
Justine menunggu Almira bangun sambil duduk, hingga Justine melihat ponsel Almira yang menyala.
Satu pesan masuk dan Justine membaca nya, pesan itu dari penagih hutang dan Justine baru tau kalau Almira punya hutang.
"Baru saja aku berpikir kau gadis menyedihkan, sekarang kau sudah melakukan masalah baru lagi" Justine menatap kesal pada Almira yang tertidur.
Dan wajah kesal Justine menghilang saat Melia Almira yang sangat cantik meski sedang tertidur.
"Ck, kau memang selalu bisa membuat marah ku hilang. ya sedikit nya kau juga membuat aku lupa kebiasaan ku" ucap Justine masih menatap Almira.
Justine menyimpan ponselnya di meja lalu tangan Justine menyentuh bibir Almira.
Dari bibir langsung naik ke hidung dan berhenti di bagian mata Almira.
"Kenapa kau sangat cantik, apa yang kau pakai selama ini" tanya Justine dengan bodoh nya.
Dan gerakan tangan Justine seketika membangunkan Almira dari tidurnya, dia membuka matanya dan melihat Justine yang menyentuh bibir nya.
"Kamu lagi ngapain?" tanya Almira melihat Justine dengan tatapan bingung nya.
Hah!
Justine langsung menjauhkan tangan nya dari wajah Almira.
Tapi di tahan dengan cepat oleh Almira, bahkan dengan santainya Almira tiduran di paha suaminya.
"Biarkan seperti ini, aku masih mengantuk" kata Almira ingin tertidur lagi.
Justine diam tidak bersuara tapi dia juga tidaku menolak permintaan istrinya.
Dan Almira benar-benar tidur dengan tangan Justine yang memegang pipi nya, tangan Almira juga memeluk pinggang Justine membuat pria yang mudah bergairah itu sedikit merasa tak nyaman.
Apalagi wajah Almira tepat menghadap resleting nya, membuat pusaka keramat nya merasa tegang dan mulai bangun.
"Sial jangan sekarang" batin Justine menggerutu.
Dan saat Justine menahan gairah nya yang sudah mengumpul Almira bergerak sehingga membuat gesekan yang membuat pusaka Justine langsung On.
__ADS_1
"Kau yang merayu nya, jadi tanggung jawab" kata Justine yang langsung memangku tubuh Almira.
Justine membawa Almira ke kamar rahasia yang ada di ruangan nya, dan dia menidurkan istrinya di ranjang.
Almira merasakan ranjang merasa semakin nyaman dan memeluk guling hingga tiba-tiba tubuhnya terasa sesak dan berat seperti di tindih sesuatu.
"Apa, kamu mau apa?" tanya Almira yang membuka mata, dia kaget melihat Justine naik ke atas tubuhnya.
"Apa aku harus menjelaskan jika aku mau ini?" Justine menyentuh bagian sensitif Almira tanpa ragu.
Hah!
"Aku lapar" ucap Almira yang sudah sepenuhnya sadar.
Rasa kantuknya menghilang karena apa yang di lakukan Justine.
"Aku juga" balas Justine sambil membuka pakaian nya.
"Ya sudah kita makan dulu saja" saran Almira.
Justine menggelengkan kepalanya.
Almira menelan ludahnya melihat tubuh Justine yang sangat menggoda, perut kotak-kotak dan Almira membuang wajahnya ke samping.
Merinding saat melihat Justine mulai membuka celana nya dan tak menyisakan apa-apa sehingga Almira melihat belalai gajah big size nya.
"Oh aku rasa aku akan pingsan lagi" batin Almira sudah takut melihat ukuran nya saja.
"Jangan di tatap, dia memang selalu memuaskan mu dan kau sangat beruntung untuk itu" kata Justine sambil naik ke atas tubuh Almira.
"Apa dia bilang? beruntung?, ya mungkin untuk satu atau dua ronde aku merasa puas dan terbang enak. tapi jika dua jam bahkan lebih? apa aku harus beruntung" gerutu Almira dalam hatinya.
Merasa gemas dengan apa yang suami nya katakan, dan belum apa-apa Almira sudah merasa lemas sebelum percintaan ranjang nya di mulai.
"Mau aku buka?" tanya Justine.
"Jangan, aku saja" balas Almira membuka pelan-pelan.
__ADS_1
"Ayo, aku sudah tidak tahan" kata Justine sudah tidak bisa menahan.
"Sabar" sahut Almira agak kesal.
Dan saat Almira sudah tak memakai apa-apa Justine tak banyak basa-basi dan langsung ke intinya.
Almira tersentak kaget karena Justine langsung ke intinya, biasanya Justine akan memberikan ciuman dan menjelajahi tubuh Almira dulu, tapi ini tidak.
"Hemph, pelan-pelan" kata Almira mengingatkan.
"Aku tidak bisa, ini masih sempit dan enak" balas Justine.
"Ya Upik abu memang ahkkkk, enak" teriak Almira.
Justine tertawa dan mengecup bibir Almira tapi nyatanya Almira malah ******* bibir Justine, dan keduanya berakhir berciuman panas.
Di luar David mengetuk pintu berkali-kali dan tidak di buka, dia memilih masuk meski sebenarnya merasa bimbang.
Dan benar saja balasan dari kebimbangan nya David malah harus mendengar suara desaaahan nikmat dari tuan dan nona muda nya.
Hufh..
"Lain kali aku tidak boleh lupa memasang alat penyadap suara, agar suara laknat ini tidak terdengar kemana-mana" gerutu David yang kesal sendiri.
David melihat berkas yang di simpan nya tadi dan masih belum di tandatangani oleh Justine, karena merasa gerah berlama-lama di ruangan Bos nya David pun memilih keluar.
"Wajah tuan David kenapa?" tanya Madina sekertaris Justine.
"Bukan urusan mu" ketus David dingin.
"Memang bukan urusan ku, tapi jika tuan butuh kehangatan saya bisa memberikan nya secara grat__" ucap Madina terhenti karena di potong oleh David.
"Jangan harap, itu semua tidak akan pernah terjadi dan jika boleh memilih aku lebih suka janda bersertifikat di bandingkan gadis rasa janda seperti mu" tegas David lalu pergi bahkan tanpa melirik Madina sedikit pun.
Madina menatap sebal David yang menyebalkan.
"Jadi asisten saja songong" gerutu Madina yang kembali duduk.
__ADS_1
🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏