
Karena semakin malam Mam Gina dan Papa Hans pun akhirnya memilih pulang, meninggalkan Almira dan Justine berdua saja di apartemen.
"Ponsel ku, kenapa David belum sampai-sampai?" tanya Almira heran
"Tidak tau, tanya saja pada orang nya" ketus Justine yang sudah akan tidur.
"His, mana bisa aku menanyakan nya terkecuali satu" sahut Almira melirik Justine.
"Apa?" tanya Justine malas membuka matanya.
"Pinjamkan ponsel mu, aku akan menelpon David" ucap Almira santai.
Membuat Justine membuka matanya dan memberikan tatapan tajam nya.
"Tidak ada, cepat tidur agar hari segera pagi" titah Justine.
"Aku tidak bisa tidur, aku baru bangun" sahut Almira.
"Ck, kau memang menyusahkan ya" Justine yang kesal mengambil ponselnya dan memberikan ponselnya pada Almira.
"Ingat jangan lihat apapun di ponsel ku, hanya menelpon!" tegas Justine mengingatkan.
"Iya bawel." Almira menerima nya.
Tapi saat melihat ponsel yang harganya hampir satu motor itu Almira diam.
Dia tidak tau apa password ponsel Justine, membuat nya sekali lagi menganggu Justine.
His! sudah ku bilang jangan ganggu aku" kesal Justine menatap tajam Almira.
"Apa password nya?" tanya Almira acuh dengan tatapan tajam Justine.
"Kau memang ya__" Justine tak melanjutkan nya.
Dia benar-benar harus ekstra sabar dalam menghadapi istrinya yang tengah sakit itu.
"Untung lagi sakit, kalau tidak aku akan menerkam nya sampai pagi" kesal Justine sambil membuka password ponsel nya.
Dan Almira yang sudah bisa mengutak atik ponsel Justine langsung mencari nomer David.
Dia menemukan nama Asisten kere dan Almira yakin itu nomer David.
"Halo"
"Ini aku Almira, mana ponsel nya?" tanya Almira.
__ADS_1
"Saya sedang di rumah sakit nona, maaf tadi di perjalanan saya tak sengaja menabrak seorang gadis" jelas David.
"Apa dia tidak apa-apa? bagaimana keadaan nya?" tanya Almira penasaran.
Mendengar suara Almira Justine yang akan kembali tidur membuka matanya, dia juga mendengar obrolan antara istri dan asisten nya.
"Hanya luka ringan nona" jelas David.
"Syukurlah, kalau begitu besok pagi saja antar nya. sekarang kamu urus saja gadis itu jangan biarkan dia pulang sendiri" kata Almira.
"Baik nona"
Tut !
Almira mematikan panggilan nya, lalu kembali kepo akan isi ponsel Justine.
Dan Justine yang membuka matanya melihat apa yang sedang Almira lakukan, hingga tangan nakal Almira tak sengaja meng-klik file di ponsel Justine.
"Waw!" Almira melongo melihat foto Justine dan Cessy di pantai dengan menggunakan bikini.
"Hey apa yang kau lihat!" Justine mengambil paksa ponselnya.
Dia hilang konsentrasi karena berpikir Almira tidak akan menemukan file pribadi nya saat masih kuliah dulu.
"Masih belum move ternyata" ejek Almira.
Dan dia tidak memiliki body seperti Cessy, pantas saja Cessy membuat suaminya tidak bis move on.
Justine tak menjawab, dia mematikan ponselnya dan memilih tertidur dengan membelakangi istri nya.
"Hu.. tidak mengaku dasar" ucap Almira sambil menguap.
Lalu Almira pun tertidur karena suara sunyi yang membuat nya mau tak mau memilih tidur lagi.
Justine membuka matanya dan melihat Almira yang tertidur.
"Lihat saja aku juga akan mencari tahu masa lalu mu, dan kau akan habis aku ledek gadis Upik abu" kesal Justine lalu kembali memilih tidur.
Pagi harinya Almira terbangun lebih dulu dan merasakan perutnya sakit karena beban berat.
"Hey bangun, tangan mu melukai ku" Almira memencet hidung mancung Justine.
Justine yang sedang tidur seketika kesusahan bernafas, dan saat membuka matanya dia melotot karena tangan Almira memencet hidung nya.
"Hey kau ingin membunuh ku ya!" teriak Justine menggema di kamar nya.
__ADS_1
"Membunuh mu? kau lihat tangan besar mu? jelas-jelas kamu yang mau membunuh ku" teriak Almira tak mau kalah.
Justine melihat tangan nya yang memang menindih perut Almira, dia langsung menarik tangan nya.
"Sudah, lepaskan tangan mu dari hidung mancung ku" tegas Justine.
Almira melakukan nya, Justine langsung mengusap hidung nya dan mengambil ponselnya.
Almira melihat apa yang di lakukan suaminya, bagaimana wajah cemas Justine saat melihat ponselnya yang menampilkan wajah nya di pagi hari.
"Lihat hidung ku merah dan ini karena mu" kesal Justine menyalahkan pada Almira.
"Hey perut juga sakit, kau melukai perut ku dan tidak adil jika aku yang di salahkan, dasar tidak kingkong" sahut Almira tak mau di salahkan.
"Oh jadi kau berani pada ku?" tanya Justine menatap tajam Almira.
"Siapa takut? kau pikir aku akan lemah dan menangis karena perlakuan mu?" Almira balik memberikan tatapan tajam nya.
Keduanya saling memberikan tatapan sengit nya, hingga terdengar suara bel yang terus berulang.
"Sial siapa itu" kesal Justine.
Justine akhirnya keluar dari kamar, Almira yang melihat itu mengembuskan napas nya kasar.
"Sabar Al" gumam Almira menarik napasnya panjang lalu mengeluarkan nya dengan perlahan.
Sedangkan Justine dia membuka pintu dan melihat David di luar.
"Pagi-pagi sudah menganggu, kau mau apa? pergi saja ke kantor sendiri aku kan sedang cuti. dasar tidak istri tidak asisten sama saja membuat pusing" cerocos Justine sambil menatap tajam David.
David yang sudah hampir satu jam menunggu di luar pintu apartemen Bos nya itu ingin sekali berkata kasar, dia bangun pagi hanya untuk mengantarkan tas istri Bos nya.
"Saya datang kesini untuk___" ucap David terhenti karena paper bag di tangan nya di tarik oleh Justine.
"Sudah kan, pergi sana dan handel semua pekerjaan ku selama aku cuti!" tegas Justine.
Bughk !
Pintu tertutup membuat David tersenyum miris.
"Jika saja dunia terbalik aku kaya dan si Justine menyebalkan itu miskin sudah aku buat dia meraskaan apa yang aku rasakan, huh." gerutu David yang akhirnya memilih pergi dengan wajah kesalnya.
Bukan Justine nama nya jika tidak menyebalkan dengan sagala sikapnya.
🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏