
Almira masih tidak percaya dengan kabar yang baru dia dengar sekarang, Mila curhat akan dia yang di lamar oleh David tadi malam.
Dan hal itu tentu saja membuat dia tau jika cincin berlian yang di ceritakan suaminya itu di beli untuk Mila, David melamar Mila.
"Jadi Kamu menerimanya?" tanya Almira.
"Hem, aku rasa tidak ada salahnya jika aku menerima David sebagai suamiku" balas Mila santai.
"Kamu mencintai nya?" tanya Almira layaknya seorang detektif percintaan.
Mila menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Lalu?" tanya Almira yang semakin kepo.
"Entahlah, aku hanya mengikuti naluriku saja untuk menerimanya" jelas Mila lagi.
Almira mangut-mangut mendengar penjelasan Mila yang tidak masuk akal itu.
"Kamu mengikuti caraku, tidak akan menikah tanpa cinta nanti juga cinta akan hadir di antara kalian apalagi kalau kalian sudah mengenal dunia ran__" ucap Almira terhenti karena Mila menatapnya sinis.
"Hey, jangan menatap ku seperti itu" kata Almira sewot.
"Anda sepertinya terlalu bersemangat untuk masalah orang lain, nona" kata Mila menggelengkan kepalanya.
"Kamu dan David bukan orang lain kalian adalah keluarga ku" tegas Almira.
Mila hanya mangut-mangut, dia tidak pernah punya keluarga yang benar-benar menerima nya, dan jujur saja dia sedikit terharu.
"Jadi kapan kalian menikah?" tanya Almira masih sangat kepo.
"Beberapa hari lagi, apa ada masalah?" tanya Mila.
Almira menggelengkan kepalanya, dia yang sudah menerima banyak informasi akhirnya bangkit dari sofa.
__ADS_1
"Honey ayo mencari kado" teriak Almira.
"Kado untuk apa?" tanya Justine yang sedang mengobrol dengan David di balkon.
Almira meninggalkan Mila dan berjalan ke arah suaminya dan David.
"Kita tidak boleh menganggu calon pengantin, mereka pasti butuh pendekatan untuk membicarakan malam pertama" bisik Almira.
Dan David jelas mendengar suara istri bos nya itu karena Almira berbisik di depan David.
Justine melihat ke arah David lalu ke bagian bawahnya lagi.
David yang tau ke mana arah mata bos nya refleks menutupi bagian bawahnya dengan tangan nya.
"Anda melihat apa tuan" tanya David.
"Apa kau sudah di sunat?" tanya Justine.
"Apa?" David melongo mendengar pertanyaan tidak masuk akal dari Bos nya.
"Jelas sudah" sahut David tegas.
"Oke, bagus kalau begitu artinya kau sudah siap tempur" balas Justine santai.
Lalu Justine pun mengikuti Almira yang mengajak nya pergi dari apartemen David, Almira berniat membeli beberapa kado spesial untuk Mila dan David.
"Kita akan kemana?" tanya Justine.
"Membeli lingerie, aku akan membelikan lingerie terseksi untuk mereka" balas Almira, keduanya kembali ke apartemen untuk mengambil tas dan dompet.
Lingerie?
Mata Justine langsung tertuju ke perut istrinya yang sudah terlihat agak membuncit, meski sangat kecil.
__ADS_1
"Jangan mesum, aku tau pikiran kamu yang ranjang terus" kata Almira sambil mengambil tas nya.
"Honey aku hanya melihat mu semakin seksi dan besar" Justine mengambil dompet nya.
Almira menghentikan langkah nya dan melihat suami nya.
"Bukan hanya aku tambah besar dan seksi, tapi milik mu juga besar" balas Almira lalu menarik Justine segera keluar dari apartemen.
Kalau mereka masih di dalam apartemen bisa-bisa Almira masuk ke dalam bujuk rayu suaminya yang maunya ke ranjang terus itu.
Sedangkan di apartemen David meminta Mila segera berganti pakaian, mereka harus memilih baju pengantin meski pernikahan mereka tak akan di umumkan dan mengundang siapapun.
Tapi David ingin mereka menggunakan pakaian yang bagus karena pernikahan adalah moment paling penting dan hanya terjadi seekali seumur hidup.
Ya David tidak berniat menikah lagi dia hanya akan menikah satu kali, dia berharap pernikahan nya dengan Mila ini akan menjadi yang pertama dan yang terakhir.
"Sudah?" tanya David.
"Hem, jangan yang mahal" kata Mila.
"Tidak apa, aku sudah menabung untuk hal itu" balas David.
Mila hanya mangut-mangut saja, dia hanya ingin pernikahan sederhana karena memang tidak ada keluarga yang bisa menemani nya di pernikahan nya.
Pun dengan David yang seorang yatim, tidak memiliki satu pun keluarga yang akan menghadiri acara pernikahan nya.
Keduanya pergi dengan menggunakan mobil David, selama di perjalanan tak ada perbicangan layak nya calon pengantin pada umum nya.
Baik David ataupun Mila kedua nya sama-sama datar, tapi meski begitu baik David ataupun Mila sama-sama tidak akan memutuskan hubungan nya karena mereka benci kegagalan mengingat kehidupan mereka sudah di penuhi kegagalan.
πΉ
Maaf jarang up, tapi nanti di awal bulan akan crezy up, semoga aja nggak banyak yang kabur yaπ₯Ίπ
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak β₯οΈπ€π