mark dan Luke yang sedang mengurus masalah Om James.
Justine yang mendengar penjelasan Mam Gina seketika membulatkan matanya, lalu ke mana perginya alumninya semalaman ini?
Mam Gina berniat memarahi Justine tapi panggilan itu langsung dimatikan sepihak oleh Justine.
Justine langsung ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya lalu dia segera memakai pakaiannya untuk mencari Almira.
__ADS_1
"Kenapa dia tidak bisa menjadi gadis kampungan yang baik, huh.. dia memang hoby membuat aku jantungan" kesal Justine sambil memakai pakaian nya.
Justine ke kamar yang ditempati David, dan saat pintu itu terbuka satu bogeman langsung mendarat di pipi David.
Bugkk !
"Kau menipuku, kemana istriku hah!" teriak Justine.
"Tuan, bukan kah nona sudah pulang tadi malam?" tanya David sedikit kaget.
"Pulang mata mu, Almira belum pulang dari semalam, lihat saja jika terjadi sesuatu pada istriku kau habis di tangan ku" kesal Justine sambil menatap tajam Asisten nya.
David terdiam sejenak, dia jelas-jelas mendapatkan pesan jika Almira sudah pulang dari Almira yang mengabari nya.
"Tuan bisa membaca ini" ucap David memberikan ponselnya.
Justine membaca nya dan dia melotot karena Almira lebih memilih mengabari David dari pada dirinya.
"Kau memakai pelet apa sampai istriku mau mengabari mu di bandingkan suaminya hah!" tanya Justine yang semakin kesal.
"Pelet, jelas saja anda kalah dengan saya tidak ada wanita yang akan betah bersama pria menciptakan seperti Anda tuan bahlul" batin David menggerutu dalam hati nya
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
__ADS_1