
"Kenapa kamu masih di sini?" tanya Justine yang melihat Almira masih berdiri di depan nya.
Almira melihat ke arah Justine.
"Apa aku harus pulang? kau bahkan tak mengatakan kapan kita menikah" sahut Almira tanpa keraguan.
Sebelum pulang dia harus memastikan semuanya sesuai dengan apa yang diharapkan, dan dia tidak akan pulang sebelum selesai.
Justine melihat Almira dengan tatapan dingin nya, lalu menghembuskan nafas nya kasar.
"Siapa nama mu?" tanya Justine.
"Almira, kau bisa memanggilku dengan nama Al atau Mira, itu bebas" balas Almira cepat.
"Nama yang kampungan" batin Justine.
Justine bangkit dari kursi kebesaran nya lalu berjalan mendekati Almira, dan saat keduanya berdekatan Justine melemparkan map ke dada Almira.
"Bisakah kau sopan sedikit!" Almira tak suka di perlukan kurang ajar seperti ini.
"Sopan? kau tau sopan tapi dua kali kau menyelonong masuk ke ruangan ku apa itu bisa di sebut sopan?" tanya Justine dengan nada mengejek nya.
Almira mengeretakan gigi nya menahan kesal, jika saja dia tidak membutuhkan Justine sudah pasti dia akan menghajar Justine untuk melampiaskan kekesalannya.
Dengan perasaan kesal nya Almira mengambil map hijau itu, lalu Almira membuka map itu dan membacanya.
Di dalam nya di katakan jika Almira bisa menikah dengan nya dengan catatan hanya dua bulan saja, dan selama dua bulan dia harus melayani Justine kapan pun Justine mau.
"Kenapa hanya dua bulan?" tanya Almira bingung.
"Karena aku malas melihat satu wanita setiap hari, jadi aku akan menggantikan mu setelah dua bulan" balas Justine cepat.
Almira mendengar penjelasan Justine merasa kesal, bagaimana kalau dalam waktu dua bulan dia hamil dan bagaimana masa depan anak nya kelak.
__ADS_1
"Tidak, aku harus meminum obat kontrasepsi agar tidak mengandung anak dari Casanova gila ini" batin Almira tidak mau rugi sendiri.
"Bagaimana apa kau setuju?" tanya Justine.
Almira mengangguk dengan cepat.
"Setuju, tapi kau juga harus mengikuti syarat ku" kata Almira menatap Justine dengan wajah serius nya.
"Really kau memberikan ku syarat? siapa kau sehingga aku harus mengikuti kemauan mu" Justine balik menatap Almira dengan wajah dingin nya.
"Bukan kah pernikahan ada dua pihak? jadi tidak apa jika aku membuat syarat lagi pula kalau kau tidak mengambil kesucian ku pun aku tidak akan mau menikah dengan mu" sewot Almira dengan wajah galak nya.
Sebisa mungkin Almira harus bisa menutupi wajah takut nya, Almira harus memperlihatkan jika dia melakukan hal ini karena ingin Justine bertanggung jawab.
Bukan karena dia ingin membantu pembayaran rumah sakit Livia, sekolah adik Livia dan juga pengobatan nya.
Justine melihat wajah Almira lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Baiklah, katakan syarat nya" kata Justine.
Justine melongo mendengar syarat yang Almira katakan, yang benar saja seorang Justine mau mengikuti syarat dari gadis seperti Almira.
Justine menarik dagu Almira lalu matanya melihat bibir merah merekah Almira yang menggoda.
"Kau mau aku menuruti keinginan mu kan?" tanya Justine.
Dan Almira mengangguk cepat.
"Jika kau mau aku bisa saja tapi" Justine menjeda ucapan nya.
Dia mendekatkan wajahnya ke telinga Almira, lalu..
Glekk..
__ADS_1
Almira menelan ludahnya sendiri, entah kenapa dia merasa sangat tegang hanya dengan Justine yang mendekatkan wajahnya ke telinga nya.
"Layani aku sekarang dengan panas dan aku akan membuat mu menjadi putri selama dua bulan" bisik Justine.
"Aku mau kita menikah dulu" balas Almira menolak secara halus.
"Kau yakin?" tanya Justine sembari meraba paha Almira.
Jantung Almira berdebar, dia mulai salah tingkah apalagi tangan Justine mulai nakal sampai ke bagian sensitif nya.
"Jangan macam-macam" tegas Almira menepis tangan Justine.
"Kenapa? bukankah kau suka jika melayani ku? buktinya waktu itu kau sampai naik ke atas tubuh ku" Justine mengatakan nya dengan wajah santainya.
Membuat Almira malu karena mengingat hal menggelikan waktu itu.
"Itu dulu, aku hanya akan melakukan nya setelah menikah camkan itu" tegas Almira.
Almira berniat pergi tapi langsung terhenti karena suara Justine.
"Aku akan menelpon mu besok" kata Justine.
"Kau punya nomer ku?" tanya Almira kaget.
"Aku Justine Alexander, apapun aku ketahui bahkan aku tau jika kau gadis sebatang kara yang tak punya siapa-siapa, jangan remehkan aku" ucap Justine sambil berbalik berniat Duduk kembali ke kursi kebesaran nya.
Almira melihat Justine dengan wajah sebal nya, dia sangat mengutuk sikap sombong Justine, tapi dia juga membutuhkan Justine untuk membuat hidup nya lebih baik.
"Sabar Al, ini tinggal sedikit lagi" batin Almira dalam hati.
🌹
Maaf telat update, tadi siang aku sibuk banget soalnya Alhamdulillah di rumah ada acara syukuran 4 bulanan calon anak pertama 🤗
__ADS_1
Semoga yang belum di kasih secepatnya di kasih kepercayaan ya🤗 amin🤲
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏